Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id

Batik Gumelem Banjarnegara

30 Juli 2020

Berbincang soal batik memang sudah tidak asing lagi kita dengar.. banyak sekali batik-batik legend sebagai maskot dan buah tangan kalau berkunjung ke suatu daerah mulai dari ujung utara jawa sampai muterin jawa sekalipun saya jamin anda akan banyak berjumpa dengan banyak sekali model khas batik beserta motif atau corak yang menjadi ciri khasnya. Tapi memang ada saja yang dibahas tentang batik ini saya rasa tidak ada habisnya kalau berbicara soal seni, iya batik itukan seni bro. Tau sendiri seni itu mahal harganya, maksudnya karena proses dan sejarahnya tentunya.

Batik itu ibarat separuh jiwaku sebagai bentuk cinta menjadi warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila, yaelah..kok kesana-sana yaa hehee.. Lho tapi benar saya katakan demikian sebab siapa si orang zaman sekarang nggak punya batik? Saya rasa mereka yang belum punya batik belum sadar kalau batik itu penting. Jelas penting karena acara formal sekarang ini banyak mengharusnya orang-orang memakai batik seperti contoh Bapak Presiden beserta jajarannya lho mantep kan, wajib punya batik sekarang.

Selain karena cocok untuk segala acara formal, batik juga cocok untuk kalian yang bingung mau pakai kostum apa saat kondangan yakan.. haha..

OKAY, berbicara batik nihh ada yang menarik di Banjarnegara. Kok Banjarnegara? Iyalah, Banjarnegara juga punya batik keles…. Mungkin banyak dari kalian bingung ternyata selain terkenal dengan “Dawet Ayu” nya, Banjarnegara juga punya batik sendiri bro. “Batik Gumelem” namanya. Bukan mau sombong yaa, Banjarnegara itu kaya akan apapun kalo kalian belum tahu. Mungkin selama ini kalian tahunya dari sektor pariwisatanya saja kan, atau kulinernya saja? Sebetulnya ada banyak yang kalian harus tahu disini.

Sekarang ke topik saja, aku kenalin soal Batik Gumelem sekarang. Terletak di Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara terdapat sentra kerajinan batik, dari sinilah kenapa dikenal dengan nama Batik Gumelem. Gumelem berjarak sekitar 40 KM ke arah barat daya dari Ibu Kota Kabupaten Banjarnegara. Disinilah terdapat banyak sekali industri rumahan yang tergabung dalam komunitas Usaha Kecil Menengah(UKM)produk kerajinan batik tulis Banjarnegara atau Batik Gumelem.

Katakan kepadaku kalau kalian ingin kesana, apapun akan aku penuhi, percayalah!. Jadi untuk dapat mencapai kawasan sentra batik ini jalan yang dapat ditempuh lewat Kabupaten Banyumas, tepatnya dipinggir jalan raya Susukan. Disanalah kamu akan menemui gapura besar bertuliskan “Sentra Batik Gumelem Banjarnegara”,

tenang ………..hanya ada satu gapura yang seperti itu jadi jangan khawatir tersesat………….

Setelah menemukannya, kalian bisa langsung survei lokasi ke pengrajin batik gumelem dan memang pusat industri jadi satu dengan hunian jadi bentukannya rumah tempat tinggal dengan gerai kecil didepannya, begitu kiranya. Mending “teka langsung ben ora penasaran” (datang langsung supaya tidak penasaran) begitu ya.

Batik tulis Gumelem ini mempunyai motif khas berupa “udan liris” dan “rujak senthe”. Selain itu kekhasan dari corak batik Gumelem sendiri ialah warna sogan (bukan sok ganteng lo), sogan itu coklat maksudnya, kemudian hitam dan kuning.

Batik Gumelem juga tidak meninggalkan corak batik klasik khas keraton (Sidomukti dan Sidoluhur). Jika berbicara soal sejarah, sama halnya dengan batik banyumasan lainnya. Keterkaitan ini yang membuat banyak kesamaan corak atau motif antara Batik Gumelem dengan Batik Banyumas.

Proses pembuatan batik tulis secara umum ada tiga tahapan, pewarnaan, pemberian malam (lilin), dan pelepasan lilin dari kain. Sebenernya banyak istilah lain dalam proses pembuatan batik tulis, misal nyungging, nganji, njaplak, nglowong, mopok, ngelir, nglorond, terakhir pencucian dan penjemuran batik.

Kalian juga boleh langsung tengok proses pembuatan batik secara langsung ditempatnya, anggap saja bonus lhoo mantep kan..

Pemasaran Batik Gumelem memang belum sepopuler batik lainnya, masih sebatas konsumsi masyarakat lokal tapi tenang sob.. bukan berarti tidak ada upaya untuk mengembangkan dan mendukung sekaligus melestarikan produk lokal ini. Bentuk upaya Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam memperkenalkan dan mempromosikan Batik Gumelem dengan mewajibkan pemakaian baju batik pada hari-hari tertentu misal pada hari batik nasional, hari biasa Rabu-Kamis untuk seluruh jajaran pegawai dan staf pemerintahan, juga hari penting yang lainnya.

Tidak jarang, para pengrajin batik ini menerima pesanan dalam jumlah besar bro..misalkan dalam event keluarga (wedding), atau sekelas Festival seperti kirab. So, buat kalian yang anak Banjarnegara apalagi yaa, belom keren kalau belum punya koleksi batik “gaweane dewek” (buatan sendiri).

Upaya inovatif terkait Batik Gumelem antara lain dengan pembuatan batik printing. Tekniknya sama dengan sablon. Hal demikian dilakukan guna efisiensi waktu yang jelas bila dibandingkan dengan batik tulis, batik printing lebih cepat menghasilkan batik dengan jumlah besar secara cepat.

Baiklah sob, itu tadi cuitan saya tentang Batik Gumelem khas Banjarnegara. Jangan lupa selalu cintai dan lestarikan produk lokal khususnya kalian para milenial yang doyan kongkow (nongkrong). Sekali-kali nongkrong pakai batik biar keren sob, toh sekarang model batik kece-kece kan, bisa kalian padupadankan sesuai selera.

*Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : Ngatmow Prawierow Editor : @kominfobanjarnegara

Artikel Terkait

KOMENTAR

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *