Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
Menikmati ngopi dan sepiring cemilan asik di tengah sungai

Menikmati ngopi dan sepiring cemilan asik di tengah sungai

Hai, guys! Kayaknya waktunya liburan nih untuk refresing, kira-kira kamu sudah punya list perjalanan untuk mengisi waktu liburanmu bareng keluarga, pasangan, atau sahabat belum, nih?

Tenang kamu bisa memilih daerah dataran tinggi Dieng sebagai salah satu target destinasimu.
Tapi sebelum sampai di Dieng, kamu juga bisa mampir ke rest area Tikako di Desa Kalilunjur, Kec.Banjarmangu, Banjarnegara. Pasalnya, selain udaranya yang sejuk, kamu juga bisa mencicipi aneka menu tradisional dengan gemericik air sungai yang segar. Hal ini dikarenakan rest area tersebut berada di atas sungai.

Lho kok bisa ?
Penasaran kan bagaimana sejuknya rest area Tikako di Banjarnegara?
Langsung saja simak potretnya berikut ini yang membuat mata kamu tak berkedip saat melihatnya.

Awal Dibangunnya Tikako
Oh iya guys… dulunya tempat ini adalah sebuah rest area dengan warung makan biasa seperti pada umumnya di jalur wisata Dieng yang diperuntukkan bagi para pengendara atau siapapun yang melintas di jalan ini. Akan tetapi seiring berjalannya waktu rest area ini menjadi sepi pengunjung, hal ini di karenakan munculnya rest area baru ataupun tempat-tempat refresing di sepanjang jalur dieng ini.

Dari situlah ditemukannya ide membuat rest area ini menjadi ramai kembali, dan semenjak didirikannya Tikako, rest area ini menjadi ramai karena pengunjung terus berdatangan bahka pengunjung sangat membludag di setiap harinya.

Desain Tikako
Suara gemricik air sungai yang mengalir dari atas bukit menciptakan suasana yang nyaman, bebatuan yang besar menjadi pijakan para pengunjung, jembatan kayu stapak yang melintaang serta rumah-rumah dengan desain minimalis berbentuk segitiga dan meja makan yang tertata rapi di tepi kali bagian atas serta meja yang sengaja di letakan di atas sungai bagian bawah sebagai tempat istirahat para pengunjung sekaligus menikmati kuliner yang dipesan di pondok yang berada di depan pintu masuk lokasi, desain unik menjadikan rest are ini cocok menjadi sasaran untuk berswafoto.

Harga Tiket Masuk
Memanjakan mata dengan padu padan yang sangat serasi penataan yang artistik, serta memanjakan lindah dengan butget 10 ribu, sudah termasuk tiket masuk dan softdrink sangatlah terjangkau dan ketika kalian datang sebelum jam 10:00 pagi kalian akan mendapatkan softdrink dan mendoan.
Nah…Ngga bakal bikin kantong kering kan..? wkwkwkw

Indahnya Tikako
Memasuki area Tikako pengunjung akan disambut dengan gemericik air sungai yang jernih yang mengalir dari atas bukit.
Selain rumah-rumah mini dan meja yang tertata rapi, terdapat pula satu rumah mini yang menyendiri berada di bagian paling atas lokasi ini. Namun, untuk menuju kesana pengunjung harus menapaki anak tangga dan juga bebatuan yang cukup menantang. Di sisi rumah mini paling atas terdapat air terjun kecil tetapi cukup deras airnya. Air terjun ini yang mengaliri sungai di area ini. Di atas sungai terdapat bebatuan yang besar. Pengunjung dapat duduk-duduk diatasnya sambil bermain air.

Rest area yang dibangun di atas aliran sungai komprat ini tempatnya di pedesaan, karena itu hawa pedesaan langsung terasa saat kita sampai di Tikako dan tidak ada salahnya kan, ketika berlibur ke dataran tinggi Dieng mampirlah ke rest area Tikako. Terlebih rest area Tikako buka pada pagi, sore, dan malam loh guys !

Jadi jangan risau bagi kalian yang ngga sempat datang pada pagi ataupun sore,bisa banget datang di malam hari bahkan suasana pada malam hari di Tikako menjadi lebih romantis dengan adanya lampu-lampu temaram yang menerangi rumah-rumah mini serta jembatan kayu setapak menjadi terlihat sangat indah dan karena udara pada malam hari tidaklah panas kalian lebih bersantai disini untuk melepas lelah.

Indah? Tentu..Artistik? tentu banget

Terjangkau?…So Pasti…Penasaran?…

Jangan nunggu lama lagi guys, yuk cus buruan ngotewe kesana, di jamin harimu akan seru !


* Penulis : Likahawani21 Foto : anto_hio Editor : @kominfobanjarnegara

Yuk! Berwisata Ke Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo

Yuk! Berwisata Ke Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo

Saat weekend datang pastinya kalian gabut kan dirumah, nah untuk mengatasinya mending quality time deh bareng keluarga, teman, sahabat, pacar, gebetan, atau mantan hehe…

buat kalian yang ada di Banjarnegara dan sekitarnya, nggak perlu jauh-jauh kok buat quality time, sebab di Banjarnegara sendiri ada satu rujukan wisata yang menarik dan edukatif. Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo,  yes it is ……. pastinya udah nggak asing kan ditelinga kalian?

Mungkin sebagian besar dari kita lebih mengenalnya sebagai Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas (TRMS) yang mana masih berada di bawah naungan Dinas Pariwisata,  tapi semenjak berubah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tempat ini  berganti nama menjadi Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo….. lebih modern, nyeni dan kekinian kan……..

Berbicara sejarah, Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo didirikan pada tahun 1997 yang diresmikan oleh alm. Bapak Jend. TNI (Purn) Soesilo Soedarman. Jadi kalau dihitung hitung, sampai sekarang Serulingmas Banjarnegara Interacive Zoo sudah berumur 23 tahun, dan hari ulang tahunnya jatuh pada setiap tanggal 21 Agustus. Dengan luasnya yang kurang lebih mencapai 5 Ha, di dalamnya ada sekitar 46 jenis satwa dengan jumlah sekitar 179 ekor. Terdiri dari kelas aves, mamalia, dan juga reptil. Dan satwa yang jadi favorite disini  (minimal sampai saat ini ) adalah Harimau Bengala……

Mungkin banyak yang bertanya kenapa kok ada istilah Interactive Zoo nya…… jadi begini gaes, di Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo ini semua pengunjung diajak untuk ikut aktif dalam mencari informasi mengenai hewan yang mereka lihat dengan cara melakukan scan pada barcode yang sudah disediakan. Barcode itu akan menuntun pengunjung pada sebuah aplikasi khusus yang menjelaskan secara detail mengenai hewan tersebut (selain apa yang sudah tertulis di papan, di setiap kandang)…… begitu……

Karena lokasinya yang  berada di pusat kota Banjarnegara, kalian yang ingin kesini cukup butuh waktu 5 menit dari alun alun untuk sampai ke sini.Nah kalau yang dari luar kota dan menggunakan angkutan umum, kalian bisa turun di tugu dawet ayu alun alun untuk kemudian menggunakan jasa ojek  offline maupun online yang banyak mangkal disitu. Jangan khawatir gaes, ongkos ojek sekali jalan dari situ ga sampai 10 ribu kok. Gampang dan murah kan ?

Di Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo kalian nggak cuma melihat satwa aja guys, banyak wahana keluarga yang bisa kalian nikmati kok. Ada Oemah Terwelu, Kereta Mini, Kereta Listrik, Sepeda Melayang, Komidi Putar Kapal, Bioskop 3D, Flying Fox Anak, Mini Helicopter, dan Play Ground Kids. Dan untuk itu kalian cukup merogoh kocek sebesar  Rp. 8.000 sampai Rp. 10.000 aja, cukup terjangkau kan apalagi kalau lagi bokek hahaha…

Untuk fasilitas umumnya sudah cukup lengkap lho gaes…….. pastinya ada toilet yang cukup bersih, zona santai yang bisa kalian gunakan untuk rebahan atau santai sejenak di atas rumput sintetis, bagi kalian yang ingin berenang disini ada kolam renang yang terdiri dari 3 kolam renang, jangan khawatir kalau kalian ingin melaksanakan ibadah sholat disini disediakan mushola.

Oh iya, Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo juga sering mengadakan event mingguan, bulanan, dan juga tahunan. Event mingguan diadakan setiap hari minggu Musik Minggu Pagi namanya, kalian bisa menyaksikan perform band atau dangdut asyik nih buat bergoyang hihi. Lalu event tahunan dan khusus misalnya  Imlek, diadakan fashion show dan kalian bisa mengikutinya.

Pada pandemi kali ini Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo sempat tutup saat bulan Maret sampai bulan Juli dan buka lagi bulan Agustus, tapi tenang kalian nggak perlu khawatir karena sudah disediakan tempat cuci tangan dan kalian juga akan diperiksa suhu badan sebelum masuk ke tempat wisata, jadi kalian juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan yaa.

Selama pandemi ini Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo tidak ada pemasukan sama sekali, jadi mereka mencari donatur untuk memenuhi keperluan satwa dan kebutuhan lainnya. Sampai saat ini jumlah donasi yang sudah terkumpul sekitar Rp. 250 juta lho…. Oh iya kalian yang masih sekolah atau mungkin kerja kalian bisa datang dengan membawa rombongan, karena disini ada harga special untuk kalian kalian yang membawa rombongan sekolah atau rombongan umum. Untuk harga tiket masuk saat weekdays sebesar Rp. 15.000, saat weekend Rp. 20.000, untuk tanggal merah atau libur sekolah Rp.25.000.

Yuk ke Serulingmas Banjarnegara Interactive Zoo sekarang……..

 

* Penulis : titaa.cy. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Arep Nyaplek? Ya Nang Pasar Caplek!   

Arep Nyaplek? Ya Nang Pasar Caplek!  

Hari minggu ini mau kemana gaes?  Jangan di rumah terus lho, nanti mbok jadi kena asam urat, gangguan pencernaan dan janin, eh……. Kalo boleh saran sih, gunakan hari minggu untuk jalan jalan, atau kalo yang lagi hits sekarang ya sepedaan gitu ……

Salah satu tujuan yang saat ini recommended sebagai tujuan istirahan pas sepedaan atau pas jalan-jalan adalah ke Pasar Caplek.

Pasar Caplek itu apa sih?

Pasar Caplek itu salah satu pasar tradisional di Banjarnegara, tepatnya di Desa Bandingan Kecamatan Bawang. Tempat ini sangat sangat dan sangat strategis lho…… hanya 20 meter dari jalan raya Banjarnegara Purwokerto, juga sangat dekat dengan Waduk Mrica, dan untuk datang kesini, kita hanya butuh waktu tempuh sekitar 10 menit dari Alun-alun Banjarnegara saja. nah…..

Apakah Pasar Caplek sama saja seperti pasar tradisional biasa? Jawabannya tidak dongg

Pasar ini tidak seperti pasar tradisional pada umumnya, karena Pasar Caplek memiliki konsep “Festival Kawasan Bandingan” yang memiliki wisata rupa-rupa. Disini, kita bisa mlaku-mlaku, jajan-jajan, kongkow ngaji, nggambar, nglukis, unen-unen, lapakan, bahkan main pentasan dan masih banyak lagi. Kegiatan di Pasar Caplek di setiap hari Minggu biasanya diawali dengan adanya senam pagi yang diikuti oleh warga sekitar dan pengunjung. Wah, asik banget kan bisa jajan sambil olahraga, atau olah raga sambil jajan ? hihihi…….

Kata “Caplek” sendiri berasal dari kata “Nyaplek” yang berarti makan di tempat.

Para pengunjung juga bisa sarapan dan berbelanja sembari menikmati alunan musik tradisional dari kenthongan di sebuah tanah lapang yang biasa disebut “Ruang Apresiasi”, kerennya lagi, musik kenthongan ini merupakan kreasi dari pemuda lokal lho…. jarang banget kan, anak muda jaman sekarang yang mau melestarikan budaya lokal sembari ikut andil dalam kemajuan desa sendiri, kita harus bangga!

Keistimewaan Pasar Caplek ini yaitu masih mengunggulkan aneka jajanan pasar atau makanan tradisional seperti bubur candil, klepon, serabi, cakue, pecel, kluban, nasi jagung, gorengan, dan masih banyak lagi. Buat yang suka njajan pasti serasa menemukan surga dunia… dan…… Untuk menyantap makanan yang sudah kita beli, kita bisa duduk di tempat yang sudah disediakan. Tempatnya rindang, bersih, dan lumayan luas. Jadi jangan khawatir soal tempat makan …..

Pasar yang berdiri pada tanggal 15 September 2019 dan merupakan pasar pindahan yang dahulu terletak di Desa Mantrianom. Setelah berpuluh-puluh tahun hilang, kini Pasar Caplek hadir kembali di tengah masyarakat. Pasar Caplek hanya dibuka selama hari minggu mulai pukul 6 pagi hingga jam 11 siang. Namun, saking banyaknya pengunjung yang datang, biasanya jam 8 sudah banyak barang dagangan yang habis.

So, karena pengunjung Pasar Caplek juga bukan hanya warga Desa Bandingan saja, tapi juga pengunjung dari daerah lain……… kita  harus datang sepagi mungkin kesini……

jelas, supaya bisa shopping jajan sepuasnya ! Sepakat ?

Yuh kita cus……

 

* Penulis : tiararosiva. Foto : dJoko Editor : @kominfobanjarnegara

PHANTOM (Panther Owner Community) Chapter Banjarnegara

PHANTOM (Panther Owner Community) Chapter Banjarnegara

Para pecinta mobil Panther di wilayah Kabupaten Banjarnegara kini mendeklarasikan berdirinya Chapter Banjarnegara. Mereka tergabung dalam komunitas PHANTOM (Panther Owner Community) yang saat ini memiliki anggota aktif setidaknya 50 orang dengan Slamet Teguh S, S.Pd didapuk sebagai Ketua komunitas ini.

Mengusung tema ” Menembus Batas Persaudaraan, Seduluran sak lawase”,  komunitas yang sebelumnya masih menjadi bagian dari PHANTOM Banyumas, secara resmi membentuk  PHANTOM BNA pada tanggal 26 Juli 2020. Hal ini adalah sebagai bentuk dari aspirasi para anggota yang semakin banyak jumlahnya demi mempermudah komunikasi dan koordinasi.

Salah satu hal yang menarik dari PHANTOM Chapter BNA, mereka membuka kesempatan yang seluas luasnya untuk bersinergi dengan berbagai pihak terkait, terutama untuk bersama-sama memajukan pariwisata daerah. Salah satunya dengan mengadakan acara-acara Kopdar di tempat tempat wisata lokal Banjarnegara, setelah sempat lesu selama sejak Pendemi Covid-19. Hal ini mengingat acara-acara PHANTOM lebih cenderung berkonsep family gathering alias wisata bersama keluarga,

” Khusus untuk hal ini, prinsipnya asalkan tempat wisata tersebut memiliki tempat parkir yang cukup luas, kami dari  PHANTOM siap untuk mengadakan acara di tempat tersebut dan siap untuk bersama-sama mempromosikannya ke lingkungan yang lebih luas ” .

* Penulis : Happy Kurniawan. Foto : Agussalam Editor : @kominfobanjarnegara

Menikmati Kebersamaan di Cafe Janji Jiwa

Menikmati Kebersamaan di Cafe Janji Jiwa

Industri kuliner yang dikelola anak-anak muda semakin bergairah. Di Banjarnegara kini telah hadir Café “Janji Jiwa”. Kafe dengan konsep indoor dan outdoor ini ada di Kampung Gayam, Kutabanjarnegara. Atau persis di belakang eks kantor Dinas Kesehatan. Cafe ini.diresmikan awal Maret 2020 oleh Bupati Banjarnegara, Bapak Budhi Sarwono.

Meski mengalami masa pandemi Covid-19, Janji Jiwa tetap eksis dan kini tengah berhias menyajikan berbagai pilihan menu dengan kopi sebagai andalannya. Komposisi yang unik dan khas Janji Jiwa dipersiapkan untuk memanjakan para pelanggannya.

Manager café, Aryasena Erlangga, mengatakan, usaha kuliner yang dirintisnya tersebut membidik segmentasi dari kaum milenial sampai kalangan dewasa, dengan jam buka dari pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Fasilitas yang disediakan antara lain : ruangan pendopo, outdoor, ruang AC dan hiburan musik. Rencananya musik akustik akan disuguhkan di malam Minggu.

Janji Jiwa menyediakan kopi dan minuman yang terbaik bagi para pelanggan, yang dianggap sebagai “temansejiwa”. Adapun produknya disebut “kopidarihati”.

Keputusan Pengusaha muda Banjarnegara kelahiran Jakarta, 21 Juni 1994 ini memilih berkolaborasi dengan brand besar Café Janji Jiwa. tak lain ingin menyediakan tempat kongjow yang nyaman, sehat, higienis, dan berkelas untuk masyarakat Kota Dawet Ayu dan siapa saja yang singgah.

Berlokasi di Gayam, Janji jiwa Banjarnegara adalah outlet ke-843. Kekompakan, keuletan dan pelayanan prima selalu jadi andalan pengelola. Memberikan yang terbaik buat customer, adalah keharusan, Maka Janji Jiwa sering mengadakan potongan harga dan program buy three get one. Semntara untuk minuman setiap tiga bulan berkolaborasi dengan brand tertentu.

Mengenai omset, 50 % lebih pesanan melalui daring. Pada hari normal, omset rata-rata Rp. 2,5 juta dengan estimasi 100 hingga 120 cup tiap hari. Sejak adanya himbauan pemerintah, tentunya Café Janji Jiwa mengalami penurunan omset. Jika kondisi sudah normal, managemen berencana menyambangi sekolah untuk mensupport event sekolah seperti class meeting, sebagai upaya mendekatkan dengan pelanggan. Managemen cafe juga siap berkolaborasi dengan event olah raga ataupun kesenian di Kabupaten Banjarnegara. Janji Jiwa kini digawangi 4 karyawan, yakni 3 barista, dan 1 cashier, semuanya anak muda Kota Dawet Ayu. Mari meniimati kebersamaan di Janji Jiwa. ***



Cek lokasi DI SINI

*Text and Photo by Muji Prast