Kirim Tulisanmu Tentang Banjarnegara Ke : visit@banjarnegarakab.go.id
Kumpul Keluarga dengan Makan Bersama di Saung Bu Mansyur, maknyusss

Kumpul Keluarga dengan Makan Bersama di Saung Bu Mansyur, maknyusss

Hallo sobat kuliner

Kalian udah nyoba kuliner dimana aja? Kalian pasti belum nyobain kuliner yang ada di kota Banjarnegara ya, kalo belum yuk cobain sekarang. Aku kasih tau nih destinasi wisata kuliner yang bikin kamu tertarik dan ingin mengunjunginya.

Saung Bu Mansyur namanya dan tempatnya sudah cukup populer di kalangan masyarakat Banjarnegara tepatnya di Jl. Kedasih No.55, Tretek, Parakancanggah, Banjarnegara.

Kalian ngga bakal nyesel dan pastinya suka ketika berkunjung ke Saung Bu Mansyur karena tempatnya yang luas dan membuat para pengunjung lebih nyaman ketika makan disana.

Dan kalian pasti baru menjumpai wisata kuliner di bawah saung yang terdapat kolam ikan sehingga membuat suasana nyaman dan senang. Karena tempatnya yang nyaman dan cukup luas membuat kebanyakan pengunjung berasal dari keluarga besar.

Saung Bu Mansyur merupakan tempat makan yang legendaris dan sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Hingga kini pun masih ramai dikunjungi banyak pelanggan. Selain tempatnya yang sangat nyaman cita rasa yang tercipta di setiap menu masakannya mampu membuat lidah ketagihan dan ingin terus mencicipi setiap menu masakan yang ada di Saung Bu Mansyur.

Untuk menu-menu makanannya sebenarnya cukup sederhana, tersedia berbagai macam olahan ayam, bebek dan ikan. Disana juga disajikan dengan nasi panas yang di letakkan di ceting nasi. Jadi jika kalian masih lapar kalian bisa menambah sepuasnya deh, semua makanan yang ada di Saung Bu Mansyur dijamin semua makanan yang enak untuk dicoba.

Letaknya pun juga tidak jauh dari pusat kota Banjarnegara, ya kira-kira sekitar 5 KM dari alun-alun Banjarnegara, ketika kalian ke Banjarnegara dengan berkendara dari alun-alun banjarnegara lalu ke arah utara dan sampai di pertigaan Gayam, belok kanan hingga menjumpai pertigaan pasar Induk. Kemudian belok kiri sampai ke pertigaan Krandegan, selanjutnya belok kanan dan lurus terus hingga stadion kolopaking Banjarnegara. Disitulah lokasi Saung Bu Mansyur, kalo kalian masih bingung lokasi Saung Bu Mansyur tinggal buka handphone lalu buka aplikasi google maps dan tulis Saung Bu Mansyur Banjarnegara di kolom pencarian google maps yang ada di handphone kalian, itu cara yang mudah dan strategis hihi

Rumah makan ini mengusung tema outdoor dan di sini juga terdapat beberapa area tempat makan salah satunya rumah panggung atau yang biasa orang desa bilang itu seperti gubug, gazebo, serta saung besar dan kecil yang berdiri di atas kolam ikan.

Di Saung Bu Mansyur tidak hanya menyediakan tempat makan tetapi juga menyediakan area yang cukup luas dan biasa disewakan untuk rapat, gathering komunitas, acara keluarga besar, dan juga acara pernikahan.

Menu-menu yang ditawarkan merupakan masakan rumahan khas jawa tulen, di Saung Bu Mansyur ada masakan andalannya yaitu ayam goreng dengan sambal yang sangat sangat menggoda lidah, selain ayam goreng terdapat menu lainnya seperti ikan nila, dan ikan gurame. Disana juga menyediakan serba minuman yaitu es teh, es, jeruk, dan berbagai macam juz buah.

Dan bagi kamu yang suka nyemil-nyemil, di Saung Bu Mansyur juga menyediakan berupa pisang goreng, mendoan, tempe goreng dan masih banyak lagi cemilan-cemilan yang super nikmat.

Eeetz tapi jangan galau ya kamu. Kalo Tanya harga ngga bakalan nguras kantong kok dan harga menu-menunya sesuai budget yang kamu miliki mulai dari 25.000 per orang sudah bisa menyantap dan menikmati masakan yang enak ditemani suasana nyaman dan sejuk pastinya.

Fasilitas yang sangat luas, WC, Mushola, Wifi, dan arena bermain anak lengkap dengan beberapa permainan seperti jungkat-jungkit, ayunan dan semacamnya itu semua fasilitas yang dimiliki Saung Bu Mansyur.

Saung Bu Mansyur merupakan lokasi yang sangat pas untuk menghabiskan waktu weekend dan quality time bersama keluarga, tema, sahabat, maupun pacar dengan budget yang sangat terjangkau dan fasilitas yang sangat memadai.

Kamu yang jauh-jauh datang ke Banjarnegara dan mager atau malas untuk pulang karena kekenyangan bisa banget nginep di tempat penginapan terdekat dengan Saung Bu Mansyur yaitu di Hotel Garuda yang letaknya tidak jauh dari alun-alun Banjarnegara.

Jadi, yuk langsung ke sana ……

* Text dan Foto triyanaindiyani Editor : @kominfobanjarnegara

Menikmati ngopi dan sepiring cemilan asik di tengah sungai

Menikmati ngopi dan sepiring cemilan asik di tengah sungai

Hai, guys! Kayaknya waktunya liburan nih untuk refresing, kira-kira kamu sudah punya list perjalanan untuk mengisi waktu liburanmu bareng keluarga, pasangan, atau sahabat belum, nih?

Tenang kamu bisa memilih daerah dataran tinggi Dieng sebagai salah satu target destinasimu.
Tapi sebelum sampai di Dieng, kamu juga bisa mampir ke rest area Tikako di Desa Kalilunjur, Kec.Banjarmangu, Banjarnegara. Pasalnya, selain udaranya yang sejuk, kamu juga bisa mencicipi aneka menu tradisional dengan gemericik air sungai yang segar. Hal ini dikarenakan rest area tersebut berada di atas sungai.

Lho kok bisa ?
Penasaran kan bagaimana sejuknya rest area Tikako di Banjarnegara?
Langsung saja simak potretnya berikut ini yang membuat mata kamu tak berkedip saat melihatnya.

Awal Dibangunnya Tikako
Oh iya guys… dulunya tempat ini adalah sebuah rest area dengan warung makan biasa seperti pada umumnya di jalur wisata Dieng yang diperuntukkan bagi para pengendara atau siapapun yang melintas di jalan ini. Akan tetapi seiring berjalannya waktu rest area ini menjadi sepi pengunjung, hal ini di karenakan munculnya rest area baru ataupun tempat-tempat refresing di sepanjang jalur dieng ini.

Dari situlah ditemukannya ide membuat rest area ini menjadi ramai kembali, dan semenjak didirikannya Tikako, rest area ini menjadi ramai karena pengunjung terus berdatangan bahka pengunjung sangat membludag di setiap harinya.

Desain Tikako
Suara gemricik air sungai yang mengalir dari atas bukit menciptakan suasana yang nyaman, bebatuan yang besar menjadi pijakan para pengunjung, jembatan kayu stapak yang melintaang serta rumah-rumah dengan desain minimalis berbentuk segitiga dan meja makan yang tertata rapi di tepi kali bagian atas serta meja yang sengaja di letakan di atas sungai bagian bawah sebagai tempat istirahat para pengunjung sekaligus menikmati kuliner yang dipesan di pondok yang berada di depan pintu masuk lokasi, desain unik menjadikan rest are ini cocok menjadi sasaran untuk berswafoto.

Harga Tiket Masuk
Memanjakan mata dengan padu padan yang sangat serasi penataan yang artistik, serta memanjakan lindah dengan butget 10 ribu, sudah termasuk tiket masuk dan softdrink sangatlah terjangkau dan ketika kalian datang sebelum jam 10:00 pagi kalian akan mendapatkan softdrink dan mendoan.
Nah…Ngga bakal bikin kantong kering kan..? wkwkwkw

Indahnya Tikako
Memasuki area Tikako pengunjung akan disambut dengan gemericik air sungai yang jernih yang mengalir dari atas bukit.
Selain rumah-rumah mini dan meja yang tertata rapi, terdapat pula satu rumah mini yang menyendiri berada di bagian paling atas lokasi ini. Namun, untuk menuju kesana pengunjung harus menapaki anak tangga dan juga bebatuan yang cukup menantang. Di sisi rumah mini paling atas terdapat air terjun kecil tetapi cukup deras airnya. Air terjun ini yang mengaliri sungai di area ini. Di atas sungai terdapat bebatuan yang besar. Pengunjung dapat duduk-duduk diatasnya sambil bermain air.

Rest area yang dibangun di atas aliran sungai komprat ini tempatnya di pedesaan, karena itu hawa pedesaan langsung terasa saat kita sampai di Tikako dan tidak ada salahnya kan, ketika berlibur ke dataran tinggi Dieng mampirlah ke rest area Tikako. Terlebih rest area Tikako buka pada pagi, sore, dan malam loh guys !

Jadi jangan risau bagi kalian yang ngga sempat datang pada pagi ataupun sore,bisa banget datang di malam hari bahkan suasana pada malam hari di Tikako menjadi lebih romantis dengan adanya lampu-lampu temaram yang menerangi rumah-rumah mini serta jembatan kayu setapak menjadi terlihat sangat indah dan karena udara pada malam hari tidaklah panas kalian lebih bersantai disini untuk melepas lelah.

Indah? Tentu..Artistik? tentu banget

Terjangkau?…So Pasti…Penasaran?…

Jangan nunggu lama lagi guys, yuk cus buruan ngotewe kesana, di jamin harimu akan seru !


* Penulis : Likahawani21 Foto : anto_hio Editor : @kominfobanjarnegara

Menikmati Kebersamaan di Cafe Janji Jiwa

Menikmati Kebersamaan di Cafe Janji Jiwa

Industri kuliner yang dikelola anak-anak muda semakin bergairah. Di Banjarnegara kini telah hadir Café “Janji Jiwa”. Kafe dengan konsep indoor dan outdoor ini ada di Kampung Gayam, Kutabanjarnegara. Atau persis di belakang eks kantor Dinas Kesehatan. Cafe ini.diresmikan awal Maret 2020 oleh Bupati Banjarnegara, Bapak Budhi Sarwono.

Meski mengalami masa pandemi Covid-19, Janji Jiwa tetap eksis dan kini tengah berhias menyajikan berbagai pilihan menu dengan kopi sebagai andalannya. Komposisi yang unik dan khas Janji Jiwa dipersiapkan untuk memanjakan para pelanggannya.

Manager café, Aryasena Erlangga, mengatakan, usaha kuliner yang dirintisnya tersebut membidik segmentasi dari kaum milenial sampai kalangan dewasa, dengan jam buka dari pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Fasilitas yang disediakan antara lain : ruangan pendopo, outdoor, ruang AC dan hiburan musik. Rencananya musik akustik akan disuguhkan di malam Minggu.

Janji Jiwa menyediakan kopi dan minuman yang terbaik bagi para pelanggan, yang dianggap sebagai “temansejiwa”. Adapun produknya disebut “kopidarihati”.

Keputusan Pengusaha muda Banjarnegara kelahiran Jakarta, 21 Juni 1994 ini memilih berkolaborasi dengan brand besar Café Janji Jiwa. tak lain ingin menyediakan tempat kongjow yang nyaman, sehat, higienis, dan berkelas untuk masyarakat Kota Dawet Ayu dan siapa saja yang singgah.

Berlokasi di Gayam, Janji jiwa Banjarnegara adalah outlet ke-843. Kekompakan, keuletan dan pelayanan prima selalu jadi andalan pengelola. Memberikan yang terbaik buat customer, adalah keharusan, Maka Janji Jiwa sering mengadakan potongan harga dan program buy three get one. Semntara untuk minuman setiap tiga bulan berkolaborasi dengan brand tertentu.

Mengenai omset, 50 % lebih pesanan melalui daring. Pada hari normal, omset rata-rata Rp. 2,5 juta dengan estimasi 100 hingga 120 cup tiap hari. Sejak adanya himbauan pemerintah, tentunya Café Janji Jiwa mengalami penurunan omset. Jika kondisi sudah normal, managemen berencana menyambangi sekolah untuk mensupport event sekolah seperti class meeting, sebagai upaya mendekatkan dengan pelanggan. Managemen cafe juga siap berkolaborasi dengan event olah raga ataupun kesenian di Kabupaten Banjarnegara. Janji Jiwa kini digawangi 4 karyawan, yakni 3 barista, dan 1 cashier, semuanya anak muda Kota Dawet Ayu. Mari meniimati kebersamaan di Janji Jiwa. ***



Cek lokasi DI SINI

*Text and Photo by Muji Prast

Mie Murah Kekinian? Ya Mie Ayam Hotplate Roso !

Mie Murah Kekinian? Ya Mie Ayam Hotplate Roso !

Senang sekali bisa kembali menyapa sobat kulinerista yang sudah saya rindukan..aseekk

Yuk kita review salah satu top kuliner Banjarnegara yang d’best dan sayang untuk kamu lewatkan..

Terletak di Jl. Raya Petambakan Dua, Petambakan, Madukara, Banjarnegara… ada salah satu tempat makan andalan semua kalangan pecinta kuliner yang wajib untuk disambangi. Yoi Sob, Mie Ayam Hotplate Roso.

Yuk Kepoin!

Berdiri sejak dua tahun terakhir, Mie Ayam Hotplate Roso tidak pernah sepi pembeli sekalipun hari libur ya sob.. bermodal pengalaman bekerja di Bandung selama kurang lebih dua tahun di tempat makan, Mujiono si owner Mie Ayam Hotplate sudah mantep untuk membuka usaha sendiri. Kini usahanya sudah membuka cabang di area Ajibarang, Wonosobo dan Banjarnegara.. mantep to…

Kalau ditanya soal ide, Mujiono berpendapat kalau ia berbekal pengalaman bekerjanya waktu dulu. Ehhh.. ternyata setelah ia membuka tempat makannya sendiri peminatnya banyak lho sob.. memang kadang kita harus membawa keunikan dari daerah tetangga yaa untuk ide usaha bisnis kuliner seperti pak Muji ini.. Lanjutkeun!

Peminat si Mie Ayam Hotplate tentunya dari segala generasi yaa Sob.. mulai dari anak-anak, dedek-dedek gemeshh, remaja unyu-unyu, Anak Baru Gede (ABG), bapak, ibu, tua, muda….. semua boleh datang icip-icip disini.

Mie Ayam Hotplate Roso buka pukul 10.00 pagi sampai 21.00 malam ya Sob, jadi jangan khawatir kehabisan karena tempat makan ini punya waktu senggang sambil menunggu kamu selesai dari sekolah dan pekerjaan yang menahanmu Hihi..

Sobat kulinerista yang bingung dan bertanya-tanya “kalo kesana ternyata pas tutup gimana dong?” Yaelah tenang aja.. Tempat makan ini buka every day alias setiap hari termasuk pada hari libur dan tanggal merah. Wah para pencari nafkah yee.. Semua demi kepuasan pembeli dong.

Mujiono mengatakan, “tanggal merah justru malah rame” Whoaa mantep tuh.. jadi nggak khawatir mau kongkow dimana gitu kan. Kalo pas tutup berarti owner sedang ada keperluan ya Sob, semoga beruntung.. Hhee.

Omset perhari terbilang cukup dan besar untuk usaha yang masih anyar ini Sob.. itu artinya Mie Ayam Hotplate memang ide usaha menjanjikan yah.

Mujiono juga melayani pemesanan jarak jauh (Delivery Order) via aplikasi food seperti yang kita ketahui sekarang yaa..

Bicara soal Mie Ayam Hotplate nih Sob, jadi makanan ini memang sudah umum sekali kita dengar karena hampir di setiap daerah pasti kita jumpai si Mie Ayam ini. Merakyat gampangnya lah. Tapi soal hotplate-nya mungkin baru beberapa yang mendengarnya..

Mie Ayamnya sama persis dengan yang biasa kalian makan Sob, namun yang unik, Mie Ayam di plating di atas Hotplate yang biasanya kita tahu Hotplate untuk Beef Steak yah.. kemudian ditambah kuah kaldu bening sebagai pelengkap..

Cara menyantapnya pun bikin gemesh nih haha.. Mie Ayam Hotplate yang dihidangkan disiram dengan air kaldu yang tadi sudah disiapkan, Eiit.. jangan semuanya diguyur atau disiram ke Mie Ayamnya yaa, loh kenapa? Kan tanggung tuh..

Sisa kaldu kita seruput sedikit-sedikit disela kita melahap si Mie Ayamnya. Jhahaa gemesh banget yekan.. greget aku dibuatnya.

 

Jangan lupa yang suka pedas bisa tambahkan sambelnya yang super jos bikin mata melotot dan keringat akan perlahan mengucur membasahi wajahmu. Pokoke sambelnya “hah” banget Hihi..

Yang nggak demen Mie Ayam atau bosen sama Mie Ayam yang gitu-gitu aja?

Tenang Sob, Mie Ayam Hotplate hanya bagian dari menu favorit saja ya, masih banyak menu lainnya yang bisa kamu cobain,

Ada Beef Ramen, Chicken Ramen, Sop Ceker Ayam, Batagor, Sosis Tepung Goreng, Kentang Goreng, Pangsit, Mie Ayam Jamur, Mie Ayam Bakso, Mie Ayam Ceker, Mie Ayam Saus Tiram. Minumnya? Jeruk panas/dingin, Teh panas/dingin, Ice Cappucino, dan Lemon Tea… Whooaa macem-macem banget yahh..

Tempat makannya pun nggak kalah kece nih Sob, banyak spot foto kekinian untuk yang suka jeprat-jepret di Smartphone. Warna-warni lukisan di dindingnya menambah betah hati untuk berlama-lama disini. Ada space untuk kamu yang mau duduk lesehan atau duduk di kursi. Dipenak bae Sob (dibikin enak aja).

So, Nunggu apa maning? Datanglah saat senggang yaa,

Yuhh Njajan neng Mbanjar ………

* Penulis + Foto : Dinda Zhalia Kristi Editor : kominfobanjarnegara

Nongkrong asik dengan sajian ala ndeso di Kopi Kebul

Nongkrong asik dengan sajian ala ndeso di Kopi Kebul

Yuk ngopi yuk….

Sobat ogut, yok aku ajak kalian ke tempat nongkrong ndeso di Banjarnegara yang wajib kamu sambangi. Ada satu namanya Warung Kopi Kebul, Lhoo penasaran? Apa yang ngebul ya sob?

Kebul atau Ngebul dalam bahasa Jawa artinya “menguap”. Pernah rebus air kan? Kalo mendidih terus keluar uap putih? nah kira-kira sama seperti itu lah sob haha.. Warung Kopi Kebul terletak di Jalan Raya Kenteng, Stadion Kolopaking Banjarnegara. Bangunan ala Joglo sudra dan pernak pernik barang antik yang unik dan lawas membuat kesan tersendiri bagi para pelanggan yang seolah menghipnotis mata.

Emm….. kira-kira, aku dimana sii kok aku nggak mau pulang ya rasanya betah…. hoho..

konsep seperti ini memang sengaja diusung guna mengangkat budaya tradisional Jawa yang ndeso tapi ciamik banget. Kalian sadar nggak nih sob, bahwa yang seperti ini yang banyak diburu karena bosan sama caffe yang konsepnya modern terus yakaann..

Harga yang dipatok untuk setiap kuliner dan minuman disana dijamin merakyat sesuai kantong pelajar yang masih minta sangu kayak aku hhe.. Soal menu yang ditawarkan juga bikin mbetahi (ngangenin) sama rumah.

Menu tradisional seperti nasi jagung, leye (oyek), nasi putih, nasi beras merah, nasi tiwul ada semua sob. Menu yang lain? ada pepes ikan, pepes jamur, pelesnian sing, ayam goreng bacem, tahu goreng bacem, urab atau kluban komplit dengan ikan asin dan sambalnya yang terbuat dari parutan kelapa, dan yang banyak disukai justru goreng ‘rese’ atau ikan asin. Ceritanya menu the best lahyaa..

Untuk lauk juga tersedia aneka baceman tahu tempe, ikan mujahir, opor ayam kampong, ayam goreng, pecak lele atau lele mangut. Juga tidak lupa aneka gorengan mandoan, pisang goreng kepok, tahu tempe bawang, bergedel.

Aneka sambal disajikan gratis, seperti sambal lombok ijo, sambal trasi, sambal gosrek, sambal tomat. Jangan buru-buru pulang sebelum mencicipi sambal ijonya ya, karena mayoritas pembeli memburu sambal ijo ini. Orang Indonesia suka cabe emang jhahaa.. Pengunjung yang pernah merasakan masakan warung kopi kebul ini dijamin akan kembali ke sini, resepnya bener-bener maknyus di lidah, serasa bernostalgia dengan masakan-masakan simbah dulu. TOP!

Sayuran ala kampung? Ada sob, sayur Lompong, lencak gereh kenci, sayur asem, aneka sayur lodeh, dong gandul, dong telo, sayur rebung, tempe Lombok ijo,sayur jantung pisang, oseng tempe, dan oseng sayuran lainnya yang semuanya memang umum kita makan. So, biar kata nongkrong tapi tetep kayak di rumah. Mantep kan.. wohyaa jelas..

dari tadi ngobrolin makanan mulu ya, oke yang udah seret teggorokannya mari medang (minum).. adapun menu minuman tradisional disini ada kopi, teh manis, jeruk manis, wedang uwuh plus mendoan dan bakwan sebagai pelengkapnya.

Mau camilan ringan? ondol-ondol recommended sob, paling cocok dilahap dengan kopi atau teh panas. Bentuknya yang bulat bak bakso, ditusuk rapi seperti sate makin gampang ditelan hahaa.. Ondol-ondol merupakan jajanan kampung asli Banjarnegara yang terbuat dari singkong.

Rasa-rasanya aku kayak nge-riview karena sangking komplitnya. Laper mak..

Warung yang kabarnya baru dirintisnya pada Februari 2019 lalu ini hampir setiap hari apalagi jam makan siang pasti sangat ramai pengunjung. dan rata rata rombongan orang lapar lho guys. nah bisa dibayangkan saja bagaimana hasil yang didapat Mas Jatmiko selaku pemilik…….

Sekarang kita bahas soal bangunan warung ini ya sob.. sesuai konsep yang diusung yakni Jogloan atau Rumah Joglo.

Rumah joglo merupakan bangunan arsitektur tradisional jawa tengah. Rumah joglo mempunyai kerangka bangunan utama yang terdiri dari soko guru berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan disetiap ujung Joglo serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru.

Susunan ruangan pada Joglo umumnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruangan pertemuan yang disebut pendhapa (pendopo), ruang tengah atau ruang  pringgitan, dan ruang belakang yang disebut dalem atau  ruang keluarga.

Seiring dengan perkembangan jaman, rumah joglo semakin terkikis dan bisa dibilang langka. Kita ketahui bahwa joglo adalah peninggalan budaya nenek moyang jawa tengah yang harus kita lestarikan dan kita jaga nilai-nilai filosofinya. Kalian masih bisa menjumpai Joglo yang lain, biasanya identik untuk bangunan pendopo pemerintahan daerah.

Whoaa mantap yah.. bicara soal kearifan lokal Jawa memang selalu bikin merinding dan takjub. Keren sob…!

Di kabupaten banjarnegara ada salah satu bangunan Joglo limasan yang sudah beralih fungsi menjadi warung makan. Lokasinya tepat di pinggir sawah, dengan suasana sejuk, view panorama hijau dari pohon-pohon kelapa yang melambai-lambai tertiup angin, dengan latar Gunung yang sangat indah. Ini dia si Warung Kopi Kebul. Asri sekali yaa Tuhan..

Saat ini memang banyak sekali warung makan yang menggunakan bangunan etnik Joglo, bahkan terkesan sangat mewah dengan furniture antik yang menjadi daya tarik pembeli.

Tidak seperti Joglo pada umumnya, Warung Kopi Kebul ini mengusung konsep Joglo yang sangat sederhana sekali, bahkan bisa dibilang joglo dengan strata bawah/ sudra/rakyat jelata. Joglo punya strata sob haha.. ampun yaa…

Konsep yang demikian sederhananya itu tidak lain untuk menarik minat pembeli. Supaya apa? Yaa supaya merasa kembali ke rumah dan betah gitu sob. Kayak kamu yang betah bersama doi yekaann…

Begitu masuk warung kamu akan merasa kembali ke masa lalu. Widiihhh..

Dinding, meja, jendela, semua dari kayu. Lampu gantung yang masih otentik, tiang penyangga dari batu bata, lukisan lawas dan kaca pangilon, spot bambu, rasanya ditarik mundur untuk bernostalgia ke jaman kita masih anak-anak dan terngiang akan ramah dan rasa sayangnya simbah “ngemong” kita dulu. Wong Jowo kudu paham lhoo…

Joglo Warung Kopi Kebul sendiri merupakan Joglo Banyumasan. Sang pemilik yaitu mas Jatmiko membeli Joglo tersebut di kebumen dan membawanya ke Banjarnegara.

Selain joglo itu sendiri, kopi kebul juga mempunyai serambi di samping depan sebagai tempat alternative pengunjung untuk menyantap makanan. Area parkirpun tersedia disana. Jangan khawatir nggak kebagian tempat apalagi bingung parkir kendaraan sob, anggaplah seperti di rumah sendiri dah.. dikepenak bae (dibikin enak saja).

Mungkin kalian bertanya-tanya “darimana kebulnya?” sini-sini aku kasih tau..

Jadi nih sobat ogut, kebul yang dimaksud adalah ciri khas atau keunikan yang disajikan di Warung Kopi Kebul ini yaitu pengunjung bisa merasakan sensasi merokok linthing gratis sembari ngopi dari biji kopi murni arabika gunung lanang, pengunjung juga bisa menikmati rasa tembakau nusantara pilihan. Mantepe pol cuuyy hahaa..

Btw nih sob, linting tau kan?  Itu sob, cara merokok orang jaman dulu yang harus ngebungkus sendiri rokoknya. Setelah tembakau kering dibungkus kertas rokok, baru deh di linting atau digulung.. klasik yah tapi masih trend sampai sekarang.

Selain bisa kongkow ala di rumah, kalian juga bisa menikmati sensasi rokok linting dan kopi yahud-nya.. Lho mantep to..!!

Sebetulnya masih banyak cerita soal warung kopi kebul yang masih ingin aku share tapi mata dah lelah, lain waktu aja ya.. daripada penasaran, wis saiki cuss bae nganah  (otw aja langsung)

Ingat sob,  budaya lokal adalah kekayaan Nusantara yang harus terus kita jaga ya, yang seperti ini kudu diapresiasi dan dipertahankan supaya budaya kita nggak luntur tergerus zaman.

Mau kesana ? cek aja peta ini gaess

* Penulis : Dinda Zhalia Kristi Foto : ngatmow Editor : kominfobanjarnegara