Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id

Kawah Sileri, Cantik Tapi Juga Ngeri

21 September 2020

Kawah Sileri merupakan kawah yang terluas di Dieng, kawah ini terletak di desa Kepakisan, Kec. Batur, atau lebih tepatnya di lereng barat Gunung Pagerkandang, Kawah ini merupakan kawah yang paling aktif dan juga paling berbahaya di Dieng lho gaes.  Sebagai bukti, mungkin dari kalian sudah tahu atau minimal pernah denger kalau Kawah Sileri ini pernah meletus pada tahun 2018, tapi untungnya nggak ada korban jiwa satupun waktu itu. Selain tahun 2018 itu, Kawah Sileri ini juga sudah pernah meletus pada tahun 1956, 1964, 2003, 2009 dan 2017 ….. Nah………Namun begitu, meskipun berbahaya, tapi masih banyak orang yang datang untuk menikmati kecantikan dan pemandangan kawahnya yang indah lho.

Kenapa kawah ini diberi nama Kawah Sileri?

Menurut cerita warga Dieng, Sileri berasal dari kata Leri.  Kalian tahu Leri ?

ya……. air cucian beras yang berwarna keruh. Dan dari kawah ini mengalir air yang berwarna keruh seperti Leri itu ……  sehingga oleh masyarakat di sekitarnya  kawah ini diberi nama Kawah Sileri.

Di sekitar kawah suasananya hangat karena uap yang muncul dari kawah lho. Uap panas ini adalah gejala-gejala aktivitas vulkanis, uap panas yang berwarna putih keabu-abuan yang keluar inilah yang menjadi daya tarik wisata Kawah Sileri. Kalian bisa menyaksikan uap panas yang sangat luas, serasa seperti sedang di negeri atas awan. Oya, perlu kalian tahu bahwa Air mendidih yang ada di permukaan dan disertai uap panas itu terjadi karena di dalam perut bumi dimana sedang terjadi aktivitas vulkanik. Tapi beda cerita ya guys sama kawah sikidang yang bisa kita manfaatin merebus telur, di Kawah Sileri ini kita tidak disarankan untuk mendekat terlalu dekat. Karena letupannya yang tidak terduga dan sangat berbahaya…… kaya kamu ….. wkwk…….

Di sekeliling kawah kita bisa menemukan pemandangan alam  yang masih sangat alami, dimana bukit tinggi menjulang dan hutan pinus yang asri, dan di kejauhan tampak juga lahan pertanian milik para warga sekitar.

Jika kalian ingin pergi kesana, kalian bisa datang sekitar jam 6 pagi karena ada pemandangan yang cukup langka dan nggak boleh dilewatkan. Saat pagi hari uap panas seperti masih menempel di permukaan kawah, lalu kalian tunggu hingga uap itu akan sedikit demi sedikit terpisah dengan permukaan air. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang menyinari kawah ini…….wow banget pokoknya ……

Kawah yang luasnya sekitar 4 ha ini bisa ditempuh 15 menit saja dari poros Dieng dengan jarak 7 km, di sepanjang perjalanan kalian akan melihat banyak asap karena disekitar desa yang dilewati ada pengeboran yang digunakan untuk kepentingan Pembangkit Listrik tenaga Uap ( PLTU ).  Dengan menggunakan kendaraan, kita bisa menikmati segarnya udara pegunungan dengan pemandangan yang super istimewa. Oya, kalau kalian menemukan pertigaan cek papan penunjuk arah. Kemudian ambil arah ke pemandian D’Qiano ya …. sebab kalau ambil jalan yang salah, pasti akan terjerumus ke dalam dosa…… eh…..

Nggak ding ……

Sesampainya di bukit (tepat diatas pemandian D’Qiano) sekaligus tempat parkir kawah,  kita akan merasakan hawa yang sejuk, segar namun terasa agak kering. Tapi itu bukan masalah kok, sebab Dieng emang gitu hehehe ………..bagi kalian yang ingin mendekat ke kawah tidak perlu khawatir karena sudah disediakan tangga dari beton yang berjejer membelah lahan pertanian penduduk, dan kalian akan sampai di gazebo yang dibangun oleh pemerintah untuk beristirahat.

Nah, kalau kalian ingin lebih dekat lagi bisa menuruni sedikit jalan dan bisa sambil berfoto  dengan background asap tebal yang pastinya ciamik untuk foto-foto.

Satu hal lagi, untuk berkunjung ke Kawah Sileri ini, tidak dipungut biaya apapun lho. GRATIS ……. menarik kan …… ayo, cus kesana sekarang …….

* Penulis : titaa.cy. Foto : KPFB Editor : @kominfobanjarnegara

Artikel Terkait

KOMENTAR

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *