Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
Kawah Sileri, Cantik Tapi Juga Ngeri

Kawah Sileri, Cantik Tapi Juga Ngeri

Kawah Sileri merupakan kawah yang terluas di Dieng, kawah ini terletak di desa Kepakisan, Kec. Batur, atau lebih tepatnya di lereng barat Gunung Pagerkandang, Kawah ini merupakan kawah yang paling aktif dan juga paling berbahaya di Dieng lho gaes.  Sebagai bukti, mungkin dari kalian sudah tahu atau minimal pernah denger kalau Kawah Sileri ini pernah meletus pada tahun 2018, tapi untungnya nggak ada korban jiwa satupun waktu itu. Selain tahun 2018 itu, Kawah Sileri ini juga sudah pernah meletus pada tahun 1956, 1964, 2003, 2009 dan 2017 ….. Nah………Namun begitu, meskipun berbahaya, tapi masih banyak orang yang datang untuk menikmati kecantikan dan pemandangan kawahnya yang indah lho.

Kenapa kawah ini diberi nama Kawah Sileri?

Menurut cerita warga Dieng, Sileri berasal dari kata Leri.  Kalian tahu Leri ?

ya……. air cucian beras yang berwarna keruh. Dan dari kawah ini mengalir air yang berwarna keruh seperti Leri itu ……  sehingga oleh masyarakat di sekitarnya  kawah ini diberi nama Kawah Sileri.

Di sekitar kawah suasananya hangat karena uap yang muncul dari kawah lho. Uap panas ini adalah gejala-gejala aktivitas vulkanis, uap panas yang berwarna putih keabu-abuan yang keluar inilah yang menjadi daya tarik wisata Kawah Sileri. Kalian bisa menyaksikan uap panas yang sangat luas, serasa seperti sedang di negeri atas awan. Oya, perlu kalian tahu bahwa Air mendidih yang ada di permukaan dan disertai uap panas itu terjadi karena di dalam perut bumi dimana sedang terjadi aktivitas vulkanik. Tapi beda cerita ya guys sama kawah sikidang yang bisa kita manfaatin merebus telur, di Kawah Sileri ini kita tidak disarankan untuk mendekat terlalu dekat. Karena letupannya yang tidak terduga dan sangat berbahaya…… kaya kamu ….. wkwk…….

Di sekeliling kawah kita bisa menemukan pemandangan alam  yang masih sangat alami, dimana bukit tinggi menjulang dan hutan pinus yang asri, dan di kejauhan tampak juga lahan pertanian milik para warga sekitar.

Jika kalian ingin pergi kesana, kalian bisa datang sekitar jam 6 pagi karena ada pemandangan yang cukup langka dan nggak boleh dilewatkan. Saat pagi hari uap panas seperti masih menempel di permukaan kawah, lalu kalian tunggu hingga uap itu akan sedikit demi sedikit terpisah dengan permukaan air. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang menyinari kawah ini…….wow banget pokoknya ……

Kawah yang luasnya sekitar 4 ha ini bisa ditempuh 15 menit saja dari poros Dieng dengan jarak 7 km, di sepanjang perjalanan kalian akan melihat banyak asap karena disekitar desa yang dilewati ada pengeboran yang digunakan untuk kepentingan Pembangkit Listrik tenaga Uap ( PLTU ).  Dengan menggunakan kendaraan, kita bisa menikmati segarnya udara pegunungan dengan pemandangan yang super istimewa. Oya, kalau kalian menemukan pertigaan cek papan penunjuk arah. Kemudian ambil arah ke pemandian D’Qiano ya …. sebab kalau ambil jalan yang salah, pasti akan terjerumus ke dalam dosa…… eh…..

Nggak ding ……

Sesampainya di bukit (tepat diatas pemandian D’Qiano) sekaligus tempat parkir kawah,  kita akan merasakan hawa yang sejuk, segar namun terasa agak kering. Tapi itu bukan masalah kok, sebab Dieng emang gitu hehehe ………..bagi kalian yang ingin mendekat ke kawah tidak perlu khawatir karena sudah disediakan tangga dari beton yang berjejer membelah lahan pertanian penduduk, dan kalian akan sampai di gazebo yang dibangun oleh pemerintah untuk beristirahat.

Nah, kalau kalian ingin lebih dekat lagi bisa menuruni sedikit jalan dan bisa sambil berfoto  dengan background asap tebal yang pastinya ciamik untuk foto-foto.

Satu hal lagi, untuk berkunjung ke Kawah Sileri ini, tidak dipungut biaya apapun lho. GRATIS ……. menarik kan …… ayo, cus kesana sekarang …….

* Penulis : titaa.cy. Foto : KPFB Editor : @kominfobanjarnegara

Makan Telur Rebus Sambil Menikmati Pesona Kawah Sikidang

Makan Telur Rebus Sambil Menikmati Pesona Kawah Sikidang

Kalo ngomongin wisata ke Dieng memang tidak ada habisnya ya gaes, banyak sudut sudut peninggalan surga yang sangat recomended untuk kita sambangi.

Salah satu yang paling terkenal dari Dieng tentu saja adalah kawah sikidangnya. kenapa ? sebab ada gambarnya di semua tiket perjalanan wisata ke sana hehehe ………

So, Yuk kita kesana ……

Secara Geografis Kawah Sikidang terletak di desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara. Untuk sampai ke lokasi ini pengunjung nggak usah khawatir, sebab lokasinya cukup dekat dengan Kawasan Candi Arjuna dan Candi Bima yang (biasanya) jadi objek kunjungan pertama. Loket wisata Kawah Sikidang sendiri buka setiap hari pada jam 07.00 – 16.00, kita cukup membayar 15.000 rupiah saja untuk tiketnya (itu sudah include biaya masuk ke komplek Candi Arjuna juga lho).

Kalian tahu? Meskipun Kawah Sikidang masih aktif sampai sekarang, tapi tenang dan aman kok untuk dikunjungi lho. Aktifnya Kawah Sikidang disebabkan oleh letusan gunung Prahu yang terjadi berabad-abad lalu dan meninggalkan sisa aktivitas vulkanik. For Your info, kawah ini salah satu kawah terbesar yang ada di Dieng lho…

Saat akan memasuki Kawah Sikidang, kita akan disuguhi oleh lubang-lubang yang mengeluarkan asap panas yang merupakan bekas kawah. Ada cerita dibalik Kawah Sikidang ini gaes, konon kawah ini bisa berpindah tempat (kok serem ya hehehe …….) tapi tenang, ini cuma cerita kok. Kawah Sikidang berasal dari kata kidang atau kijang yang suka melompat-lompat kesana kemari, jadi letupan-letupan uap panas itu diibaratkan seekor kijang yang melompat dan berpindah tempat.

Dibalik Kawah Sikidang ada sebuah kisah dan legenda yang mesti kita tahu lho kawan.

Konon disekitar daerah kawasan Dieng, ada seorang gadis yang bernama Shinta Dewi. Dia adalah gadis yang sangat cantik  sehingga membuat para pemuda di seluruh daerah ingin meminangnya. Dari semua pemuda yang ingin meminang Shinta Dewi, tidak ada satu pun yang berhasil karena persyaratan mas kawin yang sangat besar. Datanglah seorang pangeran yang kaya raya bernama Kidang Garungan yang ingin meminang Shinta Dewi. Namun, terkejutlah Shinta Dewi saat melihat wujud dari pangeran yang sudah berekspektasi tinggi, bahwa pangeran itu sangat tampan macam oppa korea hahaha…

Shinta Dewi ingin menggagalkan lamarannya dengan memberikan syarat yang lebih sulit kepada pangeran Kidang Garungan yaitu membuat sumur yang harus dibuat oleh pangeran sendiri dalam satu malam. Tapi disisi lain, dia merasa sangat khawatir jika pangeran berhasil membuat sumur dalam satu malam, sehingga dia akhirnya meminta pengawal dan dayang untuk menimbun sumur itu dengan pangeran terkubur hidup-hidup di dalamnya. Pangeran Kidang Garunganpun akhirnya marah. Luapan amarahnya inilah yang konon yang menyebabkan terbentuknya Kawah Sikidang itu.

Untuk kalian yang ingin berkunjung kesini, mohon jangan terlalu dekat dengan kawah dan tetap berhati-hati ya. Kawah sikidang ini mengandung kadar belerang yang cukup tinggi sehingga jangan kaget kalau kalian mencium bau kentut yang sangat menyengat di sekitarnya lho hehe…….  Tapi tenang…….Untuk yang tidak tahan dengan bau belerang, kita bisa menggunakan masker kok. Lumayan lah bisa mengurangi “kepekatan” baunya …..

Ada satu hal yang menjadi keunikan di kawah ini, disekitar kawah terdapat kawah-kawah kecil berisi air mendidih yang bisa kita manfaatkan untuk merebus telur. Kita bisa beli telur di penjual yang berada disekitar kawah tersebut atau bahkan kalau ga males, bisa membawa dari rumah hahaha…… jadi kalian bisa merebus sendiri sesuai selera masing-masing. Rebus telur di kawah ini sekarang menjadi favorite bagi pengunjung dalam kota atau luar kota.

Nah bagi yang suka foto-foto, di sekeliling lokasi kawah ada banyak spot yang ciamik untuk dijadikan background foto.Baik yang alami maupun buatan masyarakat sekitar yang setting lokasi sana sini. Mau foto bareng buwung hantu ….. eh …….. burung hantu, ada…..

dan menariknya, di lokasi ini juga (kalau beruntung) kita juga bisa ketemu sama anak anak sekitar yang berambut gimbal asli dieng alias anak Bajang. Kalau mau berfoto bersama mereka, kita cukup kasih apa yang mereka mau (biasanya sih kecil kecil seperti uang pecahan kecil atau bahkan kadang cuma permen…..). Tapi inget, jangan bikin mereka marah ya …….

Ingin menikmati pemandangan tanpa berjalan kaki? Bisa …. …Disana disediakan persewaan motor trail, ATV, bahkan kuda jika kita mager berjalan kaki. Nah….. kurang apa coba ?

Jika berkunjung disini kalian juga akan disuguhi oleh anak-anak asli Dieng yang berambut gimbal semacam anak reggae uyee…para pengunjung yang datang kesini biasanya hanya untuk sekedar hunting foto atau menikmati telur rebus.

Tertarik ? …… Yuk Cuss……..

* Penulis : titaa.cy. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara