kapalı escort Kec. Batur | Visit Banjarnegara
Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
Kawah Candradimuka, sisa peningggalan kesaktian Gatotkaca di dunia

Kawah Candradimuka, sisa peningggalan kesaktian Gatotkaca di dunia

Ada yang pernah dengar cerita tentang kawah yang digunakan buat merendam gatotkaca dalam serial pewayangan jawa gaes ?
Yes…. kawah Candradimuka.

dan tahukah kalian bahwa kawah itu benar benar ada di dunia kita ?

Kudu ……sebab Kawah Candradimuka terletak di Desa Wisata Pekasiran, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara lho…..

Memang bener sih, konon kawah ini menjadi tempat yang digunakan untuk memotong tali pusar Gatotkaca saat berumur 1 tahun karena tali pusarnya yang tidak mau lepas. Setelah mengalami beragam kesulitan dan kegagalan, Akhirnya Arjuna mendapatkan petunjuk tentang cara  untuk melepas tali pusar keponakannya itu, yaitu dengan menceburkan Gatotkaca ke dalam Kawah Candradimuka.  Dalam prosesnya, dengan diceburkan Gatotkaca ke kawah itu dia berubah menjadi sakti mandraguna dan jadi salah satu tokoh pewayangan yang paling diagungkan hingga saat ini. Begitu ceritanya……..

Btw, tulisan ini ga akan bahas cerita pewayangan dan gatotkaca itu kok, kali ini yang akan dibahas adalah pesona dari Kawah Candradimuka.

Kawah Candradimuka ini sebenarnya termasuk wisata yang baru dijadiin sebagai tujuan wisata pada tahun 2001. Ada beberapa kawah yang mengumpul di lokasi itu. Namun, hanya ada tiga kawah yang aktif dan uniknya, warna dari kawah ini  terlihat sangat indah, misalnya kadang terlihat biru, kadang abu abu, kadang putih dan kadang seperti kopi susu alias buthek….. do you know what buhtek is ? hihihi …….

Oya gaes, kawah kawah ini bukan kawah yang berasal dari gunung berapi seperti kawah yang lain lho…….  tapi berasal dari retakan tanah dan menghasilkan gas belerang yang cukup pekat namun relatif aman.

Disekitar kawah juga terdapat sumber mata air alami yang dipercaya berkhasiat memberikan efek awet muda, so sekarang banyak dari pengunjung yang berkunjung khusus niat membasuh wajah demi hasil glowing gitu hahaha…

Kawah Candradimuka sering mengeluarkan bau belerang (mirip mirip telur rebus lah ….. kalo belum tahu lagi ya kaya bau kentut anda itu ,…..hahahaha) yang cukup menyengat. Satu hal lagi yang perlu diketahui sebelum diniatin piknik kesini gaes, hawa yang panas dan asap yang sering keluar dari kawah ini kurang cocok deh buat kalian yang lagi nggak fit alias badan yang kurang sehat. Jadi, kalau kalian ingin kesini pastikan badan kalian fit yaa….

Meskipun kawah ini aktif, tapi tidak usah khawatir karena tidak terlalu berbahaya dan bosan. Tempat yang cukup luas memberikan jaminan untuk kalian bisa menyaksikan langsung kekayaan alam lainnya seperti solfatara (gas belerang) yang bisa dilihat dari berbagai sudut dengan jarak yang dekat.

Atau kalo kita ada di atas, Dari celah bukit, kalian akan disuguhi dengan indahnya kawah yang masih aktif yang terletak di bagian bawah yang selalu diselimuti oleh awan yang tebal. So kalian perlu ekstra waspada untuk turun melalui anak tangga biar lebih dekat dengan bibir Kawah Candradimuka ini. Bau belerang yang cukup menyengat juga dikhawatirkan bisa merusak sistem pernafasan lho…… Jadi buat kalian nih yang nggak suka bau menyengat siap-siap pakai masker ya. Tapi, kalau kalian masih penasaran, kalian bisa  menunggu sampai asapnya berangsur-angsur menghilang.

Indah ? Pasti ….. Eksotis ? barang tentu ……

Bikin Penasaran ? Absolutely YES……

Udah, yuk cus buruan kesana ……….

* Penulis : Ade Foto : ngatmow Editor : kominfobanjarnegara

Kawah Sileri, Cantik Tapi Juga Ngeri

Kawah Sileri, Cantik Tapi Juga Ngeri

Kawah Sileri merupakan kawah yang terluas di Dieng, kawah ini terletak di desa Kepakisan, Kec. Batur, atau lebih tepatnya di lereng barat Gunung Pagerkandang, Kawah ini merupakan kawah yang paling aktif dan juga paling berbahaya di Dieng lho gaes.  Sebagai bukti, mungkin dari kalian sudah tahu atau minimal pernah denger kalau Kawah Sileri ini pernah meletus pada tahun 2018, tapi untungnya nggak ada korban jiwa satupun waktu itu. Selain tahun 2018 itu, Kawah Sileri ini juga sudah pernah meletus pada tahun 1956, 1964, 2003, 2009 dan 2017 ….. Nah………Namun begitu, meskipun berbahaya, tapi masih banyak orang yang datang untuk menikmati kecantikan dan pemandangan kawahnya yang indah lho.

Kenapa kawah ini diberi nama Kawah Sileri?

Menurut cerita warga Dieng, Sileri berasal dari kata Leri.  Kalian tahu Leri ?

ya……. air cucian beras yang berwarna keruh. Dan dari kawah ini mengalir air yang berwarna keruh seperti Leri itu ……  sehingga oleh masyarakat di sekitarnya  kawah ini diberi nama Kawah Sileri.

Di sekitar kawah suasananya hangat karena uap yang muncul dari kawah lho. Uap panas ini adalah gejala-gejala aktivitas vulkanis, uap panas yang berwarna putih keabu-abuan yang keluar inilah yang menjadi daya tarik wisata Kawah Sileri. Kalian bisa menyaksikan uap panas yang sangat luas, serasa seperti sedang di negeri atas awan. Oya, perlu kalian tahu bahwa Air mendidih yang ada di permukaan dan disertai uap panas itu terjadi karena di dalam perut bumi dimana sedang terjadi aktivitas vulkanik. Tapi beda cerita ya guys sama kawah sikidang yang bisa kita manfaatin merebus telur, di Kawah Sileri ini kita tidak disarankan untuk mendekat terlalu dekat. Karena letupannya yang tidak terduga dan sangat berbahaya…… kaya kamu ….. wkwk…….

Di sekeliling kawah kita bisa menemukan pemandangan alam  yang masih sangat alami, dimana bukit tinggi menjulang dan hutan pinus yang asri, dan di kejauhan tampak juga lahan pertanian milik para warga sekitar.

Jika kalian ingin pergi kesana, kalian bisa datang sekitar jam 6 pagi karena ada pemandangan yang cukup langka dan nggak boleh dilewatkan. Saat pagi hari uap panas seperti masih menempel di permukaan kawah, lalu kalian tunggu hingga uap itu akan sedikit demi sedikit terpisah dengan permukaan air. Hal ini disebabkan karena sinar matahari yang menyinari kawah ini…….wow banget pokoknya ……

Kawah yang luasnya sekitar 4 ha ini bisa ditempuh 15 menit saja dari poros Dieng dengan jarak 7 km, di sepanjang perjalanan kalian akan melihat banyak asap karena disekitar desa yang dilewati ada pengeboran yang digunakan untuk kepentingan Pembangkit Listrik tenaga Uap ( PLTU ).  Dengan menggunakan kendaraan, kita bisa menikmati segarnya udara pegunungan dengan pemandangan yang super istimewa. Oya, kalau kalian menemukan pertigaan cek papan penunjuk arah. Kemudian ambil arah ke pemandian D’Qiano ya …. sebab kalau ambil jalan yang salah, pasti akan terjerumus ke dalam dosa…… eh…..

Nggak ding ……

Sesampainya di bukit (tepat diatas pemandian D’Qiano) sekaligus tempat parkir kawah,  kita akan merasakan hawa yang sejuk, segar namun terasa agak kering. Tapi itu bukan masalah kok, sebab Dieng emang gitu hehehe ………..bagi kalian yang ingin mendekat ke kawah tidak perlu khawatir karena sudah disediakan tangga dari beton yang berjejer membelah lahan pertanian penduduk, dan kalian akan sampai di gazebo yang dibangun oleh pemerintah untuk beristirahat.

Nah, kalau kalian ingin lebih dekat lagi bisa menuruni sedikit jalan dan bisa sambil berfoto  dengan background asap tebal yang pastinya ciamik untuk foto-foto.

Satu hal lagi, untuk berkunjung ke Kawah Sileri ini, tidak dipungut biaya apapun lho. GRATIS ……. menarik kan …… ayo, cus kesana sekarang …….

* Penulis : titaa.cy. Foto : KPFB Editor : @kominfobanjarnegara

Makan Telur Rebus Sambil Menikmati Pesona Kawah Sikidang

Makan Telur Rebus Sambil Menikmati Pesona Kawah Sikidang

Kalo ngomongin wisata ke Dieng memang tidak ada habisnya ya gaes, banyak sudut sudut peninggalan surga yang sangat recomended untuk kita sambangi.

Salah satu yang paling terkenal dari Dieng tentu saja adalah kawah sikidangnya. kenapa ? sebab ada gambarnya di semua tiket perjalanan wisata ke sana hehehe ………

So, Yuk kita kesana ……

Secara Geografis Kawah Sikidang terletak di desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara. Untuk sampai ke lokasi ini pengunjung nggak usah khawatir, sebab lokasinya cukup dekat dengan Kawasan Candi Arjuna dan Candi Bima yang (biasanya) jadi objek kunjungan pertama. Loket wisata Kawah Sikidang sendiri buka setiap hari pada jam 07.00 – 16.00, kita cukup membayar 15.000 rupiah saja untuk tiketnya (itu sudah include biaya masuk ke komplek Candi Arjuna juga lho).

Kalian tahu? Meskipun Kawah Sikidang masih aktif sampai sekarang, tapi tenang dan aman kok untuk dikunjungi lho. Aktifnya Kawah Sikidang disebabkan oleh letusan gunung Prahu yang terjadi berabad-abad lalu dan meninggalkan sisa aktivitas vulkanik. For Your info, kawah ini salah satu kawah terbesar yang ada di Dieng lho…

Saat akan memasuki Kawah Sikidang, kita akan disuguhi oleh lubang-lubang yang mengeluarkan asap panas yang merupakan bekas kawah. Ada cerita dibalik Kawah Sikidang ini gaes, konon kawah ini bisa berpindah tempat (kok serem ya hehehe …….) tapi tenang, ini cuma cerita kok. Kawah Sikidang berasal dari kata kidang atau kijang yang suka melompat-lompat kesana kemari, jadi letupan-letupan uap panas itu diibaratkan seekor kijang yang melompat dan berpindah tempat.

Dibalik Kawah Sikidang ada sebuah kisah dan legenda yang mesti kita tahu lho kawan.

Konon disekitar daerah kawasan Dieng, ada seorang gadis yang bernama Shinta Dewi. Dia adalah gadis yang sangat cantik  sehingga membuat para pemuda di seluruh daerah ingin meminangnya. Dari semua pemuda yang ingin meminang Shinta Dewi, tidak ada satu pun yang berhasil karena persyaratan mas kawin yang sangat besar. Datanglah seorang pangeran yang kaya raya bernama Kidang Garungan yang ingin meminang Shinta Dewi. Namun, terkejutlah Shinta Dewi saat melihat wujud dari pangeran yang sudah berekspektasi tinggi, bahwa pangeran itu sangat tampan macam oppa korea hahaha…

Shinta Dewi ingin menggagalkan lamarannya dengan memberikan syarat yang lebih sulit kepada pangeran Kidang Garungan yaitu membuat sumur yang harus dibuat oleh pangeran sendiri dalam satu malam. Tapi disisi lain, dia merasa sangat khawatir jika pangeran berhasil membuat sumur dalam satu malam, sehingga dia akhirnya meminta pengawal dan dayang untuk menimbun sumur itu dengan pangeran terkubur hidup-hidup di dalamnya. Pangeran Kidang Garunganpun akhirnya marah. Luapan amarahnya inilah yang konon yang menyebabkan terbentuknya Kawah Sikidang itu.

Untuk kalian yang ingin berkunjung kesini, mohon jangan terlalu dekat dengan kawah dan tetap berhati-hati ya. Kawah sikidang ini mengandung kadar belerang yang cukup tinggi sehingga jangan kaget kalau kalian mencium bau kentut yang sangat menyengat di sekitarnya lho hehe…….  Tapi tenang…….Untuk yang tidak tahan dengan bau belerang, kita bisa menggunakan masker kok. Lumayan lah bisa mengurangi “kepekatan” baunya …..

Ada satu hal yang menjadi keunikan di kawah ini, disekitar kawah terdapat kawah-kawah kecil berisi air mendidih yang bisa kita manfaatkan untuk merebus telur. Kita bisa beli telur di penjual yang berada disekitar kawah tersebut atau bahkan kalau ga males, bisa membawa dari rumah hahaha…… jadi kalian bisa merebus sendiri sesuai selera masing-masing. Rebus telur di kawah ini sekarang menjadi favorite bagi pengunjung dalam kota atau luar kota.

Nah bagi yang suka foto-foto, di sekeliling lokasi kawah ada banyak spot yang ciamik untuk dijadikan background foto.Baik yang alami maupun buatan masyarakat sekitar yang setting lokasi sana sini. Mau foto bareng buwung hantu ….. eh …….. burung hantu, ada…..

dan menariknya, di lokasi ini juga (kalau beruntung) kita juga bisa ketemu sama anak anak sekitar yang berambut gimbal asli dieng alias anak Bajang. Kalau mau berfoto bersama mereka, kita cukup kasih apa yang mereka mau (biasanya sih kecil kecil seperti uang pecahan kecil atau bahkan kadang cuma permen…..). Tapi inget, jangan bikin mereka marah ya …….

Ingin menikmati pemandangan tanpa berjalan kaki? Bisa …. …Disana disediakan persewaan motor trail, ATV, bahkan kuda jika kita mager berjalan kaki. Nah….. kurang apa coba ?

Jika berkunjung disini kalian juga akan disuguhi oleh anak-anak asli Dieng yang berambut gimbal semacam anak reggae uyee…para pengunjung yang datang kesini biasanya hanya untuk sekedar hunting foto atau menikmati telur rebus.

Tertarik ? …… Yuk Cuss……..

* Penulis : titaa.cy. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Telaga Sewiwi, telaga kecil yang (harusnya) indah

Telaga Sewiwi, telaga kecil yang (harusnya) indah

Selama ini banyak orang mengenal Dieng sebagai dataran tinggi dengan tanaman perkebunan yang hijau dan berhawa dingin. Dan kamu mungkin akan berpikir untuk mengunjungi beragam candi-candi dan kawah-kawah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik gunung berapi disana. Namun sebenarnya, kamu juga bisa menemukan berbagai telaga cantik yang ada disana lho gaes……serius.

Telaga Sewiwi salah satunya.

Nama yang unik dan (seharusnya) bikin penasaran?

Menurut penjelasan warga sekitar, telaga ini dinamakan telaga sewiwi karena kalau dilihat dari atas (dari arah desa Karangtengah), bentuknya mirip sayap membentang atau “sewiwi” dalam bahasa Jawa. mereka juga menambahkan bahwa dulunya telaga ini memiliki air yang sangat jernih sehingga nampak sangat indah dan seolah “ngiwi iwi” (mengundang untuk mendekatinya – Jawa – red)

Telaga sewiwi menyajikan pemandangan yang masih alami, bebas dari pekatnya polusi perkotaan dan suasana sejuk akan menemani kamu menghabiskan waktu. Meskipun telaga sewiwi tidak seluas telaga-telaga lain di Dieng, hanya sekitar 1 hektare, tapi mempunyai keistimewaan tersendiri tentunya. Obyek wisata telaga sewiwi ini pada awalnya oleh masyarakat setempat difungsikan sebagai tempat pemancingan, bahkan banyak warga dari daerah lain ikut memancing disini untuk menyalurkan hobinya. Namun semenjak lahan kentang dan pertanian warga semakin meluas, telaga ini mengalami perubahan kondisi yang cukup signifikan. Diantaranya adalah debit air yang terus menurun, banyaknya tanaman pengganggu di permukaan telaga hingga pendangkalan yang terjadi karena endapan tanah dari lahan yang terbawa masuk ke dalam telaga.

haduh…..

Memang sih beberapa waktu yang lalu, pernah dilakukan perbaikan lokasi. Kondisinya jadi lebih cantik dan digunakan masyarakat sebagai rest area, fasilitas yang disediakan juga mulai lengkap seperti mushola, toilet, rumah makan, kios oleh-oleh dan beberapa gazebo untuk bersantai.

Oya, di lokasi ini juga dibangun Pintu gerbang yang gagah membentang menyerupai sayap atau sewiwi yang instagramable lho, yang tentu saja membuat siapa saja ingin mendokumentasikannya.

Lokasi

Terletak di desa Kepakisan, kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, jaraknya hanya sekitar 2km atau sekitar 10 menit dari komplek Candi Arjuna. Dari beberapa telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng, telaga sewiwi merupakan telaga yang paling mudah dijangkau oleh wisatawan. Letak telaga sewiwi sangat strategis dan berada di pinggir jalan raya.

Kondisi jalan yang bagus dam mudah dilalui, wisatawan dapat menjangkau telaga sewiwi dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika masih bingung, Google Maps atau bertanya dengan warga sekitar akan membantu memberikan petunjuk arah.

 

 Saran dan Tips       

Telaga sewiwi bisa menjadi rest area bagi wisatawan dari arah Banjarnegara atau Batur untuk menuju obyek wisata utama, bagi wisatawan dari arah Wonosobo telaga sewiwi juga bisa menjadi rest area. Karena berlokasi di dataran tinggi, hawanya pun sangat dingin. Kamu perlu mengenakan jaket atau pakaian hangat lain jika ingin berkunjung ke Dieng. Ditunggu kedatanganmu di Telaga Sewiwi, tapi perlu diingat jangan mengambil apapun selain foto dan jangan meninggalkan apapun selain jejak, ya!

 

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Membelah Kabut Naik Kayak di Telaga Merdada

Membelah Kabut Naik Kayak di Telaga Merdada

Jelajah Dieng memang tak akan ada habisnya, banyak tempat-tempat menarik di negeri atas awan ini yang sebenarnya belum begitu terekspose. Telaga Merdada salah satunya, bukan hanya indah, telaga yang satu ini merupakan telaga terluas yang ada di kawasan Dieng lho! Kamu sudah pernah dengar wisata alam Telaga Merdada belum?

Lokasi

Terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, dengan luas telaga 25 hektare ini berada di atas ketinggian 2.045 mdpl dengan pemandangan yang masih alami. Wow!  Sekedar informasi, Jarak dari Komplek Candi Arjuna Dieng menuju obyek wisata telaga merdada ini bisa ditempuh sejauh 3,9 km atau berkendara sekitar 10 menit saja lho.

Sejarah

Seperti yang disebutkan diatas telaga merdada merupakan telaga terluas, luasnya telaga ini menjadi alasan diberikan nama “merdada”. Merdada merujuk pada “dada” yang mengandung makna lapang atau luas. Tahukah kalian bahwa telaga ini tidak memiliki sumber mata air. Seluruh air yang menggenangi telaga ini merupakan tampungan air hujan, ketika musim hujan volume air telaga akan penuh. Begitupun sebaliknya, pada musim kemarau telaga ini akan kering. Bagian tengah telaga akan terlihat dengan jelas. Meski begitu, bukan berarti telaga ini bisa dilintasi dengan berjalan kaki, telaga ini memiliki lumpur yang dalam sehingga berbahaya untuk dilintasi.

Air telaga merupakan sumber air bagi para petani, lahan-lahan kentang yang banyak terdapat di sekitar telaga sangat bergantung pada debit air telaga ini. Obyek wisata telaga merdada memiliki pemandangan yang sangat indah, air yang jernih serta dikelilingi oleh dua perbukitan yaitu bukit pangonan dan bukit semurup yang masih hijau alami menjadikan suasana telaga tampak asri dan sejuk.

Harga Tiket Masuk

Telaga merdada dibuka untuk umum setiap hari dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB, untuk harga tikek masuk atau HTM kamu hanya merogoh uang Rp. 5.000 per orang. Biaya lainnya yang harus kamu keluarkan adalah tiket parkir kendaraan.

Harga tersebut bisa sewaktu-waktu berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jika mengunjungi telaga merdada pada saat bukan hari libur makan tidak dikenakan biaya tiket masuk.

Daya Tarik

Selain melihat-lihat pemandangan yang masih sangat asri serta memancing, pengelola juga menyediakan dua jenis kayak untuk mengelilingi telaga yang dapat disewa oleh pengunjung, kayak tersedia dengan kapasitas single dan double. Pengunjung cukup membayar Rp 25.000 untuk kayak yang digunakan sendirian, dan kayak kapasitas dua orang seharga Rp 50.000 selama setengah jam. Sebelum menaiki kayak, pengunjung diharuskan memakai pelampung dan helm untuk menjaga keselamatan dan perlindungan diri.

Jika wisata kayak di tempat lain biasa dilakukan di tempat terbuka yang relatif memiliki cuaca hangat, di telaga merdada suasana yang disuguhkan sangat jauh berbeda. Di waktu tertentu, dayungan di telaga tersebut akan mengantar pengunjung ke dalam lautan kabut lengkap dengan tiupan angin dingin khas Dataran Tinggi Dieng.

Nah, buat kamu yang ingin merasakan sensasi naik kayak membelah kabut seperti awan dan menikmati embusan udara dingin. Jangan lupa datang ke Telaga Merdada, ya!

Mau berkunjung ke sana ? Cek Disini ya

 

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara