Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id

Makan Telur Rebus Sambil Menikmati Pesona Kawah Sikidang

11 September 2020

Kalo ngomongin wisata ke Dieng memang tidak ada habisnya ya gaes, banyak sudut sudut peninggalan surga yang sangat recomended untuk kita sambangi.

Salah satu yang paling terkenal dari Dieng tentu saja adalah kawah sikidangnya. kenapa ? sebab ada gambarnya di semua tiket perjalanan wisata ke sana hehehe ………

So, Yuk kita kesana ……

Secara Geografis Kawah Sikidang terletak di desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara. Untuk sampai ke lokasi ini pengunjung nggak usah khawatir, sebab lokasinya cukup dekat dengan Kawasan Candi Arjuna dan Candi Bima yang (biasanya) jadi objek kunjungan pertama. Loket wisata Kawah Sikidang sendiri buka setiap hari pada jam 07.00 – 16.00, kita cukup membayar 15.000 rupiah saja untuk tiketnya (itu sudah include biaya masuk ke komplek Candi Arjuna juga lho).

Kalian tahu? Meskipun Kawah Sikidang masih aktif sampai sekarang, tapi tenang dan aman kok untuk dikunjungi lho. Aktifnya Kawah Sikidang disebabkan oleh letusan gunung Prahu yang terjadi berabad-abad lalu dan meninggalkan sisa aktivitas vulkanik. For Your info, kawah ini salah satu kawah terbesar yang ada di Dieng lho…

Saat akan memasuki Kawah Sikidang, kita akan disuguhi oleh lubang-lubang yang mengeluarkan asap panas yang merupakan bekas kawah. Ada cerita dibalik Kawah Sikidang ini gaes, konon kawah ini bisa berpindah tempat (kok serem ya hehehe …….) tapi tenang, ini cuma cerita kok. Kawah Sikidang berasal dari kata kidang atau kijang yang suka melompat-lompat kesana kemari, jadi letupan-letupan uap panas itu diibaratkan seekor kijang yang melompat dan berpindah tempat.

Dibalik Kawah Sikidang ada sebuah kisah dan legenda yang mesti kita tahu lho kawan.

Konon disekitar daerah kawasan Dieng, ada seorang gadis yang bernama Shinta Dewi. Dia adalah gadis yang sangat cantik  sehingga membuat para pemuda di seluruh daerah ingin meminangnya. Dari semua pemuda yang ingin meminang Shinta Dewi, tidak ada satu pun yang berhasil karena persyaratan mas kawin yang sangat besar. Datanglah seorang pangeran yang kaya raya bernama Kidang Garungan yang ingin meminang Shinta Dewi. Namun, terkejutlah Shinta Dewi saat melihat wujud dari pangeran yang sudah berekspektasi tinggi, bahwa pangeran itu sangat tampan macam oppa korea hahaha…

Shinta Dewi ingin menggagalkan lamarannya dengan memberikan syarat yang lebih sulit kepada pangeran Kidang Garungan yaitu membuat sumur yang harus dibuat oleh pangeran sendiri dalam satu malam. Tapi disisi lain, dia merasa sangat khawatir jika pangeran berhasil membuat sumur dalam satu malam, sehingga dia akhirnya meminta pengawal dan dayang untuk menimbun sumur itu dengan pangeran terkubur hidup-hidup di dalamnya. Pangeran Kidang Garunganpun akhirnya marah. Luapan amarahnya inilah yang konon yang menyebabkan terbentuknya Kawah Sikidang itu.

Untuk kalian yang ingin berkunjung kesini, mohon jangan terlalu dekat dengan kawah dan tetap berhati-hati ya. Kawah sikidang ini mengandung kadar belerang yang cukup tinggi sehingga jangan kaget kalau kalian mencium bau kentut yang sangat menyengat di sekitarnya lho hehe…….  Tapi tenang…….Untuk yang tidak tahan dengan bau belerang, kita bisa menggunakan masker kok. Lumayan lah bisa mengurangi “kepekatan” baunya …..

Ada satu hal yang menjadi keunikan di kawah ini, disekitar kawah terdapat kawah-kawah kecil berisi air mendidih yang bisa kita manfaatkan untuk merebus telur. Kita bisa beli telur di penjual yang berada disekitar kawah tersebut atau bahkan kalau ga males, bisa membawa dari rumah hahaha…… jadi kalian bisa merebus sendiri sesuai selera masing-masing. Rebus telur di kawah ini sekarang menjadi favorite bagi pengunjung dalam kota atau luar kota.

Nah bagi yang suka foto-foto, di sekeliling lokasi kawah ada banyak spot yang ciamik untuk dijadikan background foto.Baik yang alami maupun buatan masyarakat sekitar yang setting lokasi sana sini. Mau foto bareng buwung hantu ….. eh …….. burung hantu, ada…..

dan menariknya, di lokasi ini juga (kalau beruntung) kita juga bisa ketemu sama anak anak sekitar yang berambut gimbal asli dieng alias anak Bajang. Kalau mau berfoto bersama mereka, kita cukup kasih apa yang mereka mau (biasanya sih kecil kecil seperti uang pecahan kecil atau bahkan kadang cuma permen…..). Tapi inget, jangan bikin mereka marah ya …….

Ingin menikmati pemandangan tanpa berjalan kaki? Bisa …. …Disana disediakan persewaan motor trail, ATV, bahkan kuda jika kita mager berjalan kaki. Nah….. kurang apa coba ?

Jika berkunjung disini kalian juga akan disuguhi oleh anak-anak asli Dieng yang berambut gimbal semacam anak reggae uyee…para pengunjung yang datang kesini biasanya hanya untuk sekedar hunting foto atau menikmati telur rebus.

Tertarik ? …… Yuk Cuss……..

* Penulis : titaa.cy. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Artikel Terkait

KOMENTAR

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *