kapalı escort komunitas | Visit Banjarnegara
Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
Komunitas “PUSPABARA” (Pelaku Usaha Pariwisata Banjarnegara) resmi terbentuk

Komunitas “PUSPABARA” (Pelaku Usaha Pariwisata Banjarnegara) resmi terbentuk

Pariwisata merupakan sektor yang paling efektif untuk mendongkrak penguatan ekonomi masyarakat, alasannya karena sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata ada di kota dawet ayu, dari panorama alam yang indah dengan daya tarik yang apik, ragam seni budaya, hasil industri kerajinan yang khas sampai peninggalan situs bangunan peradaban masa lampau yang menjadi magnet wisatawan. Oleh karena itu semua unsur yang ada di Banjarnegara merupakan bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata.

Selain sumber daya Alam (SDA), sumber daya yang dimaksud Sumber Daya Manusia (SDM) anatara lain kepiawaian dan sinergitas para pelaku dan pengelola usaha pariwisata untuk mendukung tumbuh dan berkembangnya pariwisata Banjarnegara menjadi daerah tujuan wisata di Jawa Tengah.

Kondisi ini memantik para pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam komunitas “PUSPABARA” (Pelaku Usaha Pariwisata Banjarnegara) yang belum lama ini telah terbentuk yang beranggotakan dari beberapa unsur antara lain Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW), Biro Perjalanan Wisata (BPW), unsur perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Pusat Oleh-oleh Banjarnegara, Operator Jeep wisata dan pelaku usaha hiburan, telah menggelar Silaturahmi Komunitas Puspabara yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabid Kelembagaan dan SDM, di saung bambu D’Joss Rafting Sigaluh Banjarnegara, Kamis, 17/12/2020.

Kadisparbud Banjarnegara, Drs. Agung Yusianto, M.Si , dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi sekaligus memberi stresing pada Puspabara.
” Saya mengapresiasi atas semangat teman – teman para pelaku usaha pariwisata Banjarnegara dengan terbentuknya PUSPABARA, temen-temen semua harus bisa merumuskan action kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan. yang perlu diingat sauadara sekalian bermain di dunia bisnis namun saya minta jangan egois. ujarnya”.

Agung Yusianto juga mengajak para anggota Puspabara untuk memperkenalkan semua potensi pariwisata termasuk produk – produk pariwisata Banjarnegara dan mengenalkan akses ke Dieng Banjarnegra melalui jalur baru lewat Plipiran Limbangan – Pagentan – Batur disamping jalur Karangkobar – Pejawaran – Batur.

PUSPABARA di nakodai Fajar Sodik dari unsur Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dalam perbincanganya menyampaikan rasa optimis untuk meramaiakan pariwisata Banjarnegara.

“Walaupun PUSPABARA masih baru namun semangat temen – temen pelaku usaha pariwisata Banjarnegara mempunyai tekad akan memajukan pariwisata Banjarnegara dan akan ikut andil dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banjarnegara, seperti yang tertuang dalam misi Puspabara yaitu sinergitas antar pelaku usaha pariwisata dengan dinas terkait untuk memajukan dan memasarkan potensi wisata Banjarnegara. Dan semoga dengan beranggotakan 30 orang dan masih dilakukan pendataan, dari beberapa unsur pelaku usaha pariwisata yang kurang lebih  ada 150 – 200 orang anggota, cita cita tersebut bisa segera terwujud ” ujarnya.

PHANTOM (Panther Owner Community) Chapter Banjarnegara

PHANTOM (Panther Owner Community) Chapter Banjarnegara

Para pecinta mobil Panther di wilayah Kabupaten Banjarnegara kini mendeklarasikan berdirinya Chapter Banjarnegara. Mereka tergabung dalam komunitas PHANTOM (Panther Owner Community) yang saat ini memiliki anggota aktif setidaknya 50 orang dengan Slamet Teguh S, S.Pd didapuk sebagai Ketua komunitas ini.

Mengusung tema ” Menembus Batas Persaudaraan, Seduluran sak lawase”,  komunitas yang sebelumnya masih menjadi bagian dari PHANTOM Banyumas, secara resmi membentuk  PHANTOM BNA pada tanggal 26 Juli 2020. Hal ini adalah sebagai bentuk dari aspirasi para anggota yang semakin banyak jumlahnya demi mempermudah komunikasi dan koordinasi.

Salah satu hal yang menarik dari PHANTOM Chapter BNA, mereka membuka kesempatan yang seluas luasnya untuk bersinergi dengan berbagai pihak terkait, terutama untuk bersama-sama memajukan pariwisata daerah. Salah satunya dengan mengadakan acara-acara Kopdar di tempat tempat wisata lokal Banjarnegara, setelah sempat lesu selama sejak Pendemi Covid-19. Hal ini mengingat acara-acara PHANTOM lebih cenderung berkonsep family gathering alias wisata bersama keluarga,

” Khusus untuk hal ini, prinsipnya asalkan tempat wisata tersebut memiliki tempat parkir yang cukup luas, kami dari  PHANTOM siap untuk mengadakan acara di tempat tersebut dan siap untuk bersama-sama mempromosikannya ke lingkungan yang lebih luas ” .

* Penulis : Happy Kurniawan. Foto : Agussalam Editor : @kominfobanjarnegara

KSB : Komunitas Sablon Banjarnegara

KSB : Komunitas Sablon Banjarnegara

Komunitas Sablon Banjarnegara, yang kami singkat menjadi KSB dideklarasikan pada 16 Februari 2020 komunitas ini beranggotakan pelaku sablon di wilayah banjarnegara, pelaku sebagai profesional dan penghobi termasuk beberapa profesi disekitar dunia sablon.
Kami mempunyai visi dimana sekelompok dengan profesi yang sama akan lebih saling menguatkan saat dikumpulkan dalam satu komunitas, dengan berbagi ilmu dan informasi dalam suasana kekeluargaan dalam komunitas diharapkan akan meningkatkan kualitas bahkan profit masing-masing anggota

Struktur pengurus komunitas ini masih dibuat sesederhana mungkin, kami berusaha menghemat pikiran dan tenaga agar lebih konsentrasi dalam melangkah di masa-masa awal ini, dengan selalu membuka kesempatan untuk pengembangan kepengurusan, karena hal tersebut sangat berhubungan dengan kegiatan komunitas
Masa awal pembentukan komunitas ini bukan berarti secara profesi kami semua berangkat dari NOL. Sebelum berdirinya KSB, masing2 anggota adalah pelaku di dunia sablon, baik itu pemilik, operator, broker dan profesi-profesi diseputar dunia sablon di wilayah banjarnegara

Secara rutin kami berusaha untuk mengadakan “Kumpul Bareng” untuk menguatkan hubungan “persaudaraan” yang diisi dengan bertukar informasi tentang ilmu dan informasi dunia sablon global
Selalu terbuka mencari dan menggali informasi dunia sablon global menjadi jalan untuk tau dan semoga kami makin berkembang.
Tujuan akhirnya adalah agar masing-masing anggota KSB bisa memberikan kepuasan kepada konsumen

*Teks dan Foto by Agus Butho

Assikbara, Komunitas Musisi Single Keyboard Kota Dawet Ayu

Assikbara, Komunitas Musisi Single Keyboard Kota Dawet Ayu

Di era teknologi ini, perkembangan dunia musik semakin pesat. Demikian juga kreativitas pelaku atau seniman yang berkecimpung di dalamnya.

Musik punya andil cukup besar dalam perkembangan seni di negeri ini. Tak bisa dipungkiri musik juga mampu menjadi industri yang kuat dan mandiri.

Evolusi industri musik yang terjadi pada era digital telah menciptakan pergeseran secara signifikan bagi penikmat dan produsen dalam menikmati serta memproduksi musik.

Para seniman digital memiliki peran strategis dalam kemajuan musik Indonesia. Mereka terus berupaya membuat terobosan untuk menyajikan karya dan penampilan terbaiknya. Dan tentu saja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya yang banyak bergantung pula pada dunia musik.

Dengan latar belakang itulah para seniman musik single keyboard (ada yang menyebut player keyboard / organ tunggal) di Banjarnegara, Jawa Tengah membentuk wadah bernama “AsSik-Bara” yang merupakan kepanjangan dari Asosisasi Single Keyboard Banjarnegara.

Komunitas ini berdiri pada tanggal 17 Juni 2018 di Banjarnegara, Jawa Tengah. Ketua AsSik-Bara saat ini adalah Bung Media Andi AP atau yang akrab disapa Andy Magma, seorang musisi asli kota Dawet Ayu.

Tujuan “AsSik-Bara” adalah memperjuangkan tercapainya cita-cita, tujuan dan kepentingan seniman musik / musisi single keyboard yaitu terwujudnya anggota yang sejahtera.

Anggota komunitas ini mencapai 45 personil. Mayoritas merupakan musisi solo keyboard dari berbagai genre. Mulai dari yang mempunyai tension karakter musik pop, jazzy, rock, hingga dangdut, campursari dan langgam Jawa.

Sedang anggota lain merupakan pencipta lagu, erenjer, guru musik, ilustrator (scoring), dan praktisi musik lainnya terutama yang mengandalkan “senjata” utama instrumen keyboard. Beberapa anggota ada yang telah menjuarai lomba cipta lagu dan mengisi musik untuk audio novel dan film pendek.

Anggota komunitas Assikbara berasal dari daerah Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga dan Purwokerto, Jawa Tengah.

Tujuan organisasi ini adalah untuk menggalang dan membina para musisi single keyboard untuk meningkatkan profesionalisme, guna mencapai kesejahteraan atau taraf hidup. Juga meningkatkan pengetahuan para anggota dalam bidang musik secara umum dan manajemen industri ekonomi kreatif. Assikbara juga ingin mewujudkan apresiasi dari masyarakat (khalayak) terhadap insan seni dalam pembangunan bangsa.

Kegiatan rutin yang diselenggarakan antara lain : arisan dan pertemuan rutin minimal satu bulan sekali, Performing art, Music programming, Music producing (rekaman, membuat lagu), Music education (coaching clinic, workshop, seminar dll), Music Charity (penggalangan dana, dll)

Pada tahun 2018 Assikbara bekerja sama dengan Artbara (Insan Seni Banjarnegara) dan relawan pernah menggalang dana untuk korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu, Sigli dan Donggala Sulawesi Tengah di alun-alun Banjarnegara dan Dieng Mart.

Hasil dari kegiatan amal ini diserahkan kepada Bupati Banjarnegara dan telah disalurkan ke lokasi bencana bersama sumbangan dari donatur lainnya.

Anggota Assikbara pada masa pandemi kemarin turut terpukul oleh badai corona. Namun para personilnya tak kehilangan kreativitas. Beberapa anggota terus berkarya baik dalam kreativitas style musik, membuat lagu, dan menciptakan musik.

Ada beberapa karya yang siap dipersembakan oleh komunitas ini antara lain lagu lokal Banjarnegara seperti : Keajaiban Kotaku, Banjarnegara Maju, Ayo Plesir Maring Banjar, Banjarnegara Gilar-Gilar, Dawet Banjarnegara, Medayu Desaku Paling Ayu, Kerja Seanane, Depo Pelita Banjarnegara, dan masih banyak lagi.

Ini semua merupakan sumbangsih untuk mendukung program-program pembangunan yang sedang digalakkan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara pada khususnya, dan Bangsa Indonesia secara luas.

Assikbara mempunyai motto atau semboyan “Bermusik dengan hati. Berkarya untuk Negeri” kini mempunyai basecamp baru di Jalan Merpati Nomor 4 Kelurahan Parakancanggah RT. 03/V Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah.

Kepengurusan Assikbara saat ini sebagai berikut :
Pembina : Bapak Bupati Banjarnegara
Pengarah : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Kepala Dinas Perindagkop UKM
Penasihat : Bp. Ign. Hendro Adhy Nugroho
Ketua 1 : Andy Magma, Ketua 2 : Hartono Jazzy
Sekretaris I: Eka Budi Saputro, Sekretaris II : Jaswadi “Ijaz Keyboard”
Bendahara : Suwaryo Pantomim.

Untuk kepentingan acara dan informasi lain tentang Assikbara, bisa mengubungi nomor :
wa.me/+6282133663660
.***

*Foto dan Artikel : Muji Prasetyo