Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
Telaga Sewiwi, telaga kecil yang (harusnya) indah

Telaga Sewiwi, telaga kecil yang (harusnya) indah

Selama ini banyak orang mengenal Dieng sebagai dataran tinggi dengan tanaman perkebunan yang hijau dan berhawa dingin. Dan kamu mungkin akan berpikir untuk mengunjungi beragam candi-candi dan kawah-kawah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik gunung berapi disana. Namun sebenarnya, kamu juga bisa menemukan berbagai telaga cantik yang ada disana lho gaes……serius.

Telaga Sewiwi salah satunya.

Nama yang unik dan (seharusnya) bikin penasaran?

Menurut penjelasan warga sekitar, telaga ini dinamakan telaga sewiwi karena kalau dilihat dari atas (dari arah desa Karangtengah), bentuknya mirip sayap membentang atau “sewiwi” dalam bahasa Jawa. mereka juga menambahkan bahwa dulunya telaga ini memiliki air yang sangat jernih sehingga nampak sangat indah dan seolah “ngiwi iwi” (mengundang untuk mendekatinya – Jawa – red)

Telaga sewiwi menyajikan pemandangan yang masih alami, bebas dari pekatnya polusi perkotaan dan suasana sejuk akan menemani kamu menghabiskan waktu. Meskipun telaga sewiwi tidak seluas telaga-telaga lain di Dieng, hanya sekitar 1 hektare, tapi mempunyai keistimewaan tersendiri tentunya. Obyek wisata telaga sewiwi ini pada awalnya oleh masyarakat setempat difungsikan sebagai tempat pemancingan, bahkan banyak warga dari daerah lain ikut memancing disini untuk menyalurkan hobinya. Namun semenjak lahan kentang dan pertanian warga semakin meluas, telaga ini mengalami perubahan kondisi yang cukup signifikan. Diantaranya adalah debit air yang terus menurun, banyaknya tanaman pengganggu di permukaan telaga hingga pendangkalan yang terjadi karena endapan tanah dari lahan yang terbawa masuk ke dalam telaga.

haduh…..

Memang sih beberapa waktu yang lalu, pernah dilakukan perbaikan lokasi. Kondisinya jadi lebih cantik dan digunakan masyarakat sebagai rest area, fasilitas yang disediakan juga mulai lengkap seperti mushola, toilet, rumah makan, kios oleh-oleh dan beberapa gazebo untuk bersantai.

Oya, di lokasi ini juga dibangun Pintu gerbang yang gagah membentang menyerupai sayap atau sewiwi yang instagramable lho, yang tentu saja membuat siapa saja ingin mendokumentasikannya.

Lokasi

Terletak di desa Kepakisan, kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah, jaraknya hanya sekitar 2km atau sekitar 10 menit dari komplek Candi Arjuna. Dari beberapa telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng, telaga sewiwi merupakan telaga yang paling mudah dijangkau oleh wisatawan. Letak telaga sewiwi sangat strategis dan berada di pinggir jalan raya.

Kondisi jalan yang bagus dam mudah dilalui, wisatawan dapat menjangkau telaga sewiwi dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika masih bingung, Google Maps atau bertanya dengan warga sekitar akan membantu memberikan petunjuk arah.

 

 Saran dan Tips       

Telaga sewiwi bisa menjadi rest area bagi wisatawan dari arah Banjarnegara atau Batur untuk menuju obyek wisata utama, bagi wisatawan dari arah Wonosobo telaga sewiwi juga bisa menjadi rest area. Karena berlokasi di dataran tinggi, hawanya pun sangat dingin. Kamu perlu mengenakan jaket atau pakaian hangat lain jika ingin berkunjung ke Dieng. Ditunggu kedatanganmu di Telaga Sewiwi, tapi perlu diingat jangan mengambil apapun selain foto dan jangan meninggalkan apapun selain jejak, ya!

 

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Membelah Kabut Naik Kayak di Telaga Merdada

Membelah Kabut Naik Kayak di Telaga Merdada

Jelajah Dieng memang tak akan ada habisnya, banyak tempat-tempat menarik di negeri atas awan ini yang sebenarnya belum begitu terekspose. Telaga Merdada salah satunya, bukan hanya indah, telaga yang satu ini merupakan telaga terluas yang ada di kawasan Dieng lho! Kamu sudah pernah dengar wisata alam Telaga Merdada belum?

Lokasi

Terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, dengan luas telaga 25 hektare ini berada di atas ketinggian 2.045 mdpl dengan pemandangan yang masih alami. Wow!  Sekedar informasi, Jarak dari Komplek Candi Arjuna Dieng menuju obyek wisata telaga merdada ini bisa ditempuh sejauh 3,9 km atau berkendara sekitar 10 menit saja lho.

Sejarah

Seperti yang disebutkan diatas telaga merdada merupakan telaga terluas, luasnya telaga ini menjadi alasan diberikan nama “merdada”. Merdada merujuk pada “dada” yang mengandung makna lapang atau luas. Tahukah kalian bahwa telaga ini tidak memiliki sumber mata air. Seluruh air yang menggenangi telaga ini merupakan tampungan air hujan, ketika musim hujan volume air telaga akan penuh. Begitupun sebaliknya, pada musim kemarau telaga ini akan kering. Bagian tengah telaga akan terlihat dengan jelas. Meski begitu, bukan berarti telaga ini bisa dilintasi dengan berjalan kaki, telaga ini memiliki lumpur yang dalam sehingga berbahaya untuk dilintasi.

Air telaga merupakan sumber air bagi para petani, lahan-lahan kentang yang banyak terdapat di sekitar telaga sangat bergantung pada debit air telaga ini. Obyek wisata telaga merdada memiliki pemandangan yang sangat indah, air yang jernih serta dikelilingi oleh dua perbukitan yaitu bukit pangonan dan bukit semurup yang masih hijau alami menjadikan suasana telaga tampak asri dan sejuk.

Harga Tiket Masuk

Telaga merdada dibuka untuk umum setiap hari dari jam 07.00 sampai 16.00 WIB, untuk harga tikek masuk atau HTM kamu hanya merogoh uang Rp. 5.000 per orang. Biaya lainnya yang harus kamu keluarkan adalah tiket parkir kendaraan.

Harga tersebut bisa sewaktu-waktu berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jika mengunjungi telaga merdada pada saat bukan hari libur makan tidak dikenakan biaya tiket masuk.

Daya Tarik

Selain melihat-lihat pemandangan yang masih sangat asri serta memancing, pengelola juga menyediakan dua jenis kayak untuk mengelilingi telaga yang dapat disewa oleh pengunjung, kayak tersedia dengan kapasitas single dan double. Pengunjung cukup membayar Rp 25.000 untuk kayak yang digunakan sendirian, dan kayak kapasitas dua orang seharga Rp 50.000 selama setengah jam. Sebelum menaiki kayak, pengunjung diharuskan memakai pelampung dan helm untuk menjaga keselamatan dan perlindungan diri.

Jika wisata kayak di tempat lain biasa dilakukan di tempat terbuka yang relatif memiliki cuaca hangat, di telaga merdada suasana yang disuguhkan sangat jauh berbeda. Di waktu tertentu, dayungan di telaga tersebut akan mengantar pengunjung ke dalam lautan kabut lengkap dengan tiupan angin dingin khas Dataran Tinggi Dieng.

Nah, buat kamu yang ingin merasakan sensasi naik kayak membelah kabut seperti awan dan menikmati embusan udara dingin. Jangan lupa datang ke Telaga Merdada, ya!

Mau berkunjung ke sana ? Cek Disini ya

 

* Penulis : Bella Rista Safera. Foto : ngatmow Editor : @kominfobanjarnegara

Telaga Dringo, Ranukumbolo Tersembunyi di Kabupaten Banjarnegara

Telaga Dringo, Ranukumbolo Tersembunyi di Kabupaten Banjarnegara

Patut berbahagia para traveller penikmat senja dan para kaum yang haus berwisata, kalian yang rindu jalan-jalan serta liburan karena banyak tempat wisata ditutup sebab adanya pandemi Covid-19 hingga sekarang ini, oke….jangan khawatir!. Untuk mengatasi rasa rindu kalian mas dan mbak bro ada seputar info menarik seputar tempat wisata asri nan sejuk yang sayang untuk dilewatkan.

Sudah tau wisata Telaga Dringo? Kali ini kita akan ulik si kembaran Ranukumbolo. Memang kembar karena Dringo mempunyai view yang hampir mirip dengan Ranukumbolo yang ada di Gunung Semeru, jadi acap kali para pelancong yang sudah menyempatkan datang menyebutnya demikian, jadi tidak perlu jauh-jauh untuk kalian yang berdomisili dekat dengan Kabupaten Banjarnegara, kalian harus mampir ke Dringo. Sudah bisa dibayangkan? Sudah penasaran? Mari kita bahas…cekidot!!

Terletak di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sekali lagi ya…. Telaga Dringo ada di Kabupaten Banjarnegara. Tidak pernah sepi sekalipun di hari padat bekerja karena pesonanya yang dapat memanjakan mata siapapun pengunjung yang datang. Disebut-sebut kembaran Ranukumbolo nih seperti yang ada di film 5 cm dengan airnya yang biru serta hamparan bukit nan hijau dan sejuknya udara menambah romantisnya suasana di Telaga Dringo bro….

Menurut cerita yang beredar atas kepercayaan masyarakat setempat, mereka meyakini bahwasannya terdapat kerbau bertanduk emas ditengah telaga yang sampai saat ini masih menjadi misteri. Penasaran yaa?…
Berbicara asal muasal nama Telaga Dringo, berawal dari rimbunnya tumbuhan bernama dringo yang tumbuh bebas tanpa pemilik yang menjadi ide tercetusnya nama Telaga Dringo. Ada yang menyebutnya sebagai pohon atau rerumputan yang berbau wangi. Telaga sendiri terbentuk akibat letusan Gunung Sinila pada tahun 1786, telaga menyajikan pemandangan yang masih asri bro…., bebas dari pekatnya polusi kota, dan suasana tenang menemani kita menghabiskan waktu bermalas-malasan disana. Seolah alam memanjakkan kita. Dijamin betah berlama-lama disini.

Akses menuju telaga seolah disajikan untuk kalian mas dan mbak bro para traveller yang hobi berpetualang. di awal perjalanan mungkin akan terasa mulus dan mudah dilalui karena sudah mengalami renovasi. Meskipun trek jalan tidak semulus ekspektasi, para adventuring dengan jiwa petualang tentu tidak menjadikan masalah justru semakin membakar adrenalian yang akan terbayarkan ketika kalian menginjakkan kaki disana. Jadi siap-siap saja dibuat penasaran sekaligus trekking ringan. “Segala tantangan libas dan habiskan”. Begitu kiranya ungkapan para traveller.

Area camp sengaja disiapkan untuk para pelancong yang sengaja datang hanya untuk melepas penat dan ingin bersenda gurau menikmati orange-nya sunset dan sunrise di Dringo, ditemani dengan satu gelas kopi atau susu panas semakin menambah serasi suasana telaga. Banyak terdapat spot foto yang kece dan instagramable yang rugi kalau tidak diabadikan di ponsel dan kamera kalian.
Sempatkanlah singgah jika kalian pergi melancong ke dieng untuk melihat suguhan menawan telaga yang masih perawan ini. Disebut demikian karena belum ramai terjamah manusia ya bro….jadi sudah dipastikan hawanya berbeda. Pokoknya mantap!.

Sering salah faham orang menyebut Telaga Dringo berada di wilayah Kabupaten Batang, padahal sejatinya Dringo ada di Kabupaten Banjarnegara. Satu lagi yang tersembunyi dari tanah Jawa yang kaya akan wisata alam sungguh sia-sia apabila hanya menjadi cerita dan kabar burung yang lalu lalang. Jangan pula kita lupa untuk sadar bahwa alam sudah begitu tulus membagi sejuknya, untuk dinikmati banyak manusia dengan tujuan agar kita memberi balasan cinta yakni dengan menjaga kelestariannya. Hindari sampah dan hal merugikan lainnya yang hanya merusak ekosistem sehingga Dringo dan tempat wisata lainnya menjadi tidak lestari.
Ok fix, setelah ini agendakan dan realisasikan rencana berlibur serta masukan Telaga Dringo di daftar tujuan wisata kalian bro….! Penting diingat mas dan mbak bro sekalian, jangan mengambil apapun selain pengalaman dan foto, juga jangan meninggalkan apapun selain jejak dan kenangan disana yaa… Dengan begitu tujuan berlibur terasa sangat adil untuk kelestarian alam.

Mau kesana ? ikuti peta ini ya gaes ……….

*Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : Ngatmow Prawierow Editor : @kominfobanjarnegara