Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
PHANTOM (Panther Owner Community) Chapter Banjarnegara

PHANTOM (Panther Owner Community) Chapter Banjarnegara

Para pecinta mobil Panther di wilayah Kabupaten Banjarnegara kini mendeklarasikan berdirinya Chapter Banjarnegara. Mereka tergabung dalam komunitas PHANTOM (Panther Owner Community) yang saat ini memiliki anggota aktif setidaknya 50 orang dengan Slamet Teguh S, S.Pd didapuk sebagai Ketua komunitas ini.

Mengusung tema ” Menembus Batas Persaudaraan, Seduluran sak lawase”,  komunitas yang sebelumnya masih menjadi bagian dari PHANTOM Banyumas, secara resmi membentuk  PHANTOM BNA pada tanggal 26 Juli 2020. Hal ini adalah sebagai bentuk dari aspirasi para anggota yang semakin banyak jumlahnya demi mempermudah komunikasi dan koordinasi.

Salah satu hal yang menarik dari PHANTOM Chapter BNA, mereka membuka kesempatan yang seluas luasnya untuk bersinergi dengan berbagai pihak terkait, terutama untuk bersama-sama memajukan pariwisata daerah. Salah satunya dengan mengadakan acara-acara Kopdar di tempat tempat wisata lokal Banjarnegara, setelah sempat lesu selama sejak Pendemi Covid-19. Hal ini mengingat acara-acara PHANTOM lebih cenderung berkonsep family gathering alias wisata bersama keluarga,

” Khusus untuk hal ini, prinsipnya asalkan tempat wisata tersebut memiliki tempat parkir yang cukup luas, kami dari  PHANTOM siap untuk mengadakan acara di tempat tersebut dan siap untuk bersama-sama mempromosikannya ke lingkungan yang lebih luas ” .

* Penulis : Happy Kurniawan. Foto : Agussalam Editor : @kominfobanjarnegara

Pasar Kuno Lodra Jaya, Wisata Pasar Tradisional Kekinian

Pasar Kuno Lodra Jaya, Wisata Pasar Tradisional Kekinian

 Lho, tradisional kok masa kini?

Yoi lur! Tau gak si Pasar Kuno Lodra Jaya, tempat wisata digital di Banjarnegara yang sekarang lagi hype banget. Tempat ini terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan karena konsep yang dibawain unik  dan tentunya fress dan masih baru di Banjarnegara.

Jadi gini, Pasar Kuno Lodra Jaya bawain konsep tradisional jaman dulu alias Jadul! Mulai dari bangunannya yang pake anyaman bambu, atap blarak (daun kelapa), tempat duduk juga terbuat dari bambu yang disusun berjejer. Nah di bagian tengah juga ada panggung yang dibuat dari semen dan batu-bata tapi tetap menonjolkan sisi tradisionalnya kok, karena desain panggungnya juga masih pakai ornament bambu dan kayu.

Nah yang enggak kalah unik nih. Para penjual di sini menggunakan pakaian adat saat berjualan, lucu banget kan? Baik bapak, ibu maupun mba dan masnya yang berjualan pake pakaian Adat Jawa yakni kebaya dan surjan (baju jawa warna coklat yang motifnya salur itu lho..). Pokoknya kalau kamu datang disini kaya belanja di jaman dulu banget deh, pasarnya mirip banget kaya di film Tutur Tinular wkwkw…….

Ko ora bisa mbayar nganggo duit lho nek neng pasar iki………….

Lho, Terus nganggone apa dong?

Pertanyaane apik! Jadi nang Pasar Kuno Lodra Jaya ini transaksinya pakai koin namanya koin ketip. Koin ini bisa kamu dapetin di pintu masuk Pasa Kuno Lodra Jaya yang tentunya dengan menukarkanya pake uang rupiah dong ya..

Satuan uang ketip ini juga beda lho sama rupiah. Untuk satu koin uang ketip kalau dirupiahkan senilai Rp.2000, sistemnya kaya main di time zone gitu. Cuma desain uang ketip ini unik banget karena dibuat dari kayu dan dihias pakai gambar bapak-bapak pakai blangkon.

Untuk harga jajanan di sana juga mengikuti perhitungan koin ketip, jadi biasanya disetiap warungan bakal ada list harga buat jajan yang dijual di warungan tersebut. Ini bermanfaat banget nih buat para pengunjung biar kamu bisa antisipasi kalau-kalau uangmu gak cukup buat jajan di warung itu hehehe…..

Ana apa bae si nang kana?

Akeh banget spot foto pokoknya! Iki tak ceritani, disana tuh ada permainan anak tradisional yang bisa banget dimainin sama anak-anak atau juga orang dewasa. Ada ingling, egrang, congklak, kelereng, gangsing dan lompat tali. Yoi lah, kita semua tahu kalau di jaman ini permainan anak udah gak hype lagi, dan kalah sama game-game online. Maka dari itu pasar lodra jaya menghadirkan permainan anak dengan tujuan mengedukasi anak jaman sekarang tentang permainan tradisional dan sarana nostalgia bagi yang udah dewasa.

Ada juga makanan tradisional seperti pecel, serabi, jajanan pasar, soto, sate dan masih banyak lagi. Namun gak Cuma makanan tradisional lur yang bisa ditemui di sini, ada juga makanan kreasi baru semacam jasuke, es kuwut, es buah, es pisang ijo, dan lain-lain.

Ada juga zona edukasi melukis dengan keramik untuk anak-anak, disini anak akan diajari cara melukis di atas keramik, zona ini merupakan upaya memperkalkan keramik yang menjadi ciri khas Banjarnegara pada generasi muda.

Ini nih yang pastinya kamu butuhin, tempat selfie instagramebel. Disini banyak banget spot buat foto-foto, temanya yang dibuat tradisional bakal bikin foto kamu tampak estetik lho. Buat bapak-bapak dan mas-mas di pasar ini juga disediakan zona bebas rokok di bagian atas, karena di pasarnya kamu gak bisa seenaknya buat ngerokok.

Wah asik. Bagi alamate dong!

Nah buat alamatnya Pasar Kuno Lodra Jaya terletak di Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Letak pasar ini di area persawahan lho lur, jadi banyak angin semilir di sana sini. Pasarnya gak terletak di pinggir jalan, jadi buat kamu yang mau kesana usahain bawa kendaraan pribadi ya, soalnya jalanya luamayan jauh. Tapi tenang lur, jalan menuju ke sana udah halus banget kok. Tapi jangan lupa ya untuk dateng pas hari Minggu, karena pasarnya cuma bakal dibuka hari Minggu  aja.

For your information nih!

Jadi di Pasar Kuno Lodra Jaya ini sangat cinta lingkungan lo lur. Karena untuk pengemasan makanan yang dijual mereka menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan alias minim plastik! Keren banget ya lur. Kebanyakan makanan di sini menggunakan batok kelapa sebagai mangkuk, piring yang terbuat dari biting dan juga daun pisang untuk mengemas jajanan. Kita semua tahu kan kalau permasalahan sampah di Indonesia sekarang udah gawat banget. Dari mulai TPA yang penuh sampai bahkan kini laut jadi bak sampah. So, ayo kita berubah, untuk tidak menggunakna plastik, minimkan produksi sampah dan tentunya terapkan 3R (reduce, recycle, reuse) dong ya.

 

* Penulis : FNFAU. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Makan Telur Rebus Sambil Menikmati Pesona Kawah Sikidang

Makan Telur Rebus Sambil Menikmati Pesona Kawah Sikidang

Kalo ngomongin wisata ke Dieng memang tidak ada habisnya ya gaes, banyak sudut sudut peninggalan surga yang sangat recomended untuk kita sambangi.

Salah satu yang paling terkenal dari Dieng tentu saja adalah kawah sikidangnya. kenapa ? sebab ada gambarnya di semua tiket perjalanan wisata ke sana hehehe ………

So, Yuk kita kesana ……

Secara Geografis Kawah Sikidang terletak di desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara. Untuk sampai ke lokasi ini pengunjung nggak usah khawatir, sebab lokasinya cukup dekat dengan Kawasan Candi Arjuna dan Candi Bima yang (biasanya) jadi objek kunjungan pertama. Loket wisata Kawah Sikidang sendiri buka setiap hari pada jam 07.00 – 16.00, kita cukup membayar 15.000 rupiah saja untuk tiketnya (itu sudah include biaya masuk ke komplek Candi Arjuna juga lho).

Kalian tahu? Meskipun Kawah Sikidang masih aktif sampai sekarang, tapi tenang dan aman kok untuk dikunjungi lho. Aktifnya Kawah Sikidang disebabkan oleh letusan gunung Prahu yang terjadi berabad-abad lalu dan meninggalkan sisa aktivitas vulkanik. For Your info, kawah ini salah satu kawah terbesar yang ada di Dieng lho…

Saat akan memasuki Kawah Sikidang, kita akan disuguhi oleh lubang-lubang yang mengeluarkan asap panas yang merupakan bekas kawah. Ada cerita dibalik Kawah Sikidang ini gaes, konon kawah ini bisa berpindah tempat (kok serem ya hehehe …….) tapi tenang, ini cuma cerita kok. Kawah Sikidang berasal dari kata kidang atau kijang yang suka melompat-lompat kesana kemari, jadi letupan-letupan uap panas itu diibaratkan seekor kijang yang melompat dan berpindah tempat.

Dibalik Kawah Sikidang ada sebuah kisah dan legenda yang mesti kita tahu lho kawan.

Konon disekitar daerah kawasan Dieng, ada seorang gadis yang bernama Shinta Dewi. Dia adalah gadis yang sangat cantik  sehingga membuat para pemuda di seluruh daerah ingin meminangnya. Dari semua pemuda yang ingin meminang Shinta Dewi, tidak ada satu pun yang berhasil karena persyaratan mas kawin yang sangat besar. Datanglah seorang pangeran yang kaya raya bernama Kidang Garungan yang ingin meminang Shinta Dewi. Namun, terkejutlah Shinta Dewi saat melihat wujud dari pangeran yang sudah berekspektasi tinggi, bahwa pangeran itu sangat tampan macam oppa korea hahaha…

Shinta Dewi ingin menggagalkan lamarannya dengan memberikan syarat yang lebih sulit kepada pangeran Kidang Garungan yaitu membuat sumur yang harus dibuat oleh pangeran sendiri dalam satu malam. Tapi disisi lain, dia merasa sangat khawatir jika pangeran berhasil membuat sumur dalam satu malam, sehingga dia akhirnya meminta pengawal dan dayang untuk menimbun sumur itu dengan pangeran terkubur hidup-hidup di dalamnya. Pangeran Kidang Garunganpun akhirnya marah. Luapan amarahnya inilah yang konon yang menyebabkan terbentuknya Kawah Sikidang itu.

Untuk kalian yang ingin berkunjung kesini, mohon jangan terlalu dekat dengan kawah dan tetap berhati-hati ya. Kawah sikidang ini mengandung kadar belerang yang cukup tinggi sehingga jangan kaget kalau kalian mencium bau kentut yang sangat menyengat di sekitarnya lho hehe…….  Tapi tenang…….Untuk yang tidak tahan dengan bau belerang, kita bisa menggunakan masker kok. Lumayan lah bisa mengurangi “kepekatan” baunya …..

Ada satu hal yang menjadi keunikan di kawah ini, disekitar kawah terdapat kawah-kawah kecil berisi air mendidih yang bisa kita manfaatkan untuk merebus telur. Kita bisa beli telur di penjual yang berada disekitar kawah tersebut atau bahkan kalau ga males, bisa membawa dari rumah hahaha…… jadi kalian bisa merebus sendiri sesuai selera masing-masing. Rebus telur di kawah ini sekarang menjadi favorite bagi pengunjung dalam kota atau luar kota.

Nah bagi yang suka foto-foto, di sekeliling lokasi kawah ada banyak spot yang ciamik untuk dijadikan background foto.Baik yang alami maupun buatan masyarakat sekitar yang setting lokasi sana sini. Mau foto bareng buwung hantu ….. eh …….. burung hantu, ada…..

dan menariknya, di lokasi ini juga (kalau beruntung) kita juga bisa ketemu sama anak anak sekitar yang berambut gimbal asli dieng alias anak Bajang. Kalau mau berfoto bersama mereka, kita cukup kasih apa yang mereka mau (biasanya sih kecil kecil seperti uang pecahan kecil atau bahkan kadang cuma permen…..). Tapi inget, jangan bikin mereka marah ya …….

Ingin menikmati pemandangan tanpa berjalan kaki? Bisa …. …Disana disediakan persewaan motor trail, ATV, bahkan kuda jika kita mager berjalan kaki. Nah….. kurang apa coba ?

Jika berkunjung disini kalian juga akan disuguhi oleh anak-anak asli Dieng yang berambut gimbal semacam anak reggae uyee…para pengunjung yang datang kesini biasanya hanya untuk sekedar hunting foto atau menikmati telur rebus.

Tertarik ? …… Yuk Cuss……..

* Penulis : titaa.cy. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Telaga Sewiwi, telaga kecil yang (harusnya) indah

Telaga Sewiwi, telaga kecil yang (harusnya) indah

Selama ini banyak orang mengenal Dieng sebagai dataran tinggi dengan tanaman perkebunan yang hijau dan berhawa dingin. Dan kamu mungkin akan berpikir untuk mengunjungi beragam candi-candi dan kawah-kawah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik gunung berapi disana. Namun sebenarnya, kamu juga bisa menemukan berbagai telaga cantik yang ada disana lho gaes……serius.

Telaga Sewiwi salah satunya.

Nama yang unik dan (seharusnya) bikin penasaran?

Menurut penjelasan warga sekitar, telaga ini dinamakan telaga sewiwi karena kalau dilihat dari atas (dari arah desa Karangtengah), bentuknya mirip sayap membentang atau “sewiwi” dalam bahasa Jawa. mereka juga menambahkan bahwa dulunya telaga ini memiliki air yang sangat jernih sehingga nampak sangat indah dan seolah “ngiwi iwi” (mengundang untuk mendekatinya – Jawa – red)

Telaga sewiwi menyajikan pemandangan yang masih alami, bebas dari pekatnya polusi perkotaan dan suasana sejuk akan menemani kamu menghabiskan waktu. Meskipun telaga sewiwi tidak seluas telaga-telaga lain di Dieng, hanya sekitar 1 hektare, tapi mempunyai keistimewaan tersendiri tentunya. Obyek wisata telaga sewiwi ini pada awalnya oleh masyarakat setempat difungsikan sebagai tempat pemancingan, bahkan banyak warga dari daerah lain ikut memancing disini untuk menyalurkan hobinya. Namun semenjak lahan kentang dan pertanian warga semakin meluas, telaga ini mengalami perubahan kondisi yang cukup signifikan. Diantaranya adalah debit air yang terus menurun, banyaknya tanaman pengganggu di permukaan telaga hingga pendangkalan yang terjadi karena endapan tanah dari lahan yang terbawa masuk ke dalam telaga.

haduh…..

Memang sih beberapa waktu yang lalu, pernah dilakukan perbaikan lokasi. Kondisinya jadi lebih cantik dan digunakan masyarakat sebagai rest area, fasilitas yang disediakan juga mulai lengkap seperti mushola, toilet, rumah makan, kios oleh-oleh dan beberapa gazebo untuk bersantai.

Oya, di lokasi ini juga dibangun Pintu gerbang yang gagah membentang menyerupai sayap atau sewiwi yang instagramable lho, yang tentu saja membuat siapa saja ingin mendokumentasikannya.

Lokasi

Terletak di desa Kepakisan, kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, jaraknya hanya sekitar 2km atau sekitar 10 menit dari komplek Candi Arjuna. Dari beberapa telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng, telaga sewiwi merupakan telaga yang paling mudah dijangkau oleh wisatawan. Letak telaga sewiwi sangat strategis dan berada di pinggir jalan raya.

Kondisi jalan yang bagus dam mudah dilalui, wisatawan dapat menjangkau telaga sewiwi dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika masih bingung, Google Maps atau bertanya dengan warga sekitar akan membantu memberikan petunjuk arah.

 

 Saran dan Tips       

Telaga sewiwi bisa menjadi rest area bagi wisatawan dari arah Banjarnegara atau Batur untuk menuju obyek wisata utama, bagi wisatawan dari arah Wonosobo telaga sewiwi juga bisa menjadi rest area. Karena berlokasi di dataran tinggi, hawanya pun sangat dingin. Kamu perlu mengenakan jaket atau pakaian hangat lain jika ingin berkunjung ke Dieng. Ditunggu kedatanganmu di Telaga Sewiwi, tapi perlu diingat jangan mengambil apapun selain foto dan jangan meninggalkan apapun selain jejak, ya!

 

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Menikmati Kebersamaan di Cafe Janji Jiwa

Menikmati Kebersamaan di Cafe Janji Jiwa

Industri kuliner yang dikelola anak-anak muda semakin bergairah. Di Banjarnegara kini telah hadir Café “Janji Jiwa”. Kafe dengan konsep indoor dan outdoor ini ada di Kampung Gayam, Kutabanjarnegara. Atau persis di belakang eks kantor Dinas Kesehatan. Cafe ini.diresmikan awal Maret 2020 oleh Bupati Banjarnegara, Bapak Budhi Sarwono.

Meski mengalami masa pandemi Covid-19, Janji Jiwa tetap eksis dan kini tengah berhias menyajikan berbagai pilihan menu dengan kopi sebagai andalannya. Komposisi yang unik dan khas Janji Jiwa dipersiapkan untuk memanjakan para pelanggannya.

Manager café, Aryasena Erlangga, mengatakan, usaha kuliner yang dirintisnya tersebut membidik segmentasi dari kaum milenial sampai kalangan dewasa, dengan jam buka dari pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Fasilitas yang disediakan antara lain : ruangan pendopo, outdoor, ruang AC dan hiburan musik. Rencananya musik akustik akan disuguhkan di malam Minggu.

Janji Jiwa menyediakan kopi dan minuman yang terbaik bagi para pelanggan, yang dianggap sebagai “temansejiwa”. Adapun produknya disebut “kopidarihati”.

Keputusan Pengusaha muda Banjarnegara kelahiran Jakarta, 21 Juni 1994 ini memilih berkolaborasi dengan brand besar Café Janji Jiwa. tak lain ingin menyediakan tempat kongjow yang nyaman, sehat, higienis, dan berkelas untuk masyarakat Kota Dawet Ayu dan siapa saja yang singgah.

Berlokasi di Gayam, Janji jiwa Banjarnegara adalah outlet ke-843. Kekompakan, keuletan dan pelayanan prima selalu jadi andalan pengelola. Memberikan yang terbaik buat customer, adalah keharusan, Maka Janji Jiwa sering mengadakan potongan harga dan program buy three get one. Semntara untuk minuman setiap tiga bulan berkolaborasi dengan brand tertentu.

Mengenai omset, 50 % lebih pesanan melalui daring. Pada hari normal, omset rata-rata Rp. 2,5 juta dengan estimasi 100 hingga 120 cup tiap hari. Sejak adanya himbauan pemerintah, tentunya Café Janji Jiwa mengalami penurunan omset. Jika kondisi sudah normal, managemen berencana menyambangi sekolah untuk mensupport event sekolah seperti class meeting, sebagai upaya mendekatkan dengan pelanggan. Managemen cafe juga siap berkolaborasi dengan event olah raga ataupun kesenian di Kabupaten Banjarnegara. Janji Jiwa kini digawangi 4 karyawan, yakni 3 barista, dan 1 cashier, semuanya anak muda Kota Dawet Ayu. Mari meniimati kebersamaan di Janji Jiwa. ***



Cek lokasi DI SINI

*Text and Photo by Muji Prast

COMBRO, si Oncom ning Jero, Jajanan apa lagi tuh ?

COMBRO, si Oncom ning Jero, Jajanan apa lagi tuh ?

Oncom ning Jero ?? Apaan tuhh?? …

Say hai dulu ah sama sobat kulinerista yang demen jajan kaya aku hhee..

Kali ini ada yang mau kita bahas seputar jajanan tradisional yang ada di Banjarnegara. COMBRO BANJARNEGARA. Pernah denger?

Kalo ngobrolin soal Combro rasa-rasanya kok aneh ya bisa sampai Banjarnegara. Pasalnya si Combro ini merupakan makanan ringan asli dari Jawa Barat, yaa pokoknya dari tanah Sunda sob.. tapi disana orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Comro atau Gamet,  apakah yang dari Banjarnegara lebih yummy?  yuk kita bahas …..

Jadi gini bray….. kalo emangdemen travelling,  setiap kali kita berkunjung ke daerah baru pasti tidak lupa untuk berburu kuliner, hasilnya kita pasti akan ketemu sama makanan yang mirip dengan makanan yang mungkin pernah kita coba tapi beda rasa, yaa…… itulah hebatnya Indonesia gaes……… beda daerah beda pula standar bumbu yang dipakai, jadi gak usah heran yaa…….. intinya kan tinggal makan gitu lho hahaa..

By the way, salah satu Combro yang terkenal di Banjarnegara ini adalah Combro Kalipalet. Kenapa disebut Combro Kalipalet? Because camilan gurih ini banyak diproduksi di Desa Kalipalet, Banjarnegara yahh….. dan seringnya kalau kita cari combri ini di pasar atau di lokasi kuliner banjarnegara, yang jual adalah embak-embak cantik yang berasal dari daerah kalipalet……halah …….. So, kalo kamu mampir ke Kalipalet Banjarnegara, kamu bakal sering menjumpai si Combro ini……. kurang lebihnya sih gitu………

Di Banjarnegara pun olahan Combro ini sudah umum banget, kayak siapa sih yang nggak kenal Combro yakan…… mungkin karena proses pembuatannya yang mudah dengan bahan-bahan yang umum bisa didapatkan dimana-mana jadi si Combro ini bisa eksis di masyarakat Banjarnegara sampai sekarang. Mantep yah…..

Pengen coba buat combro ? atau sekedar pengen tahu saja apa aja bahan bahan yang katanya mudah didapat itu ?
Gini gengs …….Ada beberapa bahan-bahan yang harus kamu siapkan untuk membuat Combro ini, catat yaa supaya bisa kamu praktekkan di rumah. Ada dua bahan adonan yakni, untuk kulit Combro dan isian si Combro.

Bahan Kulit Combro

Yaaang pertama…….. dan yang paling utama………..bahannya adalah singkong gaes. Yaps betul sekali, singkong adalah bahan utama untuk membuat Combro. Singkong yang digunakanpun harus yang masih mengkel ya, yang apabila dikupas dagingnya putih bersih dan padat, nggak terlalu tua atau terlalu muda apalagi yang sudah membiru, yang seperti itu biasanya pahit atau malah beracun. Kedua kelapa, parutan kelapa digunakan sebagai campuran singkongnya supaya hasil akhir lebih padat dan bertekstur, siapkan garam juga sebagai perasa. Biar gurih sob……

 Bahan isi Combro

Bawang merah, bawang putih, cabai rawit (sesuai selera), daun bawang, daun seledri, dan tidak lupa harus ada isiannya yaa…..Nah sebagai informasi, bedanya Combro Banjarnegara dengan combro sesundaan adalah isinya ini. Kalau di sunda sana isinya mayoritas oncom, kalau di Banjarnegara isinya dominan tempe yang sudah dimasak pedes……. . Kemudian tambahkan beberapa bumbu seperti merica, kecap manis, dan penyedap rasa jika kamu suka.

Okay setelah bahan ready, mari kita masak!

  1. Parut singkong dan kelapa, tambah garam atau penyedap rasa secukupnya. Campurkan keduanya supaya jadi klop..
  2. Tumis atau masak semua bahan untuk isian oncom dan tambahkan bumbu.
  3. Ambil adonan kulit (singkong dan kelapa) yang dikepal sebesar bola pingpong, pipihkan lalu isi dengan isian oncom, lalu bentuk bulat melonjong dan pipih.
  4. Goreng Combro, kemudian sajikan selagi panas supaya lebih yahud pastinya

Gimana? Gampang too…. selain rasanya yang gurih sedikit pedas, Combro recommended buat kamu yang mau tetap lancar ngemil tapi nggak mau gendut atau lagi program diet karena singkong rendah lemak. Selain itu harga Combro ini murmer alias murah meriah aman buat dompet ….. apalagi buat kita kita yang masih berstatus anak kost, lhoo mantep to…

Jadi kalo kamu nih warga kulinerista lagi main-main ke Banjarnegara jangan lupa mampir buat beli dan cobain Combronya yang gurih dan crunchy saat pertama digigit dengan ada sensasi pedas didalamnya, apalagi kamu tambahin gigit cabe rawit deh sob, beuuhhhh aduhaiii.. jangan lupa minumnya yaa, takut seret di tenggorokan hahaa..

Yukk njajan neng Mbanjar!!

 

* Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Mie Murah Kekinian? Ya Mie Ayam Hotplate Roso !

Mie Murah Kekinian? Ya Mie Ayam Hotplate Roso !

Senang sekali bisa kembali menyapa sobat kulinerista yang sudah saya rindukan..aseekk

Yuk kita review salah satu top kuliner Banjarnegara yang d’best dan sayang untuk kamu lewatkan..

Terletak di Jl. Raya Petambakan Dua, Petambakan, Madukara, Banjarnegara… ada salah satu tempat makan andalan semua kalangan pecinta kuliner yang wajib untuk disambangi. Yoi Sob, Mie Ayam Hotplate Roso.

Yuk Kepoin!

Berdiri sejak dua tahun terakhir, Mie Ayam Hotplate Roso tidak pernah sepi pembeli sekalipun hari libur ya sob.. bermodal pengalaman bekerja di Bandung selama kurang lebih dua tahun di tempat makan, Mujiono si owner Mie Ayam Hotplate sudah mantep untuk membuka usaha sendiri. Kini usahanya sudah membuka cabang di area Ajibarang, Wonosobo dan Banjarnegara.. mantep to…

Kalau ditanya soal ide, Mujiono berpendapat kalau ia berbekal pengalaman bekerjanya waktu dulu. Ehhh.. ternyata setelah ia membuka tempat makannya sendiri peminatnya banyak lho sob.. memang kadang kita harus membawa keunikan dari daerah tetangga yaa untuk ide usaha bisnis kuliner seperti pak Muji ini.. Lanjutkeun!

Peminat si Mie Ayam Hotplate tentunya dari segala generasi yaa Sob.. mulai dari anak-anak, dedek-dedek gemeshh, remaja unyu-unyu, Anak Baru Gede (ABG), bapak, ibu, tua, muda….. semua boleh datang icip-icip disini.

Mie Ayam Hotplate Roso buka pukul 10.00 pagi sampai 21.00 malam ya Sob, jadi jangan khawatir kehabisan karena tempat makan ini punya waktu senggang sambil menunggu kamu selesai dari sekolah dan pekerjaan yang menahanmu Hihi..

Sobat kulinerista yang bingung dan bertanya-tanya “kalo kesana ternyata pas tutup gimana dong?” Yaelah tenang aja.. Tempat makan ini buka every day alias setiap hari termasuk pada hari libur dan tanggal merah. Wah para pencari nafkah yee.. Semua demi kepuasan pembeli dong.

Mujiono mengatakan, “tanggal merah justru malah rame” Whoaa mantep tuh.. jadi nggak khawatir mau kongkow dimana gitu kan. Kalo pas tutup berarti owner sedang ada keperluan ya Sob, semoga beruntung.. Hhee.

Omset perhari terbilang cukup dan besar untuk usaha yang masih anyar ini Sob.. itu artinya Mie Ayam Hotplate memang ide usaha menjanjikan yah.

Mujiono juga melayani pemesanan jarak jauh (Delivery Order) via aplikasi food seperti yang kita ketahui sekarang yaa..

Bicara soal Mie Ayam Hotplate nih Sob, jadi makanan ini memang sudah umum sekali kita dengar karena hampir di setiap daerah pasti kita jumpai si Mie Ayam ini. Merakyat gampangnya lah. Tapi soal hotplate-nya mungkin baru beberapa yang mendengarnya..

Mie Ayamnya sama persis dengan yang biasa kalian makan Sob, namun yang unik, Mie Ayam di plating di atas Hotplate yang biasanya kita tahu Hotplate untuk Beef Steak yah.. kemudian ditambah kuah kaldu bening sebagai pelengkap..

Cara menyantapnya pun bikin gemesh nih haha.. Mie Ayam Hotplate yang dihidangkan disiram dengan air kaldu yang tadi sudah disiapkan, Eiit.. jangan semuanya diguyur atau disiram ke Mie Ayamnya yaa, loh kenapa? Kan tanggung tuh..

Sisa kaldu kita seruput sedikit-sedikit disela kita melahap si Mie Ayamnya. Jhahaa gemesh banget yekan.. greget aku dibuatnya.

 

Jangan lupa yang suka pedas bisa tambahkan sambelnya yang super jos bikin mata melotot dan keringat akan perlahan mengucur membasahi wajahmu. Pokoke sambelnya “hah” banget Hihi..

Yang nggak demen Mie Ayam atau bosen sama Mie Ayam yang gitu-gitu aja?

Tenang Sob, Mie Ayam Hotplate hanya bagian dari menu favorit saja ya, masih banyak menu lainnya yang bisa kamu cobain,

Ada Beef Ramen, Chicken Ramen, Sop Ceker Ayam, Batagor, Sosis Tepung Goreng, Kentang Goreng, Pangsit, Mie Ayam Jamur, Mie Ayam Bakso, Mie Ayam Ceker, Mie Ayam Saus Tiram. Minumnya? Jeruk panas/dingin, Teh panas/dingin, Ice Cappucino, dan Lemon Tea… Whooaa macem-macem banget yahh..

Tempat makannya pun nggak kalah kece nih Sob, banyak spot foto kekinian untuk yang suka jeprat-jepret di Smartphone. Warna-warni lukisan di dindingnya menambah betah hati untuk berlama-lama disini. Ada space untuk kamu yang mau duduk lesehan atau duduk di kursi. Dipenak bae Sob (dibikin enak aja).

So, Nunggu apa maning? Datanglah saat senggang yaa,

Yuhh Njajan neng Mbanjar ………

* Penulis + Foto : Dinda Zhalia Kristi Editor : kominfobanjarnegara

Membelah Kabut Naik Kayak di Telaga Merdada

Membelah Kabut Naik Kayak di Telaga Merdada

Jelajah Dieng memang tak akan ada habisnya, banyak tempat-tempat menarik di negeri atas awan ini yang sebenarnya belum begitu terekspose. Telaga Merdada salah satunya, bukan hanya indah, telaga yang satu ini merupakan telaga terluas yang ada di kawasan Dieng lho! Kamu sudah pernah dengar wisata alam Telaga Merdada belum?

Lokasi

Terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, dengan luas telaga 25 hektare ini berada di atas ketinggian 2.045 mdpl dengan pemandangan yang masih alami. Wow!  Sekedar informasi, Jarak dari Komplek Candi Arjuna Dieng menuju obyek wisata telaga merdada ini bisa ditempuh sejauh 3,9 km atau berkendara sekitar 10 menit saja lho.

Sejarah

Seperti yang disebutkan diatas telaga merdada merupakan telaga terluas, luasnya telaga ini menjadi alasan diberikan nama “merdada”. Merdada merujuk pada “dada” yang mengandung makna lapang atau luas. Tahukah kalian bahwa telaga ini tidak memiliki sumber mata air. Seluruh air yang menggenangi telaga ini merupakan tampungan air hujan, ketika musim hujan volume air telaga akan penuh. Begitupun sebaliknya, pada musim kemarau telaga ini akan kering. Bagian tengah telaga akan terlihat dengan jelas. Meski begitu, bukan berarti telaga ini bisa dilintasi dengan berjalan kaki, telaga ini memiliki lumpur yang dalam sehingga berbahaya untuk dilintasi.

Air telaga merupakan sumber air bagi para petani, lahan-lahan kentang yang banyak terdapat di sekitar telaga sangat bergantung pada debit air telaga ini. Obyek wisata telaga merdada memiliki pemandangan yang sangat indah, air yang jernih serta dikelilingi oleh dua perbukitan yaitu bukit pangonan dan bukit semurup yang masih hijau alami menjadikan suasana telaga tampak asri dan sejuk.

Harga Tiket Masuk

Telaga merdada dibuka untuk umum setiap hari dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB, untuk harga tikek masuk atau HTM kamu hanya merogoh uang Rp. 5.000 per orang. Biaya lainnya yang harus kamu keluarkan adalah tiket parkir kendaraan.

Harga tersebut bisa sewaktu-waktu berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jika mengunjungi telaga merdada pada saat bukan hari libur makan tidak dikenakan biaya tiket masuk.

Daya Tarik

Selain melihat-lihat pemandangan yang masih sangat asri serta memancing, pengelola juga menyediakan dua jenis kayak untuk mengelilingi telaga yang dapat disewa oleh pengunjung, kayak tersedia dengan kapasitas single dan double. Pengunjung cukup membayar Rp 25.000 untuk kayak yang digunakan sendirian, dan kayak kapasitas dua orang seharga Rp 50.000 selama setengah jam. Sebelum menaiki kayak, pengunjung diharuskan memakai pelampung dan helm untuk menjaga keselamatan dan perlindungan diri.

Jika wisata kayak di tempat lain biasa dilakukan di tempat terbuka yang relatif memiliki cuaca hangat, di telaga merdada suasana yang disuguhkan sangat jauh berbeda. Di waktu tertentu, dayungan di telaga tersebut akan mengantar pengunjung ke dalam lautan kabut lengkap dengan tiupan angin dingin khas Dataran Tinggi Dieng.

Nah, buat kamu yang ingin merasakan sensasi naik kayak membelah kabut seperti awan dan menikmati embusan udara dingin. Jangan lupa datang ke Telaga Merdada, ya!

Mau berkunjung ke sana ? Cek Disini ya

 

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Warisan Budaya Negeri Di Atas Awan ? Ya Candi Dieng

Warisan Budaya Negeri Di Atas Awan ? Ya Candi Dieng

Kamu sudah ngaku traveller ? atau biker ? atau bahkan pecinta alam yang suka kedinginan di puncak gunung ? Kalau iya, maka kota kecil Banjarnegara merupakan tempat yang sayang untuk dilewatkan.

Dan jika kamu pernah atau tahu tentang dataran tinggi Dieng, maka itulah salah satu kekayaan alamnya yang sudah terkenal kemana-mana dan bahkan lebih terkenal dari nama Banjarnegara itu sendiri hehe……..

Sekedar informasi saja, Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang memiliki luas wilayah yang meliputi 3 kabupaten yaitu Banjarnegara, Batang dan Wonosobo. Namun, sayangnya kebanyakan orang (bahkan di pencarian Google) mengira bahwa Dieng masuk wilayah Kabupaten Wonosobo.

Sebagai contoh nih, objek utama Dieng yang menjadi pusat tujuan wisata pada saat ini adalah Komplek Candi Arjuna. Dan sebagian besar orang mengira bahwa komplek candi Arjuna itu merupakan objek wisata di Wonosobo, padahal sebenarnya komplek candi tersebut merupakan wilayah wisata dieng yang sudah masuk dalam kabupaten Banjarnegara.

Perlu bukti? Pembagian administratif dieng dibagi menjadi dua yaitu dieng wetan kabupaten Wonosobo dengan luas 282 Ha dan dieng kulon kabupaten Banjarnegara dengan luas 338 Ha. Sampai disini paham, bukan?

Dan itu baru komplek Candi Arjuna saja……. belum lainnya…..

By The Way, sudahlah ….. sekarang kita bahas saja Candi candi yang ada di Dieng ya ………

Candi candi di Dieng merupakan sebuah komplek candi yang berasal dari agama Hindu-Siwa, terletak di tanah dataran tinggi Dieng (Dihyang), dengan ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut, berukuran panjang 1 km dan lebar 0,8 km. Di sebelah utara terletak Gunung prau dan dari arah gunung ini mengalir Sungai Tulis ke arah selatan, masuk ke dataran tinggi Dieng dan dahulunya membentuk semacam danau yang dikenal dengan nama Bale Kambang. Agar air tidak terlalu penuh terdapat saluran berupa pipa yang disebut Saluran Aswatama yang sebagian ditemukan di dekat Candi Arjuna. Dari catatan Belanda menyebut ada sekitar 400 candi di dieng, namun hanya beberapa candi yang masih berdiri kokoh.

  1. Komplek Candi Arjuna

Komplek Candi Arjuna merupakan salah satu candi di dataran tinggi dieng yang sangat terkenal, setiap wisatawan yang datang ke Dieng tak akan melewatkan komplek percandian yang satu ini.

Komplek candi arjuna terletak di tengah kawasan Candi Dieng, terdiri atas 4 candi yang berderet memanjang arah utara-selatan. Candi Arjuna berada di ujung selatan, kemudian berturut-turut ke arah utara adalah Candi Srikandi, Candi Sembadra dan Candi Puntadewa. Tepat di depan Candi Arjuna, terdapat Candi Semar. Keempat candi di komplek ini menghadap ke barat, kecuali Candi Semar yang menghadap ke Candi Arjuna. Kelompok candi ini dapat dikatakan yang paling utuh dibandingkan kelompok candi lainnya di kawasan Dieng.

Selain menawarkan daya tarik utama berupa bangunan candi kuno, di waktu-waktu tertentu objek wisata ini juga menawarkan daya tarik tambahan berupa Dieng Culture Festival yang diselenggarakan setiap tahun pada awal bulan agustus lho! Dieng Culture Festival atau yang biasa disebut DCF ini merupakan tradisi turun temurun pemotongan rambut gimbal.

Untuk masuk ke komplek candi arjuna dan kawah sikidang, kamu hanya merogoh uang sebesar Rp. 15.000 saja per orang. Jadi 1 tiket untuk 2 kawasan wisata, murah meriah sekali bukan? Ditambah udara sejuk dingin khas dieng dan pemandangan alamnya yang eksotis akan memanjakan jiwa kamu.

  1. Candi Gatot Kaca

Tidak seperti kawasan candi prambanan atau candi borobudur, candi gatot kaca hanya terdiri atas satu bangunan candi saja. Candi gatot kaca berlokasikan di barat komplek candi arjuna.

Uniknya, selain menawarkan daya tarik utama berupa wisata sejarah, candi gatot kaca juga menawarkan panorama alam sekitar yang masih asri dan tertata dengan rapi. Walaupun terletak di kawasan pedesaan, fasilitas wisata yang tersedia ini juga tergolong cukup lengkap lho! Dari mulai warung kopi, warung makan, toilet sampai dengan pedagang souvenir khas dieng, cukup lengkap bukan?

  1. Candi Bima

Candi ini memiliki bangunan arsitektur yang mirip seperti candi-candi di India dan terbilang unik karena sedikit berbeda dengan kebanyakan candi lain di Dieng. Menurut informasi yang beredar, candi bima pernah mengalami pemugaran pada tahun 2012. Selepas pemugaran, saat ini bangunan candi ini kembali terlihat bagus dan menarik untuk dikunjungi. Pemugaran ini dilakukan sebagai wujud pelestarian supaya benda-benda peninggalan sejarah tidak hancur atau rusak dimakan zaman.

  1. Candi Dwarawati

Meskipun tidak sepopuler candi arjuna dan gatotkaca ataupun candi bima. Candi yang satu ini berukuran kecil dan lokasinya tersembunyi. Candi yang dulunya dibangun sebagai pemujaan terhadap dewa Syiwa ini sebenarnya memiliki teman seperti candi margasari, candi pandu dan candi parikesit. Namun untuk saat ini, hanya Candi Dwarawati yang masih kokoh berdiri, bangunan candi lainnya sudah hancur.

  1. Candi Semar

Candi ini letaknya berhadapan dengan candi arjuna. Denah dasarnya berbentuk persegi empat membujur arah utara-selatan. Batu candi setinggi sekitar 50 cm, dengan ketinggian sekitar 3m. Tangga menuju pintu masuk ke ruang dalam tubuh candi terdapat di sisi timur.

  1. Candi Sembadra

Candi sembrada ini memiliki keunikan tersendiri dibanding candi lainnya di dieng. Jika candi lainnya memiliki denah segiempat, candi sembara satu-satunya candi di dieng yang memiliki denah segi delapan. Menurut para ahli atap candi sembadra bukanlah kubus seperti yang ada di internet melainkan ratna yaitu batu kemuncak patah asli yang terpasang sampai sekarang. Atapnya juga terdiri dari batu-batu yang sebagian masih asli.

  1. Candi Srikandi

Candi ini terletak di selatan candi arjuna. Batu candi setinggi sekitar 50 cm dengan denah dasar berbentuk kubus. Pada dinding utara terdapat pahatan yang menggambarkan Wisnu, pada dinding timur menggambarkan Syiwa dan pada dinding selatan menggambarkan Brahma. Sebagian besar pahatan tersebut sudah rusak dan atap candi sudah rusak sehingga tidak terlihat lagi bentuk aslinya.

  1. Candi Puntadewa

Seperti candi lainnya, ukuran candi puntadewa tidak terlalu besar, namun candi ini tampak lebih tinggi. Tubuh candi berdiri di atas batur bersusun setinggi sekitar 2,5 m. Atap candi tersusun tinggi ke atas menyerupai meru, berupa tiga tingkatan dimana puncaknya berbentuk ratna menyerupai teratai bertumpuk dua.

  1. Candi Setyaki

Candi setyaki berada tidak jauh sebelah barat komplek candi arjuna hanya berjarak sekitar 200m. Candi setyaki segera direhabilitasi, karena beberapa bagian candi pecah dan tenggelam ke dalam tanah. Proses perbaikannya diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun, dimulai dari selasar candi pada tahun pertama.

  1. Candi Kunti

Lokasinya di sebelah Museum Kailasa, lereng bukit pangonan. Atau sebelah barat Komplek Candi Arjuna. Untuk yang satu ini baru ditemukan kaki candi dengan tinggi sekitar 1 meter, serta ratna atau bagian atap candi.

Candi kunti memiliki bentuk persegi panjang seperti palang yunani, bentuk ini tidak seperti candi dieng lainnya. Selain itu, candi kunti ini menghadap ke timur atau menghadap kearah candi-candi yang berada di komplek candi arjuna. Kebalikannya, candi-candi yang berada di komplek candi arjuna ini menghadap ke barat.

Sekedar info, akses jalan menuju ke Dieng sekarang sangat mudah kok. Ada 4 rute yang bisa dilalui yaitu :

  1. Via Banjarnegara – Karangkobar – Pejawaran – Dieng (jalurnya pecinta Kopi)
  2. Via Pekalongan – Kalibening – Wanayasa – Dieng (jalur eksotis puncak gunung)
  3. Via Batang – Sigemplong – Dieng (lagi viral dengan sebutan Tol Atas Awan)
  4. Via Wonosobo (yang sudah mainstream hehehe)

Pemandangan di candi dieng ini cukup apik untuk dimanfaatkan bagi kamu yang suka fotografi. Dengan view yang luar biasa tentunya tidak akan kamu lewatkan begitu saja, bukan? Selain mengambil foto-foto cantik, kamu juga bisa mempelajari sejarah kawasan wisata ini loh!

Nah, bagaimana? Sudah siap untuk berlibur sambil belajar sejarah?

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Nongkrong asik dengan sajian ala ndeso di Kopi Kebul

Nongkrong asik dengan sajian ala ndeso di Kopi Kebul

Yuk ngopi yuk….

Sobat ogut, yok aku ajak kalian ke tempat nongkrong ndeso di Banjarnegara yang wajib kamu sambangi. Ada satu namanya Warung Kopi Kebul, Lhoo penasaran? Apa yang ngebul ya sob?

Kebul atau Ngebul dalam bahasa Jawa artinya “menguap”. Pernah rebus air kan? Kalo mendidih terus keluar uap putih? nah kira-kira sama seperti itu lah sob haha.. Warung Kopi Kebul terletak di Jalan Raya Kenteng, Stadion Kolopaking Banjarnegara. Bangunan ala Joglo sudra dan pernak pernik barang antik yang unik dan lawas membuat kesan tersendiri bagi para pelanggan yang seolah menghipnotis mata.

Emm….. kira-kira, aku dimana sii kok aku nggak mau pulang ya rasanya betah…. hoho..

konsep seperti ini memang sengaja diusung guna mengangkat budaya tradisional Jawa yang ndeso tapi ciamik banget. Kalian sadar nggak nih sob, bahwa yang seperti ini yang banyak diburu karena bosan sama caffe yang konsepnya modern terus yakaann..

Harga yang dipatok untuk setiap kuliner dan minuman disana dijamin merakyat sesuai kantong pelajar yang masih minta sangu kayak aku hhe.. Soal menu yang ditawarkan juga bikin mbetahi (ngangenin) sama rumah.

Menu tradisional seperti nasi jagung, leye (oyek), nasi putih, nasi beras merah, nasi tiwul ada semua sob. Menu yang lain? ada pepes ikan, pepes jamur, pelesnian sing, ayam goreng bacem, tahu goreng bacem, urab atau kluban komplit dengan ikan asin dan sambalnya yang terbuat dari parutan kelapa, dan yang banyak disukai justru goreng ‘rese’ atau ikan asin. Ceritanya menu the best lahyaa..

Untuk lauk juga tersedia aneka baceman tahu tempe, ikan mujahir, opor ayam kampong, ayam goreng, pecak lele atau lele mangut. Juga tidak lupa aneka gorengan mandoan, pisang goreng kepok, tahu tempe bawang, bergedel.

Aneka sambal disajikan gratis, seperti sambal lombok ijo, sambal trasi, sambal gosrek, sambal tomat. Jangan buru-buru pulang sebelum mencicipi sambal ijonya ya, karena mayoritas pembeli memburu sambal ijo ini. Orang Indonesia suka cabe emang jhahaa.. Pengunjung yang pernah merasakan masakan warung kopi kebul ini dijamin akan kembali ke sini, resepnya bener-bener maknyus di lidah, serasa bernostalgia dengan masakan-masakan simbah dulu. TOP!

Sayuran ala kampung? Ada sob, sayur Lompong, lencak gereh kenci, sayur asem, aneka sayur lodeh, dong gandul, dong telo, sayur rebung, tempe Lombok ijo,sayur jantung pisang, oseng tempe, dan oseng sayuran lainnya yang semuanya memang umum kita makan. So, biar kata nongkrong tapi tetep kayak di rumah. Mantep kan.. wohyaa jelas..

dari tadi ngobrolin makanan mulu ya, oke yang udah seret teggorokannya mari medang (minum).. adapun menu minuman tradisional disini ada kopi, teh manis, jeruk manis, wedang uwuh plus mendoan dan bakwan sebagai pelengkapnya.

Mau camilan ringan? ondol-ondol recommended sob, paling cocok dilahap dengan kopi atau teh panas. Bentuknya yang bulat bak bakso, ditusuk rapi seperti sate makin gampang ditelan hahaa.. Ondol-ondol merupakan jajanan kampung asli Banjarnegara yang terbuat dari singkong.

Rasa-rasanya aku kayak nge-riview karena sangking komplitnya. Laper mak..

Warung yang kabarnya baru dirintisnya pada Februari 2019 lalu ini hampir setiap hari apalagi jam makan siang pasti sangat ramai pengunjung. dan rata rata rombongan orang lapar lho guys. nah bisa dibayangkan saja bagaimana hasil yang didapat Mas Jatmiko selaku pemilik…….

Sekarang kita bahas soal bangunan warung ini ya sob.. sesuai konsep yang diusung yakni Jogloan atau Rumah Joglo.

Rumah joglo merupakan bangunan arsitektur tradisional jawa tengah. Rumah joglo mempunyai kerangka bangunan utama yang terdiri dari soko guru berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan disetiap ujung Joglo serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru.

Susunan ruangan pada Joglo umumnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruangan pertemuan yang disebut pendhapa (pendopo), ruang tengah atau ruang  pringgitan, dan ruang belakang yang disebut dalem atau  ruang keluarga.

Seiring dengan perkembangan jaman, rumah joglo semakin terkikis dan bisa dibilang langka. Kita ketahui bahwa joglo adalah peninggalan budaya nenek moyang jawa tengah yang harus kita lestarikan dan kita jaga nilai-nilai filosofinya. Kalian masih bisa menjumpai Joglo yang lain, biasanya identik untuk bangunan pendopo pemerintahan daerah.

Whoaa mantap yah.. bicara soal kearifan lokal Jawa memang selalu bikin merinding dan takjub. Keren sob…!

Di kabupaten banjarnegara ada salah satu bangunan Joglo limasan yang sudah beralih fungsi menjadi warung makan. Lokasinya tepat di pinggir sawah, dengan suasana sejuk, view panorama hijau dari pohon-pohon kelapa yang melambai-lambai tertiup angin, dengan latar Gunung yang sangat indah. Ini dia si Warung Kopi Kebul. Asri sekali yaa Tuhan..

Saat ini memang banyak sekali warung makan yang menggunakan bangunan etnik Joglo, bahkan terkesan sangat mewah dengan furniture antik yang menjadi daya tarik pembeli.

Tidak seperti Joglo pada umumnya, Warung Kopi Kebul ini mengusung konsep Joglo yang sangat sederhana sekali, bahkan bisa dibilang joglo dengan strata bawah/ sudra/rakyat jelata. Joglo punya strata sob haha.. ampun yaa…

Konsep yang demikian sederhananya itu tidak lain untuk menarik minat pembeli. Supaya apa? Yaa supaya merasa kembali ke rumah dan betah gitu sob. Kayak kamu yang betah bersama doi yekaann…

Begitu masuk warung kamu akan merasa kembali ke masa lalu. Widiihhh..

Dinding, meja, jendela, semua dari kayu. Lampu gantung yang masih otentik, tiang penyangga dari batu bata, lukisan lawas dan kaca pangilon, spot bambu, rasanya ditarik mundur untuk bernostalgia ke jaman kita masih anak-anak dan terngiang akan ramah dan rasa sayangnya simbah “ngemong” kita dulu. Wong Jowo kudu paham lhoo…

Joglo Warung Kopi Kebul sendiri merupakan Joglo Banyumasan. Sang pemilik yaitu mas Jatmiko membeli Joglo tersebut di kebumen dan membawanya ke Banjarnegara.

Selain joglo itu sendiri, kopi kebul juga mempunyai serambi di samping depan sebagai tempat alternative pengunjung untuk menyantap makanan. Area parkirpun tersedia disana. Jangan khawatir nggak kebagian tempat apalagi bingung parkir kendaraan sob, anggaplah seperti di rumah sendiri dah.. dikepenak bae (dibikin enak saja).

Mungkin kalian bertanya-tanya “darimana kebulnya?” sini-sini aku kasih tau..

Jadi nih sobat ogut, kebul yang dimaksud adalah ciri khas atau keunikan yang disajikan di Warung Kopi Kebul ini yaitu pengunjung bisa merasakan sensasi merokok linthing gratis sembari ngopi dari biji kopi murni arabika gunung lanang, pengunjung juga bisa menikmati rasa tembakau nusantara pilihan. Mantepe pol cuuyy hahaa..

Btw nih sob, linting tau kan?  Itu sob, cara merokok orang jaman dulu yang harus ngebungkus sendiri rokoknya. Setelah tembakau kering dibungkus kertas rokok, baru deh di linting atau digulung.. klasik yah tapi masih trend sampai sekarang.

Selain bisa kongkow ala di rumah, kalian juga bisa menikmati sensasi rokok linting dan kopi yahud-nya.. Lho mantep to..!!

Sebetulnya masih banyak cerita soal warung kopi kebul yang masih ingin aku share tapi mata dah lelah, lain waktu aja ya.. daripada penasaran, wis saiki cuss bae nganah  (otw aja langsung)

Ingat sob,  budaya lokal adalah kekayaan Nusantara yang harus terus kita jaga ya, yang seperti ini kudu diapresiasi dan dipertahankan supaya budaya kita nggak luntur tergerus zaman.

Mau kesana ? cek aja peta ini gaess

* Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : ngatmow Editor : kominfobanjarnegara