Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id

Dusun inspiratif Kuwondogiri Blambangan, merubah yang biasa menjadi luar biasa

2 Agustus 2020

D’Kuwondogiri adalah sebuah kelompok masyarakat yang terbentuk dari sebuah gagasan bersama para pemuda dusun Kuwondogiri Desa Blambangan Kecamatan Bawang yang merasa sangat prihatin dengan perkembangan generasi remaja di era milenial  ini dalam menyikapi kemajuan teknologi, terutama penggunaan telepon genggam. Karena seperti kita semua tahu, bahwa dengan semakin majunya teknologi ini maka semakin berubah pula (secara drastis) gaya hidup remaja menjadi gaya hidup yang cenderung pasif dan kurang peka terhadap lingkungannya.

Dengan harapan bisa menghasilkan produk produk kreatif yang berguna bagi masyarakat, kelompok yang sudah dilegalkan dengan Surat Keputusan Kepala Desa Tentang Pembentukan kelompok masyarakat nomor 01/A.1/D’K/Kwd/XII/2019 tanggal 2 Desember 2019 ini kemudian bergerak di bidang keagamaan, sosial, pariwisata, lingkungan dan keamanan  dan bahkan pendidikan. Mereka kemudian menggerakkan masyarakat untuk ikut bekerja sama dalam menyelenggarakan beberapa kegiatan rutin yang melibatkan semua pihak.

Salah satu kegiatan rutin di bidang olah raga yaitu Gowes tengah sawah yang memanfaatkan jalan desa Bandingan – Blambangan sepanjang kurang lebih 1,5 km dan berada tepat di tengah persawahan warga dengan pemandangan yang luar biasa.  Juga kegiatan setiap hari Sabtu Sore dan Minggu Pagi yaitu Senam tengah sawah yang juga menjadi ajang berolah raga dan silaturohmi untuk warga sekitar.

Di bidang sosial, kelompok masyarakat D’Kuwondogiri melakukan berbagai kegiatan  seperti melakukan Sosialisasi Pandemi Covid-19 terhadap masyarakat di desa Blambangan pada umumnya dan masyarakat dusun Kuwondogiri pada khususnya. Donasi covid-19 juga dilakukan sehingga berhasil mencukupi kebutuhan pokok beberapa warga yang terdampak secara ekonomi dari wabah Covid-19,

Ada juga kegiatan Donor darah yang rutin dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan dengan menggandeng PMI Kabupaten Banjarnegara sebagai partner.

Di bidang pelestarian lingkungan,  D’Kuwondogiri melakukan kegiatan pemasangan himbauan-himbauan bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dengan tujuan untuk menjaga ekosistem di sekitar kita agar tetap lestari.

Di bidang pertanian kegiatan yang dilakukan antara lain adalah mengelola lahan persawahan dengan di tanami hasil bumi berupa sayur dan juga tanaman pokok lainya.  Sekedar informasi, seluruh permodalan berasal dari usaha para pemuda dusun Kuwondogiri sendiri alias mandiri, dengan produk unggulannya adalah sayur  kangkung “Endolita D,Kuwondogiri” . Sayur ini ternyata digemari oleh masyarakat sekitar karena merupakan  salah satu alternative sayur yang murah menjadi berkelas dan bergizi.

Kemudian, aspek yang digarap dengan serius oleh masyarakat terutama pemuda dusun ini adalah di bidang Pariwisata. Kegiatan dengan memanfaatkan sebagian lahan persawahan untuk rest area sepeda, dan kemudian dipadukan dengan hasil kreatifitas sehingga tercipta  “Rest Area Gili Lorri”,  yaitu sebuah tempat yang memanfaatkan area kosong dimana pengunjung (terutama pesepeda) bisa istirahat di tempat khusus yang nyaman dan menyajikan makanan makanan tradisional. Lokasi ini dikelola dengan apik oleh kelompok ibu-ibu di dusun kuwondogiri yang tergabung dalam “Srikandi Kuwondogiri “

Di bidang pendidikan dan pembinaan, ada beberpa hal yang sudah dilakukan yaitu antara lain “Kuwondogiri boys” yang memanfaatkan potensi remaja yang tergabung dalam sebagai event organizer dan penyaji ke konsumen Rest Area Gili Lorri . Sebagai informasi, dalam prosesnya, para remaja ini dilarang menggunakan gawai selama berada di lokasi selama waktu yang sudah ditentukan (gawai mereka dikumpulkan di ruang kasir selama waktu 3 jam efektif). Dan ternyata hal ini cukup efektif dalam mengurangi ketergantungan remaja terhadap gawai dan hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah keajaiban di era sekarang.

Ada juga kegiatan yang dinamakan “Jagongan manfangat”  yaitu kegiatan duduk duduk seperti pada umumnya yang dilakukan sebulan sekali, namun bedanya kegiatan ini sebenarnya digunakan sebagai sarana anggota untuk mengaji bersama dengan tema tema keagamaan. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu malam Minggu dimana anggota yang masih berstatus pelajar juga bisa ikut didalamnya.

Permainan tradisional pun sudah disediakan sebagai sarana pendidikan motoric bagi anak anak, tujuannya adalah agar mereka lebih bisa bergerak di alam sekitar dan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, saling mengenal dan bersilaturohmi sampai ke masa depan mereka.

Disamping itu, kelompok masyarakat yang berprinsip ”Silaturohmi menjadikan hal biasa menjadi luar biasa” ini juga menyediakan buku buku bacaan di lokasi  untuk membiasakan anak anak “berteman” dengan buku, sehingga wawasan mereka bertambah dan bisa membuka jendela cakrawala dunia dari perspektif yang lebih luas.

Mau cari Rest Area Gili Lori ? Cek disini

*Disusun dari http://kuwondogiri.com

Artikel Terkait

KOMENTAR

1 Komentar

  1. opal

    tempat yang sangat asik… bikin betah sampe lupa waktu

    Balas

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *