Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
Keramik Klampok, Cinderamata Khas Banjarnegara

Keramik Klampok, Cinderamata Khas Banjarnegara

Kabupaten Banjarnegara memiliki banyak kerajinan tangan atau kriya yang bernilai seni tinggi. Banjarnegara juga memiliki sentra kerajinan keramik, Keramik Klampok namanya. Penasaran? Yuukk kita bahas..

Selain terkenal dengan Batik Gumelem-nya yang khas dengan motif Banyumasan, ada juga kerajinan keramik yang legend dan tentu saja cuantik-cuantik untuk dibawa pulang ke rumah kamu nih.. Sentra kerajinan Keramik Klampok berada di Desa Klampok, Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara.

Yuk kita intip sedikit sejarah mula kerajinan Keramik Klampok!

Kira-kira tahun 1935 seorang pribumi (katakanlah begitu) yang berguru ke Bandung atas kesempatan yang diberikan Pemerintah Belanda pada zamannya. Sepulangnya dari sana, beliau menerapkan ilmunya untuk memimpin perusahaan keramik milik pemerintah Belanda di Klampok selama kurang lebih 5 tahun. Kemudiaaaaan, sekitar tahun 1957, beliau mendirikan sendiri industri keramik miliknya yang dikenal dengan “Maendalai” yang ternyata menyerap banyak tenaga kerja sehingga berdampak bertumbuhnya ekonomi warga sekitarnya. Dari sinilah kerajinan Keramik Klampok mulai berkembang. Puncak kejayaannya di tahun 1980-1990-an.

Jadi sob, nilai yang bisa diambil dari sejarah tadi ialah kita perlu yang nama menghargai proses. Yap, karena sesuatu yang berhasil didapatkan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan kann.. ada kendala, ada naik turun tapi dari sana tentunya didapatkan hasil yang fantastis bernilai jual tinggi seperti Keramik Klampok ini.. bersabdanya sudah yaa haha… yuk kita lanjutin!

Adapun serba-serbi soal Keramik Klampok nih,

Berbicara soal proses pembuatan nih yaa, Keramik Klampok dibuat dari tanah liat yang disaring (direndam air terlebih dahulu kemudian hasil rendamannya yang dipakai), hasil rendaman kemudian dipadatkan. Baru setelah itu tanah liat bisa dicetak dan dibentuk dengan cetakan atau teknik putar menggunakan meja putar.

Teknik putar menjadi yang populer ya sob, karena teknik ini menjadi ciri khas daripada pembuatan kerajinan keramik. Biasanya teknik putar digunakan untuk bentuk-bentuk tabung atau silinder seperti vas atau guci. Dari sini kreatifitas pengrajin dipertaruhkan haha.. maksudnya dalam proses pengukiran ini didapatkanlah bentuk-bentuk yang unik dan menarik.

Setelah tanah liat dibentuk, proses selanjutnya adalah proses penjemuran untuk menghilangkan kadar air supaya keramik dapat berbentuk dan mengeras. Proses penjemuran dilakukan dibawah terik matahari. Tentu saja proses penjemuran manual seperti ini akan membutuhkan waktu lama apabila musim penghujan datang..

Belum cukup sampai disana, setelah dijemur dan kering, keramik setengah jadi ini akan masuk kedalam proses pembakaran. Menurut pengarajinnya, proses ini penting bertujuan agar keramik menjadi semakin kuat, anti retak, kokoh, tahan cuaca ekstrem… tidak seperti hatiku yang rawan rapuh ini…haduuhhh

Setelah keramik sudah berbentuk barulah masuk ke proses pewarnaan sob, tidak semua keramik masuk tahap ini yaa.. ada yang memang dibiarkan saja dengan warna asli tanah liat supaya terlihat klasiknya. Wonderful…

Terlaris dan terfavorit dari kerajinan keramik ini adalah produksi poci atau teko dengan seperangkat gelas mininya. Ciamik banget buat nongkrong sambil diisi teh gopeknya bro.. tentu tidak hanya poci, banyak produk keramik lainnya yang kece dan lucu-lucu, seperti guci, hiasan patung, gantungan kunci, dan lain sebagainya. Mulai dari harga 20 ribuan sampai yang agak mahal? Ada sob..

Soooo, kamu harus punya yang satu ini untuk kamu bawa pulang ke rumah sebagai buah tangan dari Banjarnegara. Mau cari dari model mini sampai yang setinggi satu meter? Ada semua pokoknya. Kolektor keramik? Harus banget mampir ke sentra kerajinan Keramik Klampok, Banjarnegara yaa…

* Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : MizarWiyono Editor : @kominfobanjarnegara