Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
Warisan Budaya Negeri Di Atas Awan ? Ya Candi Dieng

Warisan Budaya Negeri Di Atas Awan ? Ya Candi Dieng

Kamu sudah ngaku traveller ? atau biker ? atau bahkan pecinta alam yang suka kedinginan di puncak gunung ? Kalau iya, maka kota kecil Banjarnegara merupakan tempat yang sayang untuk dilewatkan.

Dan jika kamu pernah atau tahu tentang dataran tinggi Dieng, maka itulah salah satu kekayaan alamnya yang sudah terkenal kemana-mana dan bahkan lebih terkenal dari nama Banjarnegara itu sendiri hehe……..

Sekedar informasi saja, Dieng adalah sebuah dataran tinggi yang memiliki luas wilayah yang meliputi 3 kabupaten yaitu Banjarnegara, Batang dan Wonosobo. Namun, sayangnya kebanyakan orang (bahkan di pencarian Google) mengira bahwa Dieng masuk wilayah Kabupaten Wonosobo.

Sebagai contoh nih, objek utama Dieng yang menjadi pusat tujuan wisata pada saat ini adalah Komplek Candi Arjuna. Dan sebagian besar orang mengira bahwa komplek candi Arjuna itu merupakan objek wisata di Wonosobo, padahal sebenarnya komplek candi tersebut merupakan wilayah wisata dieng yang sudah masuk dalam kabupaten Banjarnegara.

Perlu bukti? Pembagian administratif dieng dibagi menjadi dua yaitu dieng wetan kabupaten Wonosobo dengan luas 282 Ha dan dieng kulon kabupaten Banjarnegara dengan luas 338 Ha. Sampai disini paham, bukan?

Dan itu baru komplek Candi Arjuna saja……. belum lainnya…..

By The Way, sudahlah ….. sekarang kita bahas saja Candi candi yang ada di Dieng ya ………

Candi candi di Dieng merupakan sebuah komplek candi yang berasal dari agama Hindu-Siwa, terletak di tanah dataran tinggi Dieng (Dihyang), dengan ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut, berukuran panjang 1 km dan lebar 0,8 km. Di sebelah utara terletak Gunung prau dan dari arah gunung ini mengalir Sungai Tulis ke arah selatan, masuk ke dataran tinggi Dieng dan dahulunya membentuk semacam danau yang dikenal dengan nama Bale Kambang. Agar air tidak terlalu penuh terdapat saluran berupa pipa yang disebut Saluran Aswatama yang sebagian ditemukan di dekat Candi Arjuna. Dari catatan Belanda menyebut ada sekitar 400 candi di dieng, namun hanya beberapa candi yang masih berdiri kokoh.

  1. Komplek Candi Arjuna

Komplek Candi Arjuna merupakan salah satu candi di dataran tinggi dieng yang sangat terkenal, setiap wisatawan yang datang ke Dieng tak akan melewatkan komplek percandian yang satu ini.

Komplek candi arjuna terletak di tengah kawasan Candi Dieng, terdiri atas 4 candi yang berderet memanjang arah utara-selatan. Candi Arjuna berada di ujung selatan, kemudian berturut-turut ke arah utara adalah Candi Srikandi, Candi Sembadra dan Candi Puntadewa. Tepat di depan Candi Arjuna, terdapat Candi Semar. Keempat candi di komplek ini menghadap ke barat, kecuali Candi Semar yang menghadap ke Candi Arjuna. Kelompok candi ini dapat dikatakan yang paling utuh dibandingkan kelompok candi lainnya di kawasan Dieng.

Selain menawarkan daya tarik utama berupa bangunan candi kuno, di waktu-waktu tertentu objek wisata ini juga menawarkan daya tarik tambahan berupa Dieng Culture Festival yang diselenggarakan setiap tahun pada awal bulan agustus lho! Dieng Culture Festival atau yang biasa disebut DCF ini merupakan tradisi turun temurun pemotongan rambut gimbal.

Untuk masuk ke komplek candi arjuna dan kawah sikidang, kamu hanya merogoh uang sebesar Rp. 15.000 saja per orang. Jadi 1 tiket untuk 2 kawasan wisata, murah meriah sekali bukan? Ditambah udara sejuk dingin khas dieng dan pemandangan alamnya yang eksotis akan memanjakan jiwa kamu.

  1. Candi Gatot Kaca

Tidak seperti kawasan candi prambanan atau candi borobudur, candi gatot kaca hanya terdiri atas satu bangunan candi saja. Candi gatot kaca berlokasikan di barat komplek candi arjuna.

Uniknya, selain menawarkan daya tarik utama berupa wisata sejarah, candi gatot kaca juga menawarkan panorama alam sekitar yang masih asri dan tertata dengan rapi. Walaupun terletak di kawasan pedesaan, fasilitas wisata yang tersedia ini juga tergolong cukup lengkap lho! Dari mulai warung kopi, warung makan, toilet sampai dengan pedagang souvenir khas dieng, cukup lengkap bukan?

  1. Candi Bima

Candi ini memiliki bangunan arsitektur yang mirip seperti candi-candi di India dan terbilang unik karena sedikit berbeda dengan kebanyakan candi lain di Dieng. Menurut informasi yang beredar, candi bima pernah mengalami pemugaran pada tahun 2012. Selepas pemugaran, saat ini bangunan candi ini kembali terlihat bagus dan menarik untuk dikunjungi. Pemugaran ini dilakukan sebagai wujud pelestarian supaya benda-benda peninggalan sejarah tidak hancur atau rusak dimakan zaman.

  1. Candi Dwarawati

Meskipun tidak sepopuler candi arjuna dan gatotkaca ataupun candi bima. Candi yang satu ini berukuran kecil dan lokasinya tersembunyi. Candi yang dulunya dibangun sebagai pemujaan terhadap dewa Syiwa ini sebenarnya memiliki teman seperti candi margasari, candi pandu dan candi parikesit. Namun untuk saat ini, hanya Candi Dwarawati yang masih kokoh berdiri, bangunan candi lainnya sudah hancur.

  1. Candi Semar

Candi ini letaknya berhadapan dengan candi arjuna. Denah dasarnya berbentuk persegi empat membujur arah utara-selatan. Batu candi setinggi sekitar 50 cm, dengan ketinggian sekitar 3m. Tangga menuju pintu masuk ke ruang dalam tubuh candi terdapat di sisi timur.

  1. Candi Sembadra

Candi sembrada ini memiliki keunikan tersendiri dibanding candi lainnya di dieng. Jika candi lainnya memiliki denah segiempat, candi sembara satu-satunya candi di dieng yang memiliki denah segi delapan. Menurut para ahli atap candi sembadra bukanlah kubus seperti yang ada di internet melainkan ratna yaitu batu kemuncak patah asli yang terpasang sampai sekarang. Atapnya juga terdiri dari batu-batu yang sebagian masih asli.

  1. Candi Srikandi

Candi ini terletak di selatan candi arjuna. Batu candi setinggi sekitar 50 cm dengan denah dasar berbentuk kubus. Pada dinding utara terdapat pahatan yang menggambarkan Wisnu, pada dinding timur menggambarkan Syiwa dan pada dinding selatan menggambarkan Brahma. Sebagian besar pahatan tersebut sudah rusak dan atap candi sudah rusak sehingga tidak terlihat lagi bentuk aslinya.

  1. Candi Puntadewa

Seperti candi lainnya, ukuran candi puntadewa tidak terlalu besar, namun candi ini tampak lebih tinggi. Tubuh candi berdiri di atas batur bersusun setinggi sekitar 2,5 m. Atap candi tersusun tinggi ke atas menyerupai meru, berupa tiga tingkatan dimana puncaknya berbentuk ratna menyerupai teratai bertumpuk dua.

  1. Candi Setyaki

Candi setyaki berada tidak jauh sebelah barat komplek candi arjuna hanya berjarak sekitar 200m. Candi setyaki segera direhabilitasi, karena beberapa bagian candi pecah dan tenggelam ke dalam tanah. Proses perbaikannya diperkirakan memakan waktu hingga dua tahun, dimulai dari selasar candi pada tahun pertama.

  1. Candi Kunti

Lokasinya di sebelah Museum Kailasa, lereng bukit pangonan. Atau sebelah barat Komplek Candi Arjuna. Untuk yang satu ini baru ditemukan kaki candi dengan tinggi sekitar 1 meter, serta ratna atau bagian atap candi.

Candi kunti memiliki bentuk persegi panjang seperti palang yunani, bentuk ini tidak seperti candi dieng lainnya. Selain itu, candi kunti ini menghadap ke timur atau menghadap kearah candi-candi yang berada di komplek candi arjuna. Kebalikannya, candi-candi yang berada di komplek candi arjuna ini menghadap ke barat.

Sekedar info, akses jalan menuju ke Dieng sekarang sangat mudah kok. Ada 4 rute yang bisa dilalui yaitu :

  1. Via Banjarnegara – Karangkobar – Pejawaran – Dieng (jalurnya pecinta Kopi)
  2. Via Pekalongan – Kalibening – Wanayasa – Dieng (jalur eksotis puncak gunung)
  3. Via Batang – Sigemplong – Dieng (lagi viral dengan sebutan Tol Atas Awan)
  4. Via Wonosobo (yang sudah mainstream hehehe)

Pemandangan di candi dieng ini cukup apik untuk dimanfaatkan bagi kamu yang suka fotografi. Dengan view yang luar biasa tentunya tidak akan kamu lewatkan begitu saja, bukan? Selain mengambil foto-foto cantik, kamu juga bisa mempelajari sejarah kawasan wisata ini loh!

Nah, bagaimana? Sudah siap untuk berlibur sambil belajar sejarah?

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Nongkrong asik dengan sajian ala ndeso di Kopi Kebul

Nongkrong asik dengan sajian ala ndeso di Kopi Kebul

Yuk ngopi yuk….

Sobat ogut, yok aku ajak kalian ke tempat nongkrong ndeso di Banjarnegara yang wajib kamu sambangi. Ada satu namanya Warung Kopi Kebul, Lhoo penasaran? Apa yang ngebul ya sob?

Kebul atau Ngebul dalam bahasa Jawa artinya “menguap”. Pernah rebus air kan? Kalo mendidih terus keluar uap putih? nah kira-kira sama seperti itu lah sob haha.. Warung Kopi Kebul terletak di Jalan Raya Kenteng, Stadion Kolopaking Banjarnegara. Bangunan ala Joglo sudra dan pernak pernik barang antik yang unik dan lawas membuat kesan tersendiri bagi para pelanggan yang seolah menghipnotis mata.

Emm….. kira-kira, aku dimana sii kok aku nggak mau pulang ya rasanya betah…. hoho..

konsep seperti ini memang sengaja diusung guna mengangkat budaya tradisional Jawa yang ndeso tapi ciamik banget. Kalian sadar nggak nih sob, bahwa yang seperti ini yang banyak diburu karena bosan sama caffe yang konsepnya modern terus yakaann..

Harga yang dipatok untuk setiap kuliner dan minuman disana dijamin merakyat sesuai kantong pelajar yang masih minta sangu kayak aku hhe.. Soal menu yang ditawarkan juga bikin mbetahi (ngangenin) sama rumah.

Menu tradisional seperti nasi jagung, leye (oyek), nasi putih, nasi beras merah, nasi tiwul ada semua sob. Menu yang lain? ada pepes ikan, pepes jamur, pelesnian sing, ayam goreng bacem, tahu goreng bacem, urab atau kluban komplit dengan ikan asin dan sambalnya yang terbuat dari parutan kelapa, dan yang banyak disukai justru goreng ‘rese’ atau ikan asin. Ceritanya menu the best lahyaa..

Untuk lauk juga tersedia aneka baceman tahu tempe, ikan mujahir, opor ayam kampong, ayam goreng, pecak lele atau lele mangut. Juga tidak lupa aneka gorengan mandoan, pisang goreng kepok, tahu tempe bawang, bergedel.

Aneka sambal disajikan gratis, seperti sambal lombok ijo, sambal trasi, sambal gosrek, sambal tomat. Jangan buru-buru pulang sebelum mencicipi sambal ijonya ya, karena mayoritas pembeli memburu sambal ijo ini. Orang Indonesia suka cabe emang jhahaa.. Pengunjung yang pernah merasakan masakan warung kopi kebul ini dijamin akan kembali ke sini, resepnya bener-bener maknyus di lidah, serasa bernostalgia dengan masakan-masakan simbah dulu. TOP!

Sayuran ala kampung? Ada sob, sayur Lompong, lencak gereh kenci, sayur asem, aneka sayur lodeh, dong gandul, dong telo, sayur rebung, tempe Lombok ijo,sayur jantung pisang, oseng tempe, dan oseng sayuran lainnya yang semuanya memang umum kita makan. So, biar kata nongkrong tapi tetep kayak di rumah. Mantep kan.. wohyaa jelas..

dari tadi ngobrolin makanan mulu ya, oke yang udah seret teggorokannya mari medang (minum).. adapun menu minuman tradisional disini ada kopi, teh manis, jeruk manis, wedang uwuh plus mendoan dan bakwan sebagai pelengkapnya.

Mau camilan ringan? ondol-ondol recommended sob, paling cocok dilahap dengan kopi atau teh panas. Bentuknya yang bulat bak bakso, ditusuk rapi seperti sate makin gampang ditelan hahaa.. Ondol-ondol merupakan jajanan kampung asli Banjarnegara yang terbuat dari singkong.

Rasa-rasanya aku kayak nge-riview karena sangking komplitnya. Laper mak..

Warung yang kabarnya baru dirintisnya pada Februari 2019 lalu ini hampir setiap hari apalagi jam makan siang pasti sangat ramai pengunjung. dan rata rata rombongan orang lapar lho guys. nah bisa dibayangkan saja bagaimana hasil yang didapat Mas Jatmiko selaku pemilik…….

Sekarang kita bahas soal bangunan warung ini ya sob.. sesuai konsep yang diusung yakni Jogloan atau Rumah Joglo.

Rumah joglo merupakan bangunan arsitektur tradisional jawa tengah. Rumah joglo mempunyai kerangka bangunan utama yang terdiri dari soko guru berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan disetiap ujung Joglo serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru.

Susunan ruangan pada Joglo umumnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruangan pertemuan yang disebut pendhapa (pendopo), ruang tengah atau ruang  pringgitan, dan ruang belakang yang disebut dalem atau  ruang keluarga.

Seiring dengan perkembangan jaman, rumah joglo semakin terkikis dan bisa dibilang langka. Kita ketahui bahwa joglo adalah peninggalan budaya nenek moyang jawa tengah yang harus kita lestarikan dan kita jaga nilai-nilai filosofinya. Kalian masih bisa menjumpai Joglo yang lain, biasanya identik untuk bangunan pendopo pemerintahan daerah.

Whoaa mantap yah.. bicara soal kearifan lokal Jawa memang selalu bikin merinding dan takjub. Keren sob…!

Di kabupaten banjarnegara ada salah satu bangunan Joglo limasan yang sudah beralih fungsi menjadi warung makan. Lokasinya tepat di pinggir sawah, dengan suasana sejuk, view panorama hijau dari pohon-pohon kelapa yang melambai-lambai tertiup angin, dengan latar Gunung yang sangat indah. Ini dia si Warung Kopi Kebul. Asri sekali yaa Tuhan..

Saat ini memang banyak sekali warung makan yang menggunakan bangunan etnik Joglo, bahkan terkesan sangat mewah dengan furniture antik yang menjadi daya tarik pembeli.

Tidak seperti Joglo pada umumnya, Warung Kopi Kebul ini mengusung konsep Joglo yang sangat sederhana sekali, bahkan bisa dibilang joglo dengan strata bawah/ sudra/rakyat jelata. Joglo punya strata sob haha.. ampun yaa…

Konsep yang demikian sederhananya itu tidak lain untuk menarik minat pembeli. Supaya apa? Yaa supaya merasa kembali ke rumah dan betah gitu sob. Kayak kamu yang betah bersama doi yekaann…

Begitu masuk warung kamu akan merasa kembali ke masa lalu. Widiihhh..

Dinding, meja, jendela, semua dari kayu. Lampu gantung yang masih otentik, tiang penyangga dari batu bata, lukisan lawas dan kaca pangilon, spot bambu, rasanya ditarik mundur untuk bernostalgia ke jaman kita masih anak-anak dan terngiang akan ramah dan rasa sayangnya simbah “ngemong” kita dulu. Wong Jowo kudu paham lhoo…

Joglo Warung Kopi Kebul sendiri merupakan Joglo Banyumasan. Sang pemilik yaitu mas Jatmiko membeli Joglo tersebut di kebumen dan membawanya ke Banjarnegara.

Selain joglo itu sendiri, kopi kebul juga mempunyai serambi di samping depan sebagai tempat alternative pengunjung untuk menyantap makanan. Area parkirpun tersedia disana. Jangan khawatir nggak kebagian tempat apalagi bingung parkir kendaraan sob, anggaplah seperti di rumah sendiri dah.. dikepenak bae (dibikin enak saja).

Mungkin kalian bertanya-tanya “darimana kebulnya?” sini-sini aku kasih tau..

Jadi nih sobat ogut, kebul yang dimaksud adalah ciri khas atau keunikan yang disajikan di Warung Kopi Kebul ini yaitu pengunjung bisa merasakan sensasi merokok linthing gratis sembari ngopi dari biji kopi murni arabika gunung lanang, pengunjung juga bisa menikmati rasa tembakau nusantara pilihan. Mantepe pol cuuyy hahaa..

Btw nih sob, linting tau kan?  Itu sob, cara merokok orang jaman dulu yang harus ngebungkus sendiri rokoknya. Setelah tembakau kering dibungkus kertas rokok, baru deh di linting atau digulung.. klasik yah tapi masih trend sampai sekarang.

Selain bisa kongkow ala di rumah, kalian juga bisa menikmati sensasi rokok linting dan kopi yahud-nya.. Lho mantep to..!!

Sebetulnya masih banyak cerita soal warung kopi kebul yang masih ingin aku share tapi mata dah lelah, lain waktu aja ya.. daripada penasaran, wis saiki cuss bae nganah  (otw aja langsung)

Ingat sob,  budaya lokal adalah kekayaan Nusantara yang harus terus kita jaga ya, yang seperti ini kudu diapresiasi dan dipertahankan supaya budaya kita nggak luntur tergerus zaman.

Mau kesana ? cek aja peta ini gaess

* Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : ngatmow Editor : kominfobanjarnegara

Waduk Mrica Banjarnegara

Waduk Mrica Banjarnegara

Banjarnegara terkenal dengan udaranya yang dingin dan sejuk, terutama di daerah dataran tinggi Dieng. Tetapi Banjarnegara juga memiliki sebuah waduk buatan yang membendung sungai serayu yang melintasi wilayah Banjarnegara. Waduk mrica atau dikenal juga sebagai Bendungan Panglima Besar Jenderal Soedirman sebenarnya difungsikan sebagai sarana PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang melayani area Jawa dan Bali. Listrik yang dihasilkan dari waduk ini mencapai 184,5 MW. Selain berfungsi sebagai PLTA, waduk mrica juga digunakan sebagai destinasi wisata.

Lokasi

Dimana lokasi wisata waduk mrica Banjarnegara Jawa Tengah? Seperti yang diatas lokasi terletak di sebelah barat kota banjarnegara. Tepatnya berada di dua kecamatan yaitu kecamatan Wanadadi dan kecamatan Bawang kabupaten Banjarnegara. Jaraknya sekitar 9km dari pusat kota Banjarnegara. Tetapi jika kamu masih bingung dimana lokasi atau letak wisata waduk mrica, kamu bisa mencari dengan mengetik wisata waduk mrica banjarnegara jawa tengah di search google maps saja, di google maps sudah tertandai dimana lokasi yang kamu cari tersebut. Dari jalan raya sedikit masuk ke dalam, ditandai dengan gapura wisata menuju waduk mrica.

Sejarah

Sabtu, 28 Februari 1987 Presiden Soeharto meletakkan batu abadi Bendungan Utama PLTA Mrica di Banjarnegara, Jawa Tengah. Upacara ini menandai dimulainya pembangunan bendungan utama PLTA Mrica. Penggunaannya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1989, selain sebagai PLTA dan destinasi wisata namun juga untuk kemanfaatan para petani sebagai sarana menstabilkan aliran air irigasi menuju sawah-sawah yang terbentang di wilayah Banjarnegara.

Bendungan ini membentuk waduk yang sangat luas, hingga menenggelamkan 32 desa di 7 kecamatan yang ada disekitar aliran sungai Serayu Banjarnegara. Tidak menyangka juga, jika waduk mrica dinobatkan sebagai predikat waduk yang mempunyai bendukan terpanjang se Asia Tenggara dengan panjang 6,5 km dan luas 1.250 Ha.

Daya Tarik

Bagi kamu yang berkunjung ke waduk mrica bisa menikmati suasana di pinggir waduk yang asik dengan ditemani suara gemericik air. Suasana di pinggir waduk hampir sama suasana di tepi pantai karena luasnya waduk tersebut sehingga tampak seperti lautan, hamparan airnya sangat luas ujung waduk nyaris tidak nampak.

Saking luasnya waduk mrica, beberapa fasilitas sudah dibangun cukup lengkap, seperti sarana wisata air, perahu motor, dayung, pemancingan, play ground khusus anak-anak, panggung terbuka, padang golf 8 hole dan masih banyak lagi.

Bagi kamu penggemar olahraga ekstrem, didekat waduk mrica terdapat spot arung jeram. Waduk ini lah yang digunakan sebagai hulu sungai serayu yang terkenal akan rute arung jeramnya, lintasannya dimulai dari desa Tunggoro hingga desa Singomerto, kecamatan Sigaluh. Panjang rute lintasan arung jeram mencapai 12 km.

Tumbuhan yang rindang di pinggiran waduk akan dirasakan siapapun pengunjung yang datang kesini. Selain itu, kesan sejuk dan segar akan menambah senang jika kamu berada disini.

Seperti biasa, jika masuk ke tempat wisata pasti ada biaya restribusi. Satu tiket masuk seharga 3ribu dan tiket parkir 2ribu, tiketnya pas di hati dan kantongmu bukan?

Saran dan Tips

Saran dan tips sebelum menuju ke tempat wisata waduk mrica banjarnegara kamu perlu mempersiapkan keperluan yang akan dibutuhkan seperti membawa bekal, air minum dan lainnya. Serta beberapa barang tambahan seperti kamera karena kamu pasti ingin mengabadikan moment bersama keluarga ataupun teman-teman. Siapkanlah fisik dan kendaraan supaya liburanmu berjalan dengan lancar, jangan lupa jaga kondisi diri dan selalu berhati-hati, ya!

Nah, bagaimana? Siap untuk jalan-jalan?

Kalau mau ke sana, cek Di SINI aja …………..

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Keramik Klampok, Cinderamata Khas Banjarnegara

Keramik Klampok, Cinderamata Khas Banjarnegara

Kabupaten Banjarnegara memiliki banyak kerajinan tangan atau kriya yang bernilai seni tinggi. Banjarnegara juga memiliki sentra kerajinan keramik, Keramik Klampok namanya. Penasaran? Yuukk kita bahas..

Selain terkenal dengan Batik Gumelem-nya yang khas dengan motif Banyumasan, ada juga kerajinan keramik yang legend dan tentu saja cuantik-cuantik untuk dibawa pulang ke rumah kamu nih.. Sentra kerajinan Keramik Klampok berada di Desa Klampok, Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara.

Yuk kita intip sedikit sejarah mula kerajinan Keramik Klampok!

Kira-kira tahun 1935 seorang pribumi (katakanlah begitu) yang berguru ke Bandung atas kesempatan yang diberikan Pemerintah Belanda pada zamannya. Sepulangnya dari sana, beliau menerapkan ilmunya untuk memimpin perusahaan keramik milik pemerintah Belanda di Klampok selama kurang lebih 5 tahun. Kemudiaaaaan, sekitar tahun 1957, beliau mendirikan sendiri industri keramik miliknya yang dikenal dengan “Maendalai” yang ternyata menyerap banyak tenaga kerja sehingga berdampak bertumbuhnya ekonomi warga sekitarnya. Dari sinilah kerajinan Keramik Klampok mulai berkembang. Puncak kejayaannya di tahun 1980-1990-an.

Jadi sob, nilai yang bisa diambil dari sejarah tadi ialah kita perlu yang nama menghargai proses. Yap, karena sesuatu yang berhasil didapatkan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan kann.. ada kendala, ada naik turun tapi dari sana tentunya didapatkan hasil yang fantastis bernilai jual tinggi seperti Keramik Klampok ini.. bersabdanya sudah yaa haha… yuk kita lanjutin!

Adapun serba-serbi soal Keramik Klampok nih,

Berbicara soal proses pembuatan nih yaa, Keramik Klampok dibuat dari tanah liat yang disaring (direndam air terlebih dahulu kemudian hasil rendamannya yang dipakai), hasil rendaman kemudian dipadatkan. Baru setelah itu tanah liat bisa dicetak dan dibentuk dengan cetakan atau teknik putar menggunakan meja putar.

Teknik putar menjadi yang populer ya sob, karena teknik ini menjadi ciri khas daripada pembuatan kerajinan keramik. Biasanya teknik putar digunakan untuk bentuk-bentuk tabung atau silinder seperti vas atau guci. Dari sini kreatifitas pengrajin dipertaruhkan haha.. maksudnya dalam proses pengukiran ini didapatkanlah bentuk-bentuk yang unik dan menarik.

Setelah tanah liat dibentuk, proses selanjutnya adalah proses penjemuran untuk menghilangkan kadar air supaya keramik dapat berbentuk dan mengeras. Proses penjemuran dilakukan dibawah terik matahari. Tentu saja proses penjemuran manual seperti ini akan membutuhkan waktu lama apabila musim penghujan datang..

Belum cukup sampai disana, setelah dijemur dan kering, keramik setengah jadi ini akan masuk kedalam proses pembakaran. Menurut pengarajinnya, proses ini penting bertujuan agar keramik menjadi semakin kuat, anti retak, kokoh, tahan cuaca ekstrem… tidak seperti hatiku yang rawan rapuh ini…haduuhhh

Setelah keramik sudah berbentuk barulah masuk ke proses pewarnaan sob, tidak semua keramik masuk tahap ini yaa.. ada yang memang dibiarkan saja dengan warna asli tanah liat supaya terlihat klasiknya. Wonderful…

Terlaris dan terfavorit dari kerajinan keramik ini adalah produksi poci atau teko dengan seperangkat gelas mininya. Ciamik banget buat nongkrong sambil diisi teh gopeknya bro.. tentu tidak hanya poci, banyak produk keramik lainnya yang kece dan lucu-lucu, seperti guci, hiasan patung, gantungan kunci, dan lain sebagainya. Mulai dari harga 20 ribuan sampai yang agak mahal? Ada sob..

Soooo, kamu harus punya yang satu ini untuk kamu bawa pulang ke rumah sebagai buah tangan dari Banjarnegara. Mau cari dari model mini sampai yang setinggi satu meter? Ada semua pokoknya. Kolektor keramik? Harus banget mampir ke sentra kerajinan Keramik Klampok, Banjarnegara yaa…

* Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : MizarWiyono Editor : @kominfobanjarnegara

Gunung Lumbung, mendaki semesta kecil yang recommended banget

Gunung Lumbung, mendaki semesta kecil yang recommended banget

Hallo kawan-kawan petualang, pernah dengar Gunung Lumbung?

Namanya memang tak sepopuler tetangganya Gunung Sikunir, Gunung Prau, dan Gunung Bismo. Namun jangan salah, Gunung Lumbung memiliki trek yang cukup ringan dan hanya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit untuk menuju puncaknya.

Cukup mengikuti jalan setapak sedikit nanjak yang sering dilalui para petani sekitar, jalan menuju puncaknya pun tidak susah, cuma agak licin kena air hujan. Pendakian menuju puncak Gunung Lumbung juga dapat dinikmati oleh pendaki pemula, bahkan oleh sebuah keluarga secara bersama sama.

Lokasi

Dimana lokasi Wisata Gunung Lumbung Banjarnegara Jawa Tengah? Lokasi Wisata Gunung Lumbung ini terletak di desa Darmayasa, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Tetapi jika kamu masih bingung di mana lokasi atau letak Gunung Lumbung untuk lebih  mudahnya, kamu juga bisa mendapatkan petunjuk arah di Google Maps dengan kata kunci Gunung Lumbung, Banjarnegara, Jawa Tengah. Dari kota Banjarnegara, Gunung Lumbung bisa ditempuh 1 jam perjalanan dengan kendaraan sepeda motor atau mobil.

Daya Tarik

Di puncak gunung lumbung, pengunjung akan menikmati suasana alam pegunungan yang sejuk dan segar serta jauh dari hingar bingar kota. Jika diukur menurut ketinggian memang gunung ini tidak sampai 600 meter diatas permukaan laut namun warga sekitar tetap menganggapnya sebagai gunung mungkin karena pengaruh kuno secara turun-temurun.

Pada pagi hari, pengunjung disuguhkan pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang bisa terlihat jelas dari puncak. Bahkan saat pagi hari, matahari akan muncul di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Udara yang sejuk dan segar, serta nuansa alam yang masih asli, selain itu jaringan internet di puncak Gunung Lumbung dan di jalur pendakian masih lancar, jadi kita bisa tetap bersosmed di gunung.

Dari atas gunung, kamu bisa menyaksikan lanskap kawasan Banjarnegara yang hijau sejauh mata memandang. Lanskap hijau yang indah ini tentu membuat mata dan perasaan hati menjadi tentram dan nyaman. Masalah hidup seolah lenyap seketika dari pikiran. Jika berharap mendapat ketenangan yang berpadu dengan nyanyian alam, maka hal itu dapat ditemukan di Gunung Lumbung.

Gunung Lumbung Banjarnegara Jawa Tengah memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat di sayangkan jika kamu berada di kota Banjarnegara namun tidak mengunjungi wisata alam yang mempunyai keindahan tiada duanya tersebut. Sebelum perjalanan turun, jangan lupa mencari spot foto dengan latar pohon pinus.

Saran dan Tips

Saran dan tips sebelum menuju ke tempat Gunung Lumbung Banjarnegara Jawa Tengah, kamu perlu mempersiapkan keperluan yang akan butuhkan. Jika kamu mau camping atau berkemah jangan lupa bawa perlengkapan outdoor. Siapkan fisik dan kendaraan supaya liburan kamu berjalan dengan lancar. Jaga kondisi diri sendiri dan selalu berhati-hati. Selamat berpetualangan, kawan!

Gunung lumbung masih sangat asri, jadi kapan nih mau kesini? Jangan lupa ajak kawan sepetualangmu, ya!

 

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : imamurrozaq Editor : @kominfobanjarnegara

Watu Desel, Pesona Bukit Batu Karang di Banjarnegara

Watu Desel, Pesona Bukit Batu Karang di Banjarnegara

Menyambangi Banjarnegara, Jawa Tengah, yang terbayang di benak kita hampir selalu Dieng dan wisata pegunungannya. Namun, lokawisata di sana bukan hanya Dieng. Ada sejumlah tempat instagenik yang harus kamu kunjungi jika berada di sini. Ya, Watu Desel.

Destinasi wisata Watu Dеѕеl mеruраkаn bеntаng аlаm yang menjulang tіnggі membentuk ѕереrtі puncak. Wаtu Dеѕеl dulu kаlа mеnurut сеrіtа mеruраkаn tеmраt реrѕеmbunуіаn para реrаdаbаn hіndu, tеmраt іnі dіgunаkаn untuk bеrѕеmbunуі saat реrаng yang terjadi раdа masa dahulu.

Sesuai namanya, bebatuan memenuhi tempat ini. Di sana, kamu bisa menjumpai bebatuan dengan tinggi yang bervariasi. Dari puncak batu-batu pemandangan alam yang indah dan asri akan “menyerbu” matamu dari segala penjuru. Jadi pengin ke sana, kan?

Lokasi Destinasi Wisata Watu Desel Banjarnegara

Wisata watu desel berada di Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Untuk sampai ke lokasi ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi. Kamu dapat memanfaatkan google maps untuk sampai ke lokasi ini. Cukup dengan mengetik Watu Desel kemudian ikuti arah google maps. Lokasi ini berada sekitar 15 km dari alun – alun Banjarnegara.

Karena letaknya sedikit di perbukitan, maka trek yang dilalui merupakan jalanan menanjak dan menurun. Selain itu, pohon pinus dan lebatnya pohon lain terpampang di sepanjang jalannya yang dijamin bikin adem. Tapi perlu diperhatikan juga, medan yang dilalui ada sebagian jalan yang berkelok, tidak rata alias belum diaspal, beberapa jalan juga tidak terlalu lebar.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Untuk masuk ke area wisata alam Watu Desel, kamu dikenai HTM sebesar Rp8.000. Setelah masuk, kamu juga diharuskan jalan kaki menaiki tanah yang disulap layaknya tangga. Tidak butuh waktu lama kok, cuma sedikit menguras tenaga.

Setelah sampai diatas akan disuguhi dengan pemandangan alam, dengan kondisi yang masih sangat alami. Dikelilingi pepohonan tinggi dan rindang, menambah rasa sejuk dan damai..

Daya Tarik

Bagi kamu yang berkunjung ke Banjarnegara, sempatkanlah untuk mengunjungi wisata alam Watu Desel. Meskipun masih sangat asing, namun keindahan alamnya sangat memukau mata dan menarik minat untuk dikunjungi.

Watu Desel adalah objek wisata yang berupa hutan asri dengan deretan batu-batu besar yang tertata sangat rapi. Namun batu-batu tersebut tidak secara sengaja ditata oleh manusia melainkan secara alami sudah tertata oleh alam. Istimewanya, disini banyak terdapat bebatuan karang yang besar. Batu-batu inilah yang menjadi daya tarik objek wisata Watu Desel yang bisa kamu jadikan spot foto menarik untuk dipotret.

Di wisata alam Watu Desel ini, kamu bisa berfoto-foto sepuasnya, tapi harap berhati-hati ketika menaiki batu, kalau salah langkah bisa terperosok maupun bisa jatuh ke bawah. Yang terpenting patuhi aturan dan jangan lupa jaga kebersihan, karena kebersihan sebagian dari iman.

Sudah tahu kan tempat yang menarik untuk dikunjungi di Banjarnegara? Sebelum berangkat, pastikan baterai kameramu sudah penuh, karena akan ada banyak spot yang sayang untuk dileatkan lho……

Cek DI SINI untuk menuju ke lokasi

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow al azis Editor : @kominfobanjarnegara

Ritual Pemanggil Hujan Dengan Adu Pukul Pria Dewasa di Ujungan Gumelem

Ritual Pemanggil Hujan Dengan Adu Pukul Pria Dewasa di Ujungan Gumelem

Musim kemarau panjang menjadi awal lahirnya ritual tradisional pemanggil hujan sebagian besar warga di Desa Gumelem Kulon dan Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Ritual tersebut menjadi tradisi yang turun temurun dari nenek moyang selama ratusan tahun lalu yang masih tetap dijaga kelestariannya sampai sekarang ini.

Berbicara tentang potensi wisata Kabupaten Banjarnegara memang tidak ada habisnya yaa.. banyak sekali yang bisa dijual dan dipromosikan demi melestarikan budaya dan tradisi warga Banjarnegara agar lebih dikenal banyak orang. Satu lagi potensi pariwisata yang digeluti masyarakat Desa Gumelem adalah Ujungan Gumelem ini.

Ujungan Gumelem dikenal sebagai ritual pemanggil hujan, kesannya seperti yang ada di film dan sinetron televisi yaa agak mistis dengernya.. Ujungan Gumelem mempunyai acara festivalnya sendiri, masyarakat Banjarnegara biasa menyebutnya dengan Ujungan Fest (Ujungan Festival) dan merupakan rangkaian acara Festival tahunan di Kabupaten Banjarnegara. Para pemuda milenial yang ambisius untuk menjual potensi pariwisatanya, mengemas budaya ujungan menjadi tradisi yang menarik dengan tanpa meninggalkan nilai estetika budaya ujungan tersebut. Dikemasnya secara apik ujungan kedalam suatu event festival mewakili kesadaran masyarakat dalam upaya pelestarian budaya ujungan agar tidak tergerus oleh zaman.

Tradisi Ujungan Gumelem dikemas dalam sebuah atraksi seni budaya yang menurut sebagian orang yang belum pernah melihatnya mungkin akan berkata kalau festival ini “gila” , pasalnya para pemain atraksi ini diharuskan untuk memukul lawan mainnya dengan sebilah batang rotan keras, yang katanya guna mempercepat datangnya hujan para pemain Ujungan ini harus memperbanyak pukulan pada bagian kaki kepada lawan hingga terluka dan berdarah… hmmm ngeri banget sob..  pemain yang berani ikut bermain akan dipersenjatai dengan batang rotannya dan diharuskan mengganti kostum dan memakai perlengkapan untuk keamanan dirinya. Maka dari itu tradisi ini hanya boleh diikuti oleh pria dewasa yang mempunyai nyali besar sebagai seorang petarung, berani coba? Ritual pemanggil hujan dilakukan sebab masa ini (kemarau) petani sangat membutuhkan air untuk mengairi sawahnya, kalau kekeringan otomatis petani merugi dan gagal panen karena sawah kekurangan air dan otomatis juga kalian tidak bisa makan nasi karena beras langka. Hayo looo…

Banyak juga kolaborasi pelengkap acara ritual dengan menggabungkan antara seni musik, tari dan bela diri seperti kuda lumping, kenthongan dan lainnya yang tentu saja selalu menjunjung tinggi sportivitas antar pemain. Jadi jangan beranggapan kalau event ini berjalan dengan sembrono alias ngawur yah, ada wasit yang akan mengatur jalannya ritual ini sob…… jadi tetap pada koridornya yaa..

Event ini menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan lhoo, setiap pelaksanaan festival Ujungan tidak pernah sepi pengunjung, animo masyarakat selalu meluber mungkin karena ngeri yaa jadi banyak yang penasaran hehee.. untuk tahun ini rasa-rasanya Festival Ujungan Gumelem masih menjadi khayalan yaa, sebab adanya pandemi Covid 19 seperti sekarang ini membuat banyak sektor pariwisata budaya termasuknya Festival Ujungan Gumelem menjadi mandeg.

Sedih yaa ☹ …………………. Mari Berdo’a yuk semoga pandemi ini segera berakhir dan event ini akan kembali dilaksanakan supaya sobat mbolang bisa wisata edukasi sekalian eksplore Banjarnegara tercinta …….

Salam Mbolang.. ………

 

* Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : Ajru Ramadhan, Bowo_capung Editor : @kominfobanjarnegara

Banjarnegara Snake Fruit ? buah istimewa yang mendunia

Banjarnegara Snake Fruit ? buah istimewa yang mendunia

Apa  yang kamu bayangkan ketika mendengar istilah snake fruitst? kalo diartikan secara bahasa sih snake adalah ular dan fruit adalah buah….. jadi sebenernya  ini buah atau hewan sih? Yes benar ini adalah istilah dari  buah salak, disebut snak fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular. Kulit buah salak yang berwarna coklat tersususun dari  “sisik” seringkali dihiasi dengan miang-miang yang keras dan menyakitkan bila melukai tangan.

Tidak jarang jari kita terluka saat mengupas kulit buah salak karena memang kulitnya yang tajam dan bersisik.   Bahkan artis cantik Nia Ramadhani aja gak tau caranya buka salak…. haduh….. ini emang lupa caranya atau ngga pernah makan buah salak si? Udah ya lanjut kendati kulitnya yang bersisik ternyata buah yang sering menyakiti banyak orang ini adalah buah yang memiliki banyak gizi yang dikenal sebagai obat untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Salak juga mengandung antioksidan yang bisa mencegah kanker dan meningkatkan kesehatan jantung.

Well guys kalian tau tidak, buah salak menjadi komoditi kebanggan kabupaten Banjarnegara loh, selain dawet ayu yang sudah terkenal sampai manca negara, wisata Dieng yang sudah dijamah para bule, Banjarnegara juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu Buah Salak. Salak Banjanegara dagingnya tebal dan berlapis dan yang pasti rasanya juga manis semanis aku…… hehehe…….

Ngga sampai disini aja, ternyata buah salak dari Banjarnegara merupakan salah satu unggulan buah segar yang di ekspor ke luar negeri dan salah satu sentra yang paling terkenal.

Ada banyak sekali kelompok tani standar eksport dan kelompok UKM pengelolan hasil salak di kabupaten Banjarnegara. Nah karena hasil panen yang melipah ruah ini  UMKM Banjarnegara tidak mensia-siakan kesempatan untuk mengelola hasil panen agar bisa di produksi menjadi berbagai olahan yang inovatif dari bahan utama buah salak tentunya.

Pertama, ada olahan kripik salak. Guys, Apakah kalian sudah pernah makan kripik salak? Atau jangan jangan kalian baru tau kalau salak bisa di bikin menjadi olahan kripik? Ya, kripik salak ini mepunyai rasa yang gurih dan juga  manis, pembuatannya pun cukup mudah dan tidak rumit. Dalam pengolahan keripik ini pertama yang harus dipastikan adalah pemilihan buah salak dengan kualitas super sekaligus sudah matang. Kemudian kupas bersih kulit salaknya plus kulit arinya yaa dan cuci dengan air mengalir juga pastikan salak sudah dalam keadaan bersih. Terakhir masukkan ke dalam mesin oven pengering. Jika daging salak sudah kering tinggal tiriskan sampai dingin dan keripik salak siap di kemas dan dipasarkan ke konsumen. Rasa keripik salak yang sudah kering ini masih tetap alami (original) karena tanpa tambahan bahan perasa dan awet karena non bahan pengawet yaa..

Terdapat beberapa olahan lain gaes, buah yang kaya manfaat ini juga bisa diolah menjadi minuman yaitu sirup salak kerap kali kita menjumpai sirup hanya rasa melon, strawberry, dan jeruk yaa waahh.. itu umum sekali, ternyata salak juga bisa diolah jadi sirup salak. Sirup ini mempunyai keunikan rasa tersendiri, yaitu manis dan asam, yang lebih pentingnya lagi konon  kandungan zat pektin pada olahan  buah salak bermanfaat  mampu mencegah terjadinya kangker poskat.

Cara membuat sirup salak sangat mudah. Pertama, kupas buah salak lalu haluskan daging buahnya. Bisa menggunakan blender atau diparut kemudian air perasannya lah yang bisa dimanfaatkan untuk membuat sirup. Eits.. daging bekas parutan sirup tadi jangan langsung dibuang ya guys, Daging salak bekas parutan bisa dimanfaatkan kembali untuk membuat olahan makanan menjadi dodol salak. Caranya gampang banget cukup campurkan dengan tepung dan gula kemudian masak di kuali sampai kental dan mulai kenyal boleh tambahkan gula sebagai pemanis yaa..

Itu tadi beberapa olahan buah salak yang pasti belum banyak kamu ketahui yakan.. adapun para generasi milenial yang kreatif-kreatif nih, buat sesuatu yang unik dari salak misal saja kerajinan kulit salak yang dibuat jadi tas atau dompet, so pasti keren sekali dan lain daripada yang lain. Khususnya warga Banjarnegara yang punya kawasan Salak Pondoh nih, ayolaahh bangun kalian punya banyak potensi untuk menggali produk lokal asli Banjarnegara supaya dapat dikenal warga luar Banjarnegara.

Adapun upaya yang mesti kita lakukan yakni selalu mempromosikan produk lokal asli Banjarnegara dengan selalu menjaga eksistensi keunggulan produk-produknya serta cintai produk sendiri itu yang terpenting gaes.. termasuk buah salak yang harus selalu eksis di dalam kota maupun luar kota. Jangan-jangan kalian suka makan salak tapi nggak tau asal-usulnya wahh itu nggak keren.

Bahas salaknya sudah ya, selanjutnya ayoo larisin pedagang buah dan cari buah salak lalu mari makan sampai kenyang haha…. see u…..

*Penulis : Gia Taratia Foto : Fora Ginanjar Katamsi Editor : @kominfobanjarnegara

Ondol, Kuliner Legend yang Tetap Juara

Ondol, Kuliner Legend yang Tetap Juara

Jalan-jalan ke suatu tempat memang kurang lengkap jika tidak mencicipi makanan khasnya,  jika kita datang ke Banjarnegara sangat kurang apabila belum menikmati beberapa makanan khasnya yang terkenal legend yaitu ondol. Ondol adalah salah satu kuliner khas Kabupaten Banjarnegara yang tak lekang oleh zaman. Disebut ondol karena bentuknya yang bulat-bulat, maka oleh masyarakat setempat dinamakan Ondol-Ondol yang berarti Bulat-Bulat.

Ondol atau yang lebih dikenal dengan ondol-ondol merupakan makanan ringan yang terbuat dari bahan singkong yang di parut lalu di beri bumbu dan di goreng hingga kering. Ondol dapat kita jumpai di pasar tradisional di seluruh Banjarnegara.

Biasanya dalam penyajianya Ondol dibentuk seperti bola disajikan dengan ditusuk seperti sate yang disusun lima sampai enam. Selain disajikan dengan cara ditusuk seperti sate, biasanya Ibu-Ibu yang membuat ini untuk dikonsumsi sendiri, disajikan dengan tidak ditusuk dengan lidi melainkan dibiarkan dengan bentuk bola.

Ondol-ondol ini biasa dijual Rp1.000 pertusuk, dan dipasarkan bersama dengan jajanan tradisional lainnya. Selain di pasar, camilan ini juga menjadi menu wajib bagi anak-anak sekolah.

Harganya yang murah menjadi alasan ondol-ondol digemari dari berbagai kalangan, selain harga murah ondol-ondol juga bisa mengenyangkan karena terdapat karbohidrat pada singkongnya. Dari segi rasa, Ondol tidak kalah dengan makanan yang lainya, ia gurih dan enak. Ondol-ondol sangat cocok dimakan untuk menemani minum teh di pagi atau sore hari, juga bisa dimakan untuk cemilan saat sedang santai bersama keluarga.

Cara membuat ondol sangat mudah dan praktis. Singkong dikupas kemudian dicuci bersih dan diparut, setelah diparut peras parutan singkong tersebut. Setelah parutan singkong itu agak kering maka dikasih garam dan aduk merata dan menjadi sebuah adonan.

Setelah itu adonan tadi dibentuk bulatan-bulatan seperti bola. Langkah selanjutnya adalah panaskan wajan yang berisi minyak mendidih dan masukan ondol tadi ke dalam wajan yang sudah panas. Goreng ondol tersebut sampai kuning keemasan, gunakan api sedang saat menggoreng, agar ondol-ondol tersebut tidak gosong.

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : imamurrozaq Editor : @kominfobanjarnegara

Gowes diatas awan? Bisa !

Gowes diatas awan? Bisa !

Gowes diatas awan? hah Emang bisa?

Eits, jangan bayangin kaya Aladdin yang terbang dengan permadani ajaibnya menembus awan mengelilingi dunia dengan Princess Jasmine yaaaa itu sih cuma film animasi doang guys. Jangan bayangin juga kamu jadi Harry Potter yang bisa terbang dengan sapu ijuk, itu sih emang ada kekuatan magicnya. And than, Gowes diatas awan? Sepedanya ada unsur magisnya juga?  Ohhh ngga dong..  Yaps ini beneran gowes diatas awan tanpa magis apalagi Cuma  pilm animasi. dan aku akan mewujudkan impian kalian menjadi aladin ataupun Harry Potter beneran! Caranya? Penasarankan?

Guys, Dieng dikenal dengan sebutan negri diatas awan dan juga dikenal dengan wisata alam dan budaya dengan karakteristik yang kental suasana spiritualnya. Namun dieng tidak hanya populer dengan wisata budaya saja, dieng juga memiliki trek bersepeda gunung atau MTB (mountain bike) yang cukup untuk membuat adrenalin dan jantung para penikmatnya berdetak kencang ngga karu-karuan, salah satu yang jadi favorit sekaligus menantang adalah trek rajawali.

Alam bebas memang habitat asli untuk sepeda gunung ya guys dan Performa MTB itu ada di jalan offroad, jalan bebatuan, jalan tanah dengan tanjakan dan turunan. Nah dii trek dieng ini  Pesepeda tidak hanya merasakan adrenalin di tanjakan dan turunannya saja karena mereka akan disuguhi pemandangan yang indah setelah melalui jalur yang cukup menantang adrenalin dan pastinya awan awan itu selalu mengelilingi perjalanan kalian.

Trek yang menguras tenaga dan melelahkan pesepeda dibayar dengan pemandangan alam yang cenderung terbuka sehingga bisa dinikmati dari berbagai sudut apalagi kesejukan dataran tinggi dieng yang menjadi bonus dan bikin rileks saat menggowes sepeda. Goweser yang terpesona pasti akan langsung selfi-selfi buat oleh-oleh hasil gowes di dieng sebagai pengalaman bersepeda yang sensasional, kalo udah di upate di seluruh medsos pasti akan menggoda penggemar sepeda lain untuk nyoba trek di dieng juga.

Apalagi kalo udah menjelang petang kamu akan disuguhi pemandangan matahari terbenam, cahaya kuning keemasan mewarnai cakrawala yang membuat kamu tidak berhentinya memuji kekuasaan Tuhan. Kuy ah  tunggu apalagi ayo uji adrenalin kamu dengan gowes diatas awan dinegri dieng ini.

* Penulis : Gia Taratia Foto : MizarWiono Editor : @kominfobanjarnegara